KBA Tanon Semarang Merawat Budaya Memanen Sejahtera

KBA Tanon Semarang

Salah satu pengalaman berharga saya adalah berkunjung ke dusun Tanon desa Ngrawan kabupaten Semarang. Saya bersama teman-teman blogger berkesempatan melihat langsung aktivitas warga Tanon yang sangat produktif.

Waktu itu saya dan rombongan naik bis pariwisata menelursuri jalan desa yang cukup sempit. Alhamdulillah setelah beberapa menit bis berhenti dan semua penumpang dipersilahkan turun karena sudah sampai tujuan.

Tempat yang adem..lebih adem dari pendingin di bis. Ciri khas daerah pegunungan. Ya..Tanon ini memang terletak di kaki lereng Gunung Telomoyo yang berada di ketinggian 1.100 meter dari permukaan air laut. Kami langsung disambut beberapa remaja di depan sebuah surau, hanya sekitar beberapa meter saja dari pemberhentian bis. Remaja ini mengalungkan souvenir unik kepada semua rombongan kami. Ahhh senangnya…

KBA Tanon Semarang desa Ngrawan
Sambutan wisatawan

Kami langsung menuju pelataran yang sepertinya arena pertunjukan seni. Kami sempat disuguhi tarian anak-anak yang membuat kami semua terpukau. Yayayaya.. inilah Desa Menari nya Jawa Tengah yang memang sudah ada jauh sebelum Desa Menari Jawa Timur viral.

Anak-anak yang menari lengkap dengan make up dan gerakan yang lincah. Oiya sambil menikmati tarian..kami juga menikmati suguhan tradisional Tanon, minuman hangat wedang secang dan tiwul. Ya Allah..nikmat banget…

Kuliner di KBA Tanon Semarang

Pak Trisno sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) waktu itu menjelaskan tentang pentingnya mempertahankan tradisi menari di dusun Tanon.  Tanon diberi sebutan Desa Menari karena secara turun temurun warganya adalah pelestari kesenian tari rakyat.

Ternyata kata Menari untuk desa ini juga merupakan akronim ‘Menebar Harmoni Merajut Inspirasi Menuai Memori’. Untuk tarian yang ada di Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang antara lain Topeng Ayu, Geculan Bocah, Warok Kreasi, Kuda Lumping dan Tari Eko Prawiro (tarian keprajuritan di keraton).

Baca Juga :

Wisata Pantai Cianjur

Desa Aengtongtong

Wisata Mangrove di Madura

Keberadaan Desa Wisata Desa Menari ternyata sukses meningkatkan perekonomian warga masyarakat setempat. Setelah adanya Desa Wisata kemudian muncul pemberdayaan Pasar Tiban. Warga Tanon berjualan berbagai produk hasil desa.

Saya dan rombongan juga berkesempatan melihat proses pembuatan sabun susu oleh warga.

KBA Tanon Semarang Pembuatan Sabun
Proses Pembuatan Sabun

Kang Tris, Sosok di Balik Desa Menari

Pertunjukan seni KBA Tanon Semarang

Saya tadinya tak mengenali sosok yang banyak berinteraksi dengan kami selama kunjungan di Tanon. Setelah beberapa kali terlibat percakapan kok baru ngeh sosok Kang Tris ini sering berseliweran di layar kaca sebagai bintang iklan sakit kepala..hehe. Seneng donk ya..bisa ketemu artis…

Kang Trisno, kelahiran Dusun Tanon, Semarang 12 Oktober 1981 ternyata pemuda pertama di kampungnya yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana. Setelah menamatkan kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Surakarta, jurusan Sosiologi, Kang Tris bertekad kembali ke kampungnya.

Kang tris KBA Tanon Semarang
Saya bersama Kang Tris

Sebagian besar penduduk Dusun Tanon adalah peternak sapi perah dan petani. Tapi Kang Tris lebih memilih fokus mengembangkan dusunnya di bidang pariwisata. Terobosan yang ia lakukan dengan mengajak para warga untuk sadar wisata dan mengolah dusun mereka menjadi dusun wisata.

Agar mudah dikenal dan dikenang, Kang Tris membuat brand Dusun Tanon dengan sebutan “Desa Menari”. Mereka yang berkunjung ke Desa Menari akan disajikan berbagai kesenian yang dibawakan penduduk dari orang tua hingga anak-anak Dusun Tanon. Hasilnya..dalam 3 tahun desa wisata ini sukses mendapatkan Rp 250 juta, belum termasuk pendapatan perorangan dari hasil penjualan produk warga.

Desa Menari sebagai Kampung Berseri Astra (KBA)

Desa Wisata Tanon  ini  dibina sebagai Kampung Berseri Astra (KBA). Langkah ini dilakukan mengingat di desa ini terdapat aspek-aspek yang sejalan dengan 4 pilar corporate social responsibility (CSR) Astra, yakni pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan. Desa ini juga merupakan wilayah dengan lingkungan yang bersih dan hijau serta masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif yang mewakili 4 pilar CSR Astra. Kang Tris sendiri adalah salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2015 untuk kategori Lingkungan.

Melalui program Kampung Berseri Astra ini masyarakat dan Astra bisa berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra.

Pengembangan lebih lanjut KBA adalah Desa Sejahtera Astra (DSA) yang menjadi program kontribusi sosial Astra di bidang kewirausahaan berbasis kawasan. Program ini bekerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, start-up, serta masyarakat desa dalam pengembangan ekonomi pedesaan berbasis potensi dan produk unggulan desa.

Sumber Informasi :

https://www.republika.co.id/berita/ogpv523/tangan-astra-di-desa-tanon

https://www.satu-indonesia.com/satu/satuindonesiaawards/finalis/kreator-desa-wisata-tanon/

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4254711/desa-menari-di-semarang-yang-menyedot-perhatian-wisatawan

One Reply to “KBA Tanon Semarang Merawat Budaya Memanen Sejahtera”

Tinggalkan Balasan