Belajar Bahasa Daerah

Bahasa daerah

Mempelajari bahasa daerah kadang bukan hal yang mudah. Apalagi buat anak-anak. Sepertinya mempelajari bahasa Inggris lebih mudah dan lebih berguna dalam kehidupan sehari-hari ya gak sih… atau setidaknya bahasa Indonesia lah.. Kenapa bahasa daerah terasa lebih sulit?

Kalau menurut pengamatan saya nih..bahasa daerah menjadi lebih sulit karena jarang atau tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Madura misalnya, sebagian besar orang Madura sendiri di lingkungan keluarga yang semuanya orang Madura (bapak-ibu-anak-dst) dan tinggalnya pun di Madura saja sehari-hari pakai bahasa Indonesia. Entah kenapa..Karena bahasa Madura tidak semenarik dan sekeren bahasa daerah lainnya, mungkin?

Baca Juga :
Blogger Perempuan

Penanganan Pelecehan Seksual

Money Games

Kalau di keluarga saya sendiri bapak orang Madura, Ibu orang Jogja. Anak-anak saya lahir dan sempat tinggal beberapa tahun di Tangerang Selatan, dan hanya ibunya yang orang Madura J Dalam lingkungan keluarga yang multi ras ini bahasa yang digunakan sehari-hari di rumah ya bahasa Indonesia.

Karena memang bahasa Indonesia terasa lebih mudah dipahami, dan ada factor kebiasaan juga kali ya..Apalagi bahasa Madura kan mirip bahasa Jawa dengan tingkatan yang berbeda. Jadi untuk menggunakan bahasa Madura dalam keseharian ada yang gak nyaman karena merasa bahasa yang digunakan kasar padahal seharusnya yang digunakan bahasa halus.

Mempelajari Bahasa Daerah di Sekolah

Karena di rumah yang digunakan adalah bahasa Indonesia, maka satu-satunya tempat belajar bahaa daerah adalah sekolah. Anak-anak mendapat pelajaran bahasa Madura sejak di bangku SD (sekitar kelas 2 apa kelas 3 gitu ya..). Meskipun sekolah swasta tetap mendapat pelajaran bahasa Madura.

Awalnya saya kira akan seperti bahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang memulai pelajaran dengan ejaan dan benar-benar hal yang paling dasar. Nah ternyata begitu mendapat pelajaran bahasa daerah pertama di kelas 2 atau 3 SD langsung berupa kalimat-kalimat. Menurut saya tahapan seperti ini gak gampang loh.

Karena bahasa Madura tuh ya antara tulisan dan cara bacanya gak selalu sama. Saya aja kadang masih salah terutama dalam hal penulisan. Apalagi anak-anak yang bener-bener buta bahasa daerah. Jadi saya memaklumi kalau anak-anak kesulitan dan tidak terlalu memaksakan harus mendapatkan nilai baik.

Ya gemana ya..haha..secara kalau ada soal bahasa Madura kan harus paham soalnya. Pertanyaannya apa. Nah untuk memahami arti dari soal-soalnya aja sudah gak mudah, apalagi jawabannya ya kan… Tapi namanya pelajaran sekolah dan maunya dapet nilai yang nggak jelek-jelek amat, anak-anak ternyata tetap berusaha mengikuti.

bahasa daerah madura

Salah satunya dengan membeli semacam buku saku bahasa Madura. Isinya kosa kata yang sederhana. Ya alhamdulillah dari situ lah anak-anak mulai bisa mengikuti pelajaran bahasa daerah. Kadang anak-anak juga bertanya ke anggota keluarga yang paham tentang bahasa Madura ketika mengalami kesulitan.

Menggunakan Bahasa Madura di Lingkungan Sekolah

Ada hal unik yang dialami si Sulung. Sejak tinggal di Madura (sekitar tahun 2012), sekolah TK-SD-SMP bisa dibilang tidak pernah menggunakan bahasa Madura. Jadi di sekolah benar-benar hanya menggunakan bahasa Indonesia. Tapi berbeda saat memasuki jenjang SMA.

Si Sulung masuk sekolah tingkat atas di bawah naungan Kementerian Agama. Karena ini adalah satu-satunya sekolah negeri otomatis siswa yang masuk berasal dari berbagai kecamatan di Sumenep. Bahkan dari kepulauan pun ada. Beda banget dengan SMA Negeri yang berlaku zonasi saat penerimaan siswa baru sehingga siswanya ya berasal dari daerah kecamatan kota saja.

Nah si Sulung sejak masuk sekolah ini mulai berbahasa Madura. Meskipun bahasanya masih belepotan dan dominan bahasa pergaulan, tapi termasuk sering memakai bahasa Madura. Buat saya ini kemajuan yang luar biasa haha. Penggunaan bahasa Madura dalam keseharian memang cukup membantu pelajaran bahasa Madura. Terlihat jelas hasilnya..di rapot nilai bahasa Madura si kakak cukup bagus tidak seperti saat SD-SMP.  

Dari pengalaman ini saya jadi berpikir, untuk membantu memudahkan pelajaran bahasa daerah di sekolah mungkin diperlukan film animasi yang memakai bahasa daerah yang menarik. Seperti Ipin Upin dengan bahasa melayu yang sangat mudah dihapal anak-anak. Bahkan bukan saja anak-anak usia balita yang fasih berbahasa ala Malaysia kan.. Saking menariknya bahasa tersebut sampai digunakan segala usia..betul..betul..betul..?

Nah kalau pengalaman mom blogger atau pap blogger tentang bahasa daerah ini gemana?boleh loh share di kolom komentar..

One Reply to “Belajar Bahasa Daerah”

Tinggalkan Balasan