Perjalanan Menjadi Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Di tahun 2022 ini tak terasa 9 tahun sudah saya terjun sebagai blogger. Ya awalnya sih hanya untuk mengisi waktu luang aja..dengan menulis hal-hal receh. Pengalaman pernah menjadi jurnalis radio dan redaksi di bulletin organisasi kampus lumayan terasah kembali. Yak arena senpat vakum dari dunia tulis-menulis selama beberapa tahun.

Saat masih tinggal di perantauan pernah sih mencoba membuat blog tapi gak sampe rutin menulis. Bahkan hanya sebatas membuat akun saja setelah itu bye…larut lagi dalam lautan kehidupan pengasuhan 2 balita. Setelah balik kampung baru lah bisa lebih sering buka laptop dan menulis tentang apa saja.

Blog pertama saya di tahun 2013 platformnya WordPress. Ya masih yang gratisan donk..jaman belum kenal Top Level Domain (TLD) dan aneka printilan blog. Bahkan dari blog bisa dapet duit sya pun belum tahu. Ya maklum..karena memang bukan dunianya waktu itu kan.. Waktu itu saya masih berpikir kalau uang bisa diperoleh dari bekerja kantoran.

Mulai Bergabung dengan Komunitas

Waktu awal-awal ngeblog juga aktiv di sosial media, waktu itu masih Facebook lah ya yang paling utama. Twitter juga aktif tai bener-bener hanya untuk senang-senang. Posting gak jelas tapi gak mengandung ujaran kebencian kok hehe. Nah secara gak sengaja masuk ke Group IIDN di Facebook. Di sana lah saya mulai tahu kalau ngeblog tuh bisa loh buat jadi sumber penghasilan.

Tapi saya tidak lantas ngegas bikin postingan dengan tujuan komersil ya.. Saya masih wait and see. Niteni. Oiya saya mencoba ikt lomba blog. Waktu itu penyelenggaranya Female Radio pas peringatan hari Kartini. Alhamdulillah menang loh dapet hadiah barang berupa songket sama perhiasan etnik. Cakep banget.

Menjadi Blogger Perempuan
Sumber : FLOOW2.Community

Sejak itu lah saya mulai aktif mencari-cari lomba blog. Ya ada aja sih yang nyantol meski bukan hadiah utama. Hadiahnya rata-rata berupa barang. Menulisnya pun bukan lagi hanya di platform blog pribadi. Tapia da juga yang lombanya menulis di platform menulis rame-rame gitu (Ada Kompasiana, Indonesiana, Blog Detik, dll).

Kemudian saya bergabung dengan Kumpulan Emak Blogger, Blogger Perempuan, dan komunitas blogger lainnya yang bertebaran di Facebook. Komunitas tu sering menawarkan job. Tapi job mulai ketat kriterianya. Ada ketentuan harus top level domain, domain authority minimal sekian, Spam Score minimal sekian persen, dll.

Memulai Blog Top Level Domain

Setelah melalui banyak pertimbangan dan untuk memperbesar dapet job, akhirnya saya memutuskan untuk menaikkan level ngeblog dengan memakai top level domain. Semua proses saya kerjakan sendiri. Pilih hosting, install WordPress, pilih template..semuanya sendiri. Ya Alhamdulillah bisa sampai sekarang bertahan.

Sejak memakai TLD tentu saja gak bisa leha-leha santai ya. Tahu donk kalau self hosted itu biayanya gak murah-murah amat kayak kacang goreng hehe. Jadi ya akhirnya terpacu untuk bisa terus membuat blog hidup dan sanggup membayar ‘sewa tanah’nya setiap tahun.,

Ya meskipun biayanya masih bisa ketutup dengan fee job ngeblog..kalau gak diatur tetep aja pas waktunya bayar jadi gak bisa bayar kan..Naudubillahimindalig yaaa…Semoga blog ini selalu hidup dan memberika  manfaat bagi pembacanya.

Oiya selain blog utama ini, saya juga mulai bikin blog lainnya. Tapi gak bisa seaktiv blog utama. Padahal blog yang kedua ini berniche dan peluang besar bisa dapet iklan lebih bagus dari pada blog yang gado-gado.

Baca Juga Ya :

Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah

Cuan Dari Media Sosial

Vaksin Booster

Media Sosial pun Bisa Menghasilkan Rupiah

Blogger Perempuan
Sumber : elmens.com

Waktu terus berjalan, job pun bukan hanya terbatas di blog saja. Tidak sedikit yang mengharuskan share juga di media sosial, entah di Twitter, Facebook, atau Instagram. Karenanya saya juga tetap aktif di berbagai platform media sosial. Karena job di media sosial pun bertebaran ya gais ya…Yang tadinya gak mau main Tiktok, ya sekarang akhirnya Titokan juga meski belum seaktif platform medsos lainnya.

Kalau untuk blog, peran media sosial ini menunjang untuk meningkatkan trafik kan.. Sharing di media sosial termasuk bagian dari SEO juga. Nahini..ngeblog pun gak cukup kalau asal nulis ya..hahaha. Harus belajar SEO juga..harus belajar infografis juga. Ya pokoknya dinamis lah..harus terus bergerak, belajar, kalau tak mau ketinggalan.

Dengan aktif di berbagai media sosial dan blog, ada manfaat lainnya juga kok selain mendapat cuan dan jaringan pertemanan yang makin luas dan beragam. Menjadi Nara Sumber Literasi Digital adalah manfaat lain yang didapat.

Apakah sudah puas dengan pencapaian di dunia ngeblog saat ini?Hmmm…tentu belum sodara… Secara PR nya masih banyak haha. Masih pengen juga ternak blog sampai ratusan blog. Doakan tahun 2023 sudah bisa berjalan konsisten ya ternak blognya… Gemana pengalaman kalian ngeblog?Boleh loh dishare di kolom komentar.

4 Replies to “Perjalanan Menjadi Blogger Perempuan”

Tinggalkan Balasan