Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah

Pelecehan Seksual di Sekolah

Pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak belakangan ini semakin tidak melihat tempat. Tidak sedikit yang kita dapat infonya pelecehan seksual terhadap anak dilakukan di lingkungan sekolah bahkan pesantren. Pelakunya ya siapa lagi kalau bukan orang yang harusnya bertanggungjawab menjaga siswa-siswa ini selama berada di lingkungan belajar.

Belum lama ini anak saya menceritakan kalau temannya mengalami pelecehan seksual oleh gurunya yang berstatus tenaga honorer. Temannya sudah melaporkan ke salah satu guru senior dan sedang dalam penyelidikan. Saya yang mendengar cerita dari anak saya otomatis tidak tinggal diam juga.

Saya mencoba menghubungi guru yang saya kenal di sekolah tersebut. Alhamdulillah direspon dengan baik. Tak lama kemudian saya mendapat kabar kalau guru honorer yang melakukan pelecehan seksual dikeluarkan. Ketegasan ini menurut saya sangat diperlukan dan tentu saja diperlukan keberanian korban untuk melaporkan.

Baca Juga :

Refleksi Akhir Tahun

Tempat Wisata Lamongan

Kejuaraan Renang Pasca Pandemi

Peraturan Khusus Kementerian Agama untuk Penanganan Pelecehan Seksual di Sekolah

Pelecehan Seksual di Sekolah
Sumber gambar : infomadrasah.net

Ternyata Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengeluarkan peraturan khusus sebagai langkah tegas untuk menangani dan mencegah kasus kekerasan seksual di lingkup sekolah.
Peraturan Menteri Agama (PMA) ini disahkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 5 Oktober 2022 dan mulai diundangkan 6 Oktober 2022. Dengan adanya PMA No 73 tahun 2022 diharapkan kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan dapat menurun drastis atau bahkan tak ada sama sekali.

Peraturan Menteri Agama ini mengatur berbagai upaya yang berkaitan dengan penanganan dan juga pencegahan pada kasus kekerasan seksual di satuan pendidikan khususnya yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Satuan pendidikan yang dimaksud yakni jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal (Contohnya MAN, MIN, MtsN, ponpes, dll).

Peraturan ini terdiri dari 7 Bab, yaitu:
1. Ketentuan umum
2. Bentuk kekerasan seksual
3. Pencegahan kekerasan seksual
4. Penanganan
5. Pelaporan, pemantauan, dan evaluasi
6. Sanksi bagi pelaku
7. Ketentuan penutup

Ketujuh bab ini, dirinci dalam 20 pasal yang mengatur pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di satuan pendidikan. Peraturan ini juga mencantumkan 16 klasifikasi kekerasan seksual. Kementerian Agama akan segera menyusun aturan teknis, baik dalam bentuk Keputusan Menteri Agama (KMA), pedoman, atau SOP, agar peraturan ini bisa bisa segera diterapkan secara efektif.

Dalam Peraturan Menteri Agama ini juga dicantumkan 16 klasifikasi kekerasan seksual. Klasifikasi ini mencakup perbuatan yang dilakukan secara verbal termasuk kekerasan verbal, nonfisik, fisik, dan/atau melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Aksi seperti menyampaikan ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender korban juga termasuk dalam aturan ini. Bagi siapapun yang merasa mendapat perlakuan pelecehan secara seksual bisa mengambil langkah tegas karena semua sudah diatur dalam PMA ini. Termasuk tindakan menatap korban dengan nuansa seksual dan/atau tidak nyaman.

Proses Sosialisasi Penanganan Pelecehan Seksual di Sekolah

Pelecehan Seksual di Sekolah
Sumber gambar : Saibumi.com

Dengan adanya PMA ini, pemerintah melalui Kemenag sudah menerapkan upaya pencegahan aksi pelecehan seksual. PMA ini juga akan segera memasuki proses sosialisasi di setiap satuan pendidikan.

Sesuai PMA, korban dan saksi kasus pelecehan seksual di sekolah akan mendapat perlindungan. Bagi pelaku akan dikenai sanksi yang jelas. Karenanya PMA ini juga mengatur tentang pelaporan, pelindungan, pendampingan, penindakan, dan pemulihan korban.

Pelaku bisa mendapatkan hukuman maksimal bahkan bisa mendapatkan sanksi pidana dan sanksi administrasi. Semua mengikuti proses pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dengan adanya PMA ini diharapkan bisa menjadi satu upaya untuk melindungi korban kekerasan seksual sekaligus menjadi langkah pencegahan kasus kekerasan seksual di lingkup pendidikan.

Baca juga informasi seputar KDRT di KDRT pada Wanita. Semoga bermanfaat ya…  

2 Replies to “Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah”

  1. […] Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah […]

  2. […] Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah […]

Tinggalkan Balasan