Menginap di Pantai Sembilan

Menginap di pantai memang mengasikkan. Nah..Madura khususnya Sumenep punya beberapa pantai yang memang tersedia fasilitas untuk menginap. Ada Pantai Sembilan dan Pantai Ekasoghi. Saya pernah merasakan keduanya dengan sarana yang berbeda. Tapi kali ini saya akan menceritakan pengelaman menginap di Pantai Sembilan dulu ya….

Penginapan di Pantai Sembilan

Menginap di Pantai Sembilan

Ini adalah pengalaman saya di tahun 2018 an. Ya memang sudah lama sekali.  Tapi ketika saya datang ke pantai Sembilan pertengahan 2022, suasananya masih sama..nyaman, teduh, semilir, dan damai banget. Waktu itu (2018) saya datang  bersama teman yang membawa rombongan wisatawan dari luar Madura.

Saya dan teman sesama travel guide menempati salah satu bangunan seperti cottage. Di sepanjang kawasan pantai (kurang lebih 200-300 meteran) ada sekitar 15 cottage dengan fasilitas yang berbeda-beda. Ada yang kamar mandi di alam, ada yang kamar mandi di luar. Semua penginapan dilengkapi AC.

Menginap di Pantai Sembilan
Tempat tidur di penginapan

Bangunan cottage yang berupa rumah panggung terdiri dari teras dan kamar tidur. Nah kamar tidurnya bisa menampung 2 kasur spring bed ukuran 200cm. Jadi memang cukup luas dan bisa untuk rame-rame. 8-10 orang bisa lah.. Tapi bila tidak sebanyak itu yang menginap tinggal ditumpuk aja kasurnya.

Baca Juga :

Penyeberangan ke Pantai Sembilan

Pelepasan Tukik di Pantai Sembilan

Pesona Pantai Sembilan

Saya menginap di cottage bagian sisi timur pantai. Pintunya menghadap ke pantai dan hanya berjarak beberapa meter saja sudah air laut. Tapi aman kok karena ombak di Pantai Sembilan  ini sangat ramah tidak seganas ombak di pantai-pantai selatan Jawa.

Menginap di Pantai Sembilan
Pemandangan dari Kamar

Dari kamar tidur suara ombak terdengar sangat jelas. Jadi seperti dininabobokkan oleh suara ombak yang sayup-sayup terdengar. Saat bangun di pagi hari kita bisa lihat matahari terbit langsung dari tempat tidur. Tapi pintunya dibuka dulu ya… hehe..

Kalau di sisi barat pantai karena banyak pepohonan, ada beberapa hammock yang sengaja disiapkan di depan penginapan. Cocok nih buat book reviewer baca buku di hammock sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan suara ombak..hhmmm….

Menginap di Pantai Sembilan

Untuk menikmati penginapan di Pantai Sembilan biayanya sekitar 300.000/malam. Untuk camping bisa juga sih..tinggal bawa tenda sendiri dan gelar di sekitar pantai.

Transportasi Menuju Pantai Sembilan

Untuk bisa menikmati sensasi menginap di pinggir pantai Sembilan, memang harus menyeberangi lautan selama kurang lebih 45 menit. Penyeberangan bisa dilakukan dari Pelabuhan Tanjung kecamatan Saronggi Sumenep dengan biaya sekitar 10.000. Untuk pemberangkatan hampir setiap jam ada sih perahu ke Pantai Sembilan dan memang penyeberangan reguler.  Mulai am 6 pagi sudah rame.

Dari pelabuhan tinggal jalan kaki aja ke pantai dan sudah disediakan sarananya oleh pengelola pantai. Jadi gak perlu repot mikir transportasi lagi. Untuk baliknya sama sih besok paginya tinggal jalan kaki ke Pelabuhan Bringsang (nama desa Pantai Sembilan).  Tapi kalau ingin balik ke daratan di sore hari biasanya kapal terakhir jam 5 sore lah. Karena memang tidak ada penyebrangan diatas jam 5 sampai besok pagi kecuali carter/sewa perahu.

Perjalanan Menginap di Pantai Sembilan
Penyeberangan Pelabuhan Tanjung-Pantai Sembilan

Sekedar tips nih ya siapa tahu teman-teman travel blogger ada yang mau ke Pantai Sembilan dan menginap, pilih waktu saat cuaca bersahabat ya…Terkadang di bulan tertentu cuaca buruk dan penyeberangan gak nyaman karena ombak besar. Angin di pantai pun terasa sangat kencang. Bulan yang aman biasanya Maret sampai Agustus lalu bulan September-November. Ya meskipun sekarang cuaca nyaris gak bisa diprediksi rasanya bulan yang saya sebutkan tadi masih termasuk aman lah…

Punya pengalaman seperti saya menginap di pantai Sembilan juga?boleh loh dishare di kolom komentar..

One Reply to “Menginap di Pantai Sembilan”

  1. Saya paling suka loh nginep di cottage di pinggir pantai begini. Kalau malam tuh seneng denger semilir angin dan deburan air laut. Kalau pinggir pantainya banyak tempat duduk dan lampu, biasanya saya suka nongkrong di situ. Sambil ngopi dan makan camilan hangat pastinya. Lebih lengkap lagi sambil ngobrol dengan teman sefrekuensi. Ngomongin segala hal, topik random, dan hal-hal yang menarik untuk dibahas bareng.

    Makasih untuk backlinknya Mbak Diane. Semoga berkah untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan