2 Cerita Anak Islami yang Memiliki Pesan Moral

Cerita Anak Islami
sumber : bimba-aiueo

Salah satu cara untuk membangun kedekatan antara bunda dan si kecil adalah dengan membacakan

dongeng anak ketika anak mau tidur.

Sebagai rekomendasi, berikut 2 cerita anak Islami yang memiliki pesan moral untuk si kecil sebagai

berikut ini:

1. Kisah Serigala Yang Beriman Kepada Rasulullah

Diceritakan di jaman Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam di suatu daerah hiduplah seorang pengembala kambing. Setiap pagi si pengembala harus mengembalakan ratusan domba dan kambing yang diamanati kepadanya ke padang rumput yang dekat dengan mata air.

Pada suatu ketika pengembala tersebut kecolongan karena seekor serigala berhasil menerkam seeokor domba yang terpisah dari kerumunan. Pengembala tersebut pun mengejar serigala sembari berusaha menakuti-nakutinya menggunakan tongkat.

Lantaran domba yang berhasil diburu serigala itu bertubuh gemuk, sehingga sang serigala mengalami kesulitan saat membawanya kabur. Sang pengembala tersebut pun berusaha menarik paksa domba dari cengkeraman serigala.

Lalu sang serigala berkata kepada pengembala:

“Wahai fulan, mengapa engkau begitu zalim? Allah telah menetapkan domba itu sebagai rezekiku untuk hari ini, mengapa engkau merebutnya dariku?” ujar serigala itu.

Betapa terkejutnya sang pengembala ketika mendengar serigala yang bisa bicara layaknya manusia. “Kamu…Bisa berbicara?” kata sang pengembala.

“Mengapa engkau melihatku terheran-heran? Harusnya engkau tahu, ada yang lebih mengherankan daripada seekor serigala bisa berbicara,” ujar serigala.

“Apa itu?” jawab pengembala.

“Di Madinah ada seorang Nabi dan Rasul yang Allah utus untuk sekalian alam. Namun,banyak orang yang justru membangkang dan enggan beriman kepadanya. Nama Nabi itu, Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.” papar sang serigala.

Pada keesokan harinya, pengembala itu pergi ke Madinah untuk menjumpai sang Nabi yang diceritakan oleh serigala kemarin. Setelah menempuh perjalanan yang tidak mudah akhirnya sampailah ia di Madinah.

Setelah bertanya kepada masyarakat setempat, laki-laki itu tiba di depan Masjid Nabawi.

Singkat cerita, laki-laki itu bertemu Rasulullah dan ia pun menuturkan kisahnya hingga sampai ke Madinah.

Kemudian Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam membenarikan kisah laki-laki tersebut bahwa ada seekor binatang yang terang-terangan menunjukkan rasa imannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Kata Nabi hal ini merupakan sebuah pertanda semakin dekatnya hari akhir/kiamat.

“Yang demikian itu adalah salah satu tanda kiamat.” sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Baca Juga :

Tugas Malaikat Israfil

Kekuatan Mahito

Keutamaan Membaca Al-Waqiah

2. Kisah Nabi Daud AS dan Seekor Ulat

Nabi Daud AS merupakan salah satu Nabi yang sangat taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan ketaatannya itu Allah Ta’ala memberikan kitab Zabur kepada Nabi Daud.

Pada suatu hari, ketika Nabi Daud AS tengah membaca Kita Zabur sambil duduk di suraunya beliau melihat seekor ulat merah yang berada di sekitarnya.

Nabi Daud AS memperhatikan ulat tersebut sembari berkata dalam hatinya, “Apa ya, yang Allah harapkan dari ulat kecil ini?”

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui pikiran Nabi Daud AS, lalu mengizinkan ulat tersebut untuk dapat bicara seperti manusia. Ulat itu pun berbicara kepada Nabi Daud:

“Wahai Nabi Allah! Allah Azza wa Jalla mengilhamkan kepadaku untuk selalu membaca tasbih Subhanallahu walhamdulillah wala ilaha illallahu wallahu akbar setiap hari sebanyak 1000 kali pada siang hari. Pada malam harinya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengilhamkanku untuk membaca Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim, sebanyak 1000 kali juga.

Kemudian ulat tersebut berkata kepadanya:

“Lalu apa yang dapat kau dapatkan katakan kepadaku agar aku mendapat faedah darimu ya Nabi Allah?”

Mendengar pertanyaan itu membuat Nabi Daud AS tersadar bahwa dirinya khilaf melakukan kesalahan, yang telah memandang remeh makhluk Allah yang nampak kecil dan tidak berarti apa-apa. Padahal mereka dapat beribadah kepada Allah lebih kuat dengan caranya sendiri.

Lalu Nabi Daud memohon ampun dan berserah diri kepada Allah Ta’ala.

Tinggalkan Balasan