Penyebab Keputihan Normal dan Abnormal

Penyebab keputihan

Keputihan umum dialami oleh kaum perempuan berbagai kalangan usia. Keputihan bisa menjadi tanda bahwa ada gangguan kesehatan. Tapi ada juga keputihan yang sifatnya normal. Untuk itu perlu kita ketahui apa saja perbedaannya. Selain itu kita juga perlu tahu apa saja penyebab keputihan dan bagaimana cara mengatasinya.

Keputihan normal terjadi setidaknya 6 bulan sebelum perempuan mengalami menstruasi pertama kalinya. Kondisi ini dipengaruhi perubahan hormon di dalam tubuh. Keputihan juga normalnya keluar saat menerima rangsangan seksual, sedang menyusui, atau mengalami stres.

Keputihan juga bisa terjadi pada bayi baru lahir loh..Ini terjadi ketika bayi terlalu banyak terpapar hormon ibu saat masih di dalam kandungan. Tapi keputihan ini umumnya akan menghilang setelah bayi berusia 2 minggu.

Baca Juga Ya.. : Demam Berdarah

Apa saja penyebab keputihan?

Faktor hormon, keputihan yang normal menjadi tanda tubuh berfungsi dengan sehat. Ini cara tubuh wanita membersihkan dan melindungi vagina. Misalnya, pengeluaran cairan meningkat seiring dengan gairah seksual dan ovulasi. Olahraga, penggunaan pil KB, dan stres emosional juga bisa menyebabkan keluarnya cairan keputihan.

Vaginosis bakterialis,Vaginosis bakterialis adalah infeksi bakteri yang cukup umum terjadi pada perempuan. Vaginosis bakterialis bisa terjadi karena terganggunya keseimbangan flora normal di dalam vagina. Pada umumnya, tubuh perempuan memiliki bakteri baik yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi.

Tapi pada penderita vaginosis bakterialis, jumlah bakteri baik di dalam vagina berkurang, sehingga tidak mampu melawan infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan keputihan yang memiliki bau menyengat, busuk, dan terkadang amis, meskipun jarang menimbulkan gejala dalam beberapa kasus. Wanita yang menerima seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular infeksi bakteri ini.

Trikomoniasis,  ini adalah jenis infeksi lain yang dapat menjadi penyebab keputihan tidak normal. Trikomoniasis disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. Infeksi biasanya menyebar melalui hubungan seksual, tetapi juga bisa ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Infeksi ini bisa menghasilkan cairan keputihan berwarna kuning atau hijau yang memiliki bau tidak sedap. Nyeri, radang, dan gatal juga merupakan gejala umum trikomoniasis, meskipun beberapa orang tidak mengalami gejala apa pun.

Infeksi ragi vagina, Yeast infection atau infeksi ragi vagina adalah infeksi jamur yang menghasilkan cairan keputihan berwarna putih seperti keju cottage selain sensasi terbakar dan gatal. Kehadiran jamur di vagina adalah normal, tetapi pertumbuhannya bisa berlipat ganda di luar kendali dalam situasi tertentu. Beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan wanita terkena infeksi ragi vagina: stress, diabetes, penggunaan pil KB, kehamilan, penggunaan antibiotik, terutama penggunaan jangka panjang selama 10 hari.

Baca Juga : Perawatan DB

Gonore dan klamidia. Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang gejalanya mengeluarkan cairan keputihan abnormal. Cairan keputihan yang keluar biasanya berwarna kuning, kehijauan, atau keruh.

Penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi yang sering menyebar melalui hubungan seksual. Itu terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Infeksi bakteri ini Ini dapat menghasilkan cairan keputihan yang banyak dan berbau busuk. PID biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia atau gonore. Gejala PID selain keluar cairan keputihan banyak dan berbau busuk antara lain nyeri di perut bagian bawah dan panggul, pendarahan antar periode haid, sakit saat berhubungan seks, demam dan menggigil, sakit saat buang air kecil

Infeksi human papillomavirus (HPV) atau kanker serviks. Infeksi human papillomavirus (HPV) disebarkan melalui hubungan seksual. Infeksi ini bisa menyebabkan kanker serviks. Meskipun mungkin tidak ada gejala, jenis kanker ini ditandai dengan keluarnya cairan keputihan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks bisa diskrining dengan Pap smear tahunan dan pengujian HPV. Jika merasa mengalami keputihan yang tidak normal atau tidak biasa bersamaan dengan gejala tertentu lainnya, lebih baik jika sesegera mungkin berkonsultasi dengan dokter. Gejala lain yang harus diperhatikan, yakni: Demam Nyeri di perut Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan Sering merasa lelah Peningkatan buang air kecil

Mencegah Keputihan

Setelah mengetahui berbagai penyebab keputihan tentu kita perlu mencegahnya agar tidak sampai terjadi terutama pada kasus keputihan yang tidak normal. Beberapa langkah mencegah keputihan diantaranya :

  • Membersihkan vagina dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar dan berhubungan seks, untuk mencegah bakteri dari dubur masuk ke dalam vagina.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembapan pada area kewanitaan, dan jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat,
  • Hindari penggunaan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada vagina
  • Menjaga kebersihan vagina selama menstruasi dengan mengganti pembalut setidaknya setiap 4 jam sekali
  • Ganti celana dalam dan pantiliners secara rutin
  • Gunakan kondom setiap berhubungan seks dan hindari berganti pasangan seksual agar terhindar dari risiko infeksi menular seksual.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan vagina secara rutin ke dokter, setidaknya 1 tahun sekali.

Semoga bermanfaat dan salam sehat yaaa…

28 Replies to “Penyebab Keputihan Normal dan Abnormal”

  1. akutuh ngalamin keputihan gak normal justru saat hamil, itu paling parah sih sampai sempat iritasi, setelah hamil masih lanjut 2-3 tahun lalu sekarang sudah membaik

  2. Aku mengalami keputihan, kadang suka takut ini keputihan penyebabnya apa. Jangan-jangan ada penyakit? Kalau baca di artikel ini ternyata hanya disebabkan oleh hormon. Meskipun masih tergolong normal, kebersihan area kewanitaan tetap harus terjaga ya Mbak, supaya nggak menimbulkan masalah lain.

  3. Kita ini (perempuan), begitu banyak ya yang harus diperhatikan terkait tubuh. Untuk area kewanitaan bisa bermacam hal terjadi, hingga ke organ rahim. Masalah keputihan jadi salah satu hal yang harus diperhatikan dan bisa jadi parah ya Mbak Dian.

  4. Masalah kebanyakan wanita niih. Akutu seringnya lupa untuk ganti pantyliners niih.

  5. Noted mbak buat tips cegah keputihannya, harus dijadwalin nih periksa kesehatan vagina rutin ya 1 tahun sekali, aku belum pernah soalnya.

  6. Lho saya baru tahu kalau ternyata ada keputihan yang normal mbak. Selama ini kalau dengar kata keputihan, ya itu berarti ada masalah di area kewanitaan dan mesti segera dicari solusinya

  7. Ternyata penyebab keputihan itu ada banyak ya mba. Tadi aku baca juga soal kangker serviks rahim. Jadi inget aku belum pernah dipapsmear ikh. Jadi pengen cek juga. Soalnya udah 7 tahun nikah. Buat jaga – jaga. Di puskesmas bisa ga ya mba pap smeaer atau pengujian HPV gitu? Siapa tahu bisa lebih murah kalau di puskesmas

  8. Biasanya keputihan menjelang menstruasi normal yaa karena perubahan hormon. Btw kalau resep kuno cebok dengan air daun sirih gimana ya maak?

    Aman ga yaa?

    1. Aman sih mak..

  9. Dulu aku sering keputihan, tapi semenjak melahirkan sampai sekarang alhamdulillah malah jadi sembuh. Kalau keputihan itu memang jangan diabaikan yah.

  10. Jangan anggap sepele soal keputihan. Harus di waspadai dan segera diobati. Jangan terlambat tahu-tahu kanker serviks. OMG

  11. Ku bangeeet bergelut dengan keputihan itu tiap bulan – langganan air daun sirih lah langganan Kiranti lah, langganan mbok jamu lah….

    sadar kalau stres dikit or kecapekan pasti gitu, aku sedia pantyliner yang sejuk itu “cool and refresh”

  12. Yang perlu diwaspadai keputihannya bau, keruh, warna hijau, merah, cokelat gitu yah. Alhamdulillah selama ini keputihan kalau jelang mens aja tapi ga sampai bau

  13. Baca tulisan ini jadi inget dulu aku pernah keputihan dan memang penting banget untuk menjaga kesehatan kewanitaan kita ya yang kadang suka terabaikan.
    Makasih remindernya

  14. noted mbak, makasih sharingnya

  15. Ternyata penyebab keputihan banyak juga ya. Alhamdulillah sejauh ini yang kualami itu normal. Memang wajib banget jaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan apalagi saat menstruasi

  16. Sebagai perempuan harus tahu ya mbak, bedanya keputihan normal dan abnormal
    Biar tahu bagaimana cara mencegah dan menanganinya

  17. Kalau aku biasanya menjelang haid nih keputihannya sedikit sebagai penanda jadinya. Meskipun tertutup area kewanitaan harus tetap dijagaya soalnya bisa merembet kemana-mana kalau sakit

  18. Keputihan bikin nggak nyaman. Kita sebagai perempuan tentu perlu banget menjaga area kewanitaan tetap bersih agar nyaman.

  19. Pantesann… dulu pas anak-anak bayi ada semacam lendir gitu..
    Aku pikir itu apa yaa.. masa anak bayi keputihan?!?
    Ternyata pengaruh hormon juga bisa ya.. Anak pra-remaja sudah mulai diajarkan menjaga kebersihan area kewanitaan.

  20. Organ vital perempuan memang rawan terkena infeksi yaa… harus ekstra hati-hati dalam merawat dan menjaga kebersihannya.

  21. Dicatat! Emang keputihan tuh kadang ngeganggu ya mbak. Aku biasanya sebelum haid tuh bisa banyak banget muncul keputihan, atau malah pas lagi stress. Dulu hamil juga sempet keputihan parah, terus dibersihkan gitu sama dokternya pakai cairan khusus

  22. Aku seringnya kalau udah stress atau dulu pas kb spiral banyak banget lendirnya, makasih tipsnya yaa

  23. Penyebab keputihan kadang tidak kita sadari…jadi perlu rutin periksakan ke dokter kepercayaan kita.

  24. keputihan kalau ringan si ga masalah yaa emg sering terjadi. kdg ada yg sampe jd tumbuh bakteri dan jamur, bisa berbau dan warnanya lebih keruh, ini super ganggu dan better konsul.

    nah iyaa, buat yg udh aktif secara seksual jgn lupa rajin cek dan papsmear

  25. Keputihan itu memang menyebalkan. Apalagi kalau sampai ke tahap tidak normal. Harus segera dikonsultasikan ke dokter agar segera ditangani. Infeksi ragi yang paling gak nyaman. Karena bikin gatal dan bau

  26. Aku keputihan juga nih kak tapi nggak mesti sih, katanya faktor hormon ibu hamil gitu
    allhamdulillah batas wajar aja sih kadang gak ada juga

Tinggalkan Balasan