Kontraindikasi dan Peringatan Pemberian Diclofenac Sodium

Diclofenac Sodium

Diclofenac sodium merupakan obat yang memiliki kandungan natrium diklofenak dan kalium diklofenak, sebagai NSAID yang artinya adalah agen analgetik non-steroid. Diclofenac Sodium berfungsi untuk meredakan nyeri yang timbul akibat nyeri pasca melahirkan, nyeri persendiaan dan nyeri gigi. Obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Kontraindikasi diclofenac sodium pada seseorang dengan riwayat hipersensitivitas dengan obat ini, dan peringatan pemberian obat ini pada pasien yang mengalami gangguan gastrointestinal seperti perdarahan atau iritasi lambung.

Kontraindikasi Obat

Diclofenac sodium dikontraindikasikan penggunaannya pada seseorang dengan riwayat alergi, atau mengalami serangan asthma setelah mengkonsumsi obat ini, atau golongan antiimflamasi nonsteroid lainnya. Hindari penggunaan obat ini pada seseorang yang sedang mengalami gangguan gastrointestinal, seperti terjadi ulserasi, perdarahan lambung atau ulkus peptikum. Diclofenac sodium dikontraindikasikan untuk terapi nyeri perioperatif pada coronary artery bypass grafting (CABG). Hal ini dikarenakan adanya laporan peningkatan insiden kasus infark miokard dan stroke pada pasien-pasien, yang diberikan obat antiimflamasi non steroid selektif COX-2 tersebut, dalam waktu 10-14 hari setelah operasi. Namun ada studi lain yang memakai metode pooled data analysis yang menyatakan bahwa penggunaan obat tersebut untuk kasus nyeri perioperatif CABG pada pasien-pasien tertentu umum dilakukan, dan tidak berasosiasi dengan efek buruk jangka pendek secara klinis.

Baca Juga : Manfaat Olahraga

Peringatan Penggunaan Obat

Penggunaan diclofenac sodium harus hati-hati pada usia lanjut, gangguan ginjal, hati, wanita hamil dan menyusui dan penderita asthma. Penggunaan obat ini dalam jangka panjang atau dosis tinggi, dapat meningkatkan resiko serangan jantung, infark miokard, stroke atau gangguan jantung lainnya. Hindarilah penggunaan diclofenac sodium pada kehamilan trisemester terakhir, riwayat diskrasia atau deplesi sumsum tulang. Selain itu hindari juga pemberian kombinasi obat ini dengan misoprostol pada wanita hamil atau sedang menjalani terapi dengan obat golongan antiimflamasi nonsteroid lainnya terutama obat aspirin. Gunakanlah dosis obat serendah mungkin, yang masih akif untuk jangka waktu konsumsi sependek mungkin sesuai dengan tujuan terapi. Hal ini bertujuan untukm meminimalkan efek obat yang tidak dikehendaki.

Dosis Sesuai Penyakit yang Diderita Pasien

Dosis bisa dibedakan berdasarkan penyakit yang diderita pasien, seperti di bawah ini :

Ankylosing Spondylitis

Adalah suatu keadaan dimana terjadinya peradangan pada sendi, dimana peradangan ini terjadi secara lama, sendi yang biasa mengalami peradangan ini adalah sendi lutut, sendi tulang belakang dan sendi pangkal paha. Keadaan nyeri tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi diclofenac sodium. Dosis yang diberikan adalah 25 mg 4 X sehari secara oral dan jika memerlukan dosis tambahan bisa diberikan lagi sebanyak 25 mg sebelum tidur.

Osteoarthitis

Osteoarthitis juga merupakan peradangan sendi karena sebelumnya sudah terjadi pengapuran pada tulang rawan sendi. Dosis diberikan 50 mg, 3 x sehari. Jika ingin dua kali minum, maka dosisnya menjadi 75 mg. 

Nyeri Haid

Haid bisa menimbulkan rasa nyeri dan bisa dihilangkan jika mengkonsumsi diclofenac sodium dengan dosis 100 mg, 3 x sehari di waktu awal pemberian obat. Kemudian dilanjutkan 50 mg setiap harinya. Setelah hari pertama mengkonsumsi diclofenac sodium dosis diberikan tidak boleh melebihi 150 mg.

Baca Juga : Vaksin Covid

Rhematoid Arthritis

Adalah penyakit autoimun progresif dengan peradangan kronik ynag menyerang system tulang dan otot. Dalam kondisi seperti ini, dosis yang diberikan adalah 50 mg sehari 3-4 x sehari. 

Nyeri Akut Ringan dan Sedang

Rasa nyeri bisa hilang dengan memberikan obat diclofenac sodium dengan dosis 50 mg dikonsumsi 3 x sehari. Rasa nyeri yang terkadang mengganggu perlahan-lahan akan hilang seiring rutinnya mengkonsumsi diclofenac sodium 50 mg phap. 

Semoga informasi ini bermanfaat ya…Salam Sehat!

Tinggalkan Balasan