Media Sosial Ujung Tombak Edukasi di Masa Pandemi

Media Sosial

Saya sedang berada di Semarang saat berita tentang virus covid-19 mulai merebak di Wuhan.  Waktu itu saya lagi happy-happy ikut acara gathering bareng para insan pariwisata di Jawa Tengah. Bahagia melihat pelaku wisata berkumpul saling mengenal dan bertransaksi. Apalagi ada acara kunjungan ke tempat-tempat wisata juga.. Gak pernah terbayangkan kalau tak lama setelah itu..Covid juga melanda Indonesia tercinta.

Sepulang dari Semarang saya..beraktivitas seperti biasa dan berita-berita tentang Covid makin sering..penyebaran Covid makin meluas. Sampai akhirnya virus ini akhirnya masuk juga ke Indonesia..dan kita semua menjalani hari-hari yang penuh kesedihan..berat..putus asa..Nyaris gak ada happy-happynya.

Hoaks Seputar Pandemi

Media Sosial
Sumber Gambar : Kominfo

Hari demi hari belum ada tanda-tanda kondisi membaik. Kondisi ini diperparah dengan sebaran hoaks seputar virus ini. Ribuan hoaks diketahui  diunggah di Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan platform lainnya. Yes..semuanya menyebar lewat MEDIA SOSIAL, bukan lewat bisik-bisik tetangga semata.Jenisnya macam-macam juga..mulai dari virus ini akibat kebocoran laboratorium di Wuhan, konspirasi asing,  swab test, apalagi tentang vaksin..Wow banget hoaxnya ya kan…

Berbagai aplikasi chat juga tak luput dari sebaran hoax. Menyebar melalui grup dan chat personal. Tak sedikit yang mempercayai isi informasi yang ternyata hoax. Akibatnya? Tentu lebih berbahaya daripada virus itu sendiri.Penyebaran informasi palsu terkait COVID-19 lebih cepat dari penularan virus itu sendiri. Dampaknya (hoaks) justru lebih mematikan dari virus itu sendiri. Karena itu bisa dibayangkan orang-orang yang masih tidak percaya adanya COVID-19, tidak percaya penanggulangan yang kita lakukan hari ini berdampak luar biasa

Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mahesa Paranadipa, dikutip dari Situs Kominfo.

Media Sosial Ujung Tombak Edukasi tentang Covid

Media Sosial

Kita semua tentu sepakat kalau tidak boleh kalah dengan hoax. Kebohongan yang terus menerus akan dipercaya sebagai kebenaran..huhuhu…tidaakkk.. Tapi kalau kita terus-terusan mengkonsumsi hoax..lama-lama bisa luluh juga dan akhirnya percaya.. Amit-amit ya… Jangan sampai. Mempercayai hoax aja jangan..apalagi memproduksinya..

Karenanya perlu diseimbangkan dengan konten positif melalui media sosial. Kenapa media sosial?Selama ini kita kan sudah terbiasa banget sosialisasi tentang berbagai hal secara offline? Begitulah..Keadaan kita sejak awal Maret 2020 tidak memungkinkan untuk bisa bertatapmuka. Jadi segala sesuatu harus dilakukan secara daring atau online.

Mengedukasi untuk meredam hoax adalah dampak sampingan, yang utama adalah memberikan informasi yang benar sehingga masyarakat tidak missinfomasi terkait pandemi.

Saya sendiri berkesempatan untuk berperan aktif dalam memberikan berbagai informasi seputar pandemic mulai awal tentang penyebaran covid, tentang vaksin, dan berbagai informasi penting lainnya. Beberapa media sosial yang saya gunakan adalah Twitter, Instagram, Facebook, Youtube, dan personal blog.

Dalam memberikan informasi saya selektif memilih sumber informasi. Salah satu sumber yang menurut saya terpercaya adalah Indozone.  Bukan hanya karena menyajikan fakta disertai data yang akurat, Indozone juga menyajikan informasi dengan bahasa yang lugas.  Saya menyimak inofrmasinya melalui website Indozone yang meskipun banyak iklan tapi tetap tidak mengganggu saya sebagai pembaca. Saya tetap nyaman menjelajahi menu demi menu  tanpa harus terganggu dengan keberadaan iklan yang tata letaknya nmenurut saya memang sudah pas.

Media Sosial

Oiya selain menyimak informasi melalui website, saya juga menyimak melalui Instagram. Penyaiannya sederhana tapi kaya akan informasi.  Ternyata anak saya juga follow Instagram Indozone..hehe.. Karena memang kontennya menarik..

Dengan memilih sumber informasi yang tepat..insyaalllah tulisan kita juga gak akan menyesatkan pembaca… Setuju?

24 Replies to “Media Sosial Ujung Tombak Edukasi di Masa Pandemi”

  1. Aku ga nyangka cepat banget ya penyebarannya, dari yang masih 2 orang sampai meningkat banyak.
    Lewat media sosial kita bisa dapat informasi tentang covid tapi lewat media sosial juga bayak hoax tersebar. Harus bisajk bersosmed ya kitanya

  2. Setuju, memilih sumber informasi perlu..mesti selektif kita ya, apalagi kini media sosial jadi ujung tombak edukasi semua hal. Kalau asal sumbernya bisa bahaya. Senangnya seperti web Indozone ini ga hanya menarik tapi terpercaya infonya

  3. Memilih media terpercaya memang sangat penting diantara banyaknya hoax yang beredar. Kita jangan sampai termakan berita yang tidak benar. Saya malah selalu blokir media yg abal-abal. Media nasional saja saya tidak berani sembarangan share. Takut salah di akhirnya.

  4. Masih teringat ketika awal covid menyebar
    Dengan naif aku mikir setelah 2 minggu semua akan baik-baik aja
    Ternyata sekarang udah hampir 2 tahun lho yaah huhuhu

    Memang berita hoax harus dilawan karena bikin masyarakat jadi gelisah yaaah
    Harus hati-hati dan selektif dalam memilih sumber berita yah mbaaak,
    Cus otw ke Indozone ah

  5. Setuju, bertebarannya informasi di dunia maya, emang menuntut kita untuk selektif dan hanya mempercayai/mengambil informasi dari sumber terpercaya. Harus teliti juga baca alamat webnya, karena banyak tuh yang bikin nama mirip banget. Kalau nggak teliti, baca sekilas bisa tersesat pada informasi yang salah

  6. Kadang si mamah aku atau sepuh2 lainnya yg kena hoaks. Dulu masih sering, sekarang udah nggak. Alhamdulillah. Harus saring sebelum sharing. Pilah pilih berita penting banget ya mba. Supaya informasinya benar

  7. Pandemik begini ya sosmed lah satu2nya yang bisa kita andalkan utk mencari srgala informasi ttg covid ya, Mba. Cuma ya itu kita kudu pintar2 memilih berita, jangan ditelan mentah2. Harus rajin cross check kebenarannya.

  8. Dengan makin derasnya arus informasi dan akses yang gampang banget utk mendapatkannya memang kudu sharing ya mana yang bener mana yang gak. Kalau gak tau apa2 mending nanya ke ahlinya atau sekalian gak ikut komen bahkan sekadar ngeshare hal yg kita sebenarnya gak paham itu apaan.

  9. Sejak sosial media banyak digunakan salah satunya instagram, banyak banget yang ngeshare banyak informasi lewat ig. Tapi ya gitu, kita sebagai pembaca harus bijak memilih informasi mana yang benar dan mana yang hoax ya mbak

  10. Iya kita butuh media yang mengutamakan kejujuran dan profesionalisme dalam meluncurkan berita jadi jangan jadi budak viewers hingga rela bikin hoax biar banyak yang klik huhu

  11. Saya suka nih baca Inzone dengan tagar #kamuharustau. Infonya singkat dan padat. Setidaknya beritanya juga bukan hoax. Jadl lumayan menambah informasi.

  12. sejak ada sosmed, berita apa saja jadi mudah menyebar ya Mak, bisik-bisik tetangga mah kalah. akan tetapi, hoax juga makin banyak bermunculan, dan banyak orang yang dapat berita enggak cek ricek dulu malah ikutan menyebarkan.inget banget awal pandemi dulu,hoax lebih banyak dari berita yang benar… hiks

  13. Iya ya mba, saat itu perasaan masih aman aja, mendadak malah makin banyak yang terpapar covid. Tambahan lagi ada banyak info yang hoax seliweran di sosial media, makin nambah jumlah korban meninggal gara gara ketakutan

  14. media sosial emang penting bangettt ya mak soalnyaaku pikir ada keuntungan juga aku jadi blogger
    pandemi bikin nambah wawasan dan manfaatin sosmed. coba kalau nggak bete sendiri pasti. cuma memang harus selektif milih yang mau dibaca biar ga tergelincir ke hoax

  15. Anak-anak abegeku nih yang ketat banget ta ajarin bermedia sosial. Mengingat kejahatan cyber yang menyerang anak-anak dan remaja juga gencar banget sekarang ini.

  16. Bener, indozone tmsk yg bs dipercaya saat ini. Terutama pas awal pandemi tuh rame banget hoax beredar. Aku sampe kemakan n parno berlebih jg. Gak lg deh baca berita aneh2

  17. Iyah sepakat banget, aku ada beberapa kali ngisi acara liteasi digital nih via webbinar dan medsos, bermanfaat sekaili buat edukasi bahkan sampai ke pelosok, kekuatan medsos emang gak ada tanding. termasukjuga kejadian jahat

  18. Pandemi aja udah bikin hidup susah, ditambah berita hoax bikin nggak tenang. Makanya kita harus lebih hati-hati dan selektif serap informasi tuh ya mbak. Karena belum tentu semuanya bener. Untung deh kalau ada Indozone yang bisa menyajikan informasi yang jujur sesuai fakta, apalagi dikemas dengan konten yang menarik.

  19. Iya nih, kalau sampai sosmed salah info bisa berabe karena sudah jadi rujukan masyarakat. makanya memang harus pinter memilah info dari sosmed karena bagaimanapun juga yang namanya konten hoax ini rasanya mustahil untuk diberantas sampai tuntas.

  20. Iya banget sepakat, di masa pandemi edukasi di medsos bertebaran, tapi hoax juga merajalela. Tapi, syukurlah aku follow dokter-dokter di tiktok, edukasi kesehatannya banyak.

  21. Untung saja kita sering didengungkan hoax,
    dan belajar cara menangkal hoax.. so aku seringnya jadi polisi dengan mengingatkan, “Hayoo udah dicek belom di turnback hoax?”

  22. Alhamdullillah karena tergabung dengan komunitas blogger yang umumnya teredukasi dan akrab dengan literasi, aku jadi tidak latah jadi skuad penyebar berita sampah di masa pandemi!

    Aku juga menjadi saksi begitu banyak masyarakat terutama penggiat media sosial yang mendadak jadi pewarta dadakan, karena prosesnya yang cepat, mudah, murah!

    Memang diperlukan edukasi yang terus menerus untuk meningkatkan rendahnya literasi digital ini.

    Aku juga percaya media sosial bisa menjadi ujung tombak edukasi ini!

  23. Bener banget mbak selama masa pandemi ini banyak banget hoax beredar yang tentunya kita harus benar-benar selektif dalam membaca dan membagikan berita. Pokoknya harus cek dan ricek dulu faktanya biar nggak menyebar berita palsu

Tinggalkan Balasan