Tips Aman Mencicil Pinjaman

Mencicil jangan mencicil…kalau tiada artinya..

Mencicil boleh saja..asal ada gunanya..

Gak asing kan dengan kalimat di atas?Ya kata mencicil seharusnya begadang sih..hehe tapi kok cocok juga ya kalau diganti mencicil.. Faktanya pun juga begitu…Kalau mencicil gak ada gunanya..ya mending gak usah.. Artinya kita harus pilah-pilah dulu sebelum memutuskan untuk mencicil. Bukan hanya mencicil hutang berupa uang, tapi juga barang untuk berbagai keperluan.

Tips Aman Mencicil

Sekarang urusan cicil-mencicil bisa berupa barang untuk keperluan sehari-hari, kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder bahkan tersier. Investasi juga bisa dilakukan dengan modal cicilan. Bila cicilan dilakukan dengan bijak, kita akan aman-aman saja. Pembayaran lancar dan tidak perlu berurusan dengan tagihan tunggakan.

Baca Juga : Software ERP

Masa pandemi seperti sekarang termasuk rawan tunggakan cicilan. Bagaimana cara agar tetap aman membayar cicilan atau kredit? Berikut ini saya share tips-tips agar aman membayar cicilan.

Bijak Menentukan Pinjaman atau Barang yang akan Dicicil

Ya sebelum menentukan akan mencicil atau mengajukan kredit (baik uang ataupun barang) pastikan memang karena kebutuhan, bukan keinginan semata. Kredit motor misalnya, pastikan dulu apakah kita memang benar-benar butuh motor?Kalau memang butuh..silahkan saja. Tapi kalau hanya karena keinginan semata sebaiknya pertimbangkan lagi karena konsekuensinya kan jangka panjang bukan hanya 1-2 hari.

Pahami Kondisi Keuangan

Setelah kita menentukan barang yang akan dibeli secara kredit atau cicilan, kita perlu memahami juga kondisi keuangan. Barang yang dibutuhkan seperti apa nih? Butuh motor misalnya, motor yang kayak apa?Yang bisa buat angkut barang sekalian atau asal motor aja deh yang penting bisa untuk mobilitas .. Ini pengaruh banget kan..karena harga sepeda motor 125 cc tentu beda dengan 250 cc.

Pastikan juga nilai cicilan tidak lebih dari 30% pendapatan, seperti yang sering disampaikan berbagai ahli keuangan. Ini demi keamanan dan stabilitas keuangan kita juga kok..  #SelaluAdaJalan

Gunakan Pinjaman atau Kredit untuk Hal Produktif

Misalnya kita mengajukan pinjaman atau cicilan kredit kendaraan, akan lebih bagus kalau kendaraan yang kita gunakan memang untuk mobilitas kerja. Tidak sedikit juga yang benar-benar memberdayakan kendaraan kreditan untuk menambah pendapatan, entah dimanfaatkan untuk transportasi online, bahkan yang sengaja menyewakan ke pihak lain dengan syarat tertentu.

Kalau untuk hobi, misal beli kendaraan karena untuk koleksi aja gemana? Saya sih no..hehe Gak tahu Mas Anang.. Kayaknya sih No juga. 🙂

Baca Juga : Sodexo Gift Pass

Teliti terhadap Ketentuan Pinjaman

Tips Aman Mencicil

Saat sudah mantap mengajukan pinjaman atau kredit jangan lupa untuk teliti terhadap ketentuan pinjaman. Kesanggupan kita membayar nominal tertentu dalam jangka waktu berapa lama harus disesuaikan. Pembayaran dalam jangka waktu pendek memang terasa sangat mahal, dan konsekuensinya kita harus lebih berhemat kan..Tapi pinjaman atau kredit kita cepat selesai. Ketentuan bila terlambat pembayaran bagaimana?Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apa konsekuensinya?Hal ini juga harus kita ketahui.

Menjaga Gaya Hidup

Apa hubungannya ya?Lo ya ada donk… Ketika sudah memutuskan untuk mengajukan pinjaman atau kredit kita sudah tahu bakal ada bagian pendapatan kita yang dialokasikan untuk membayar cicilan. Ya meskipun bisa saja kita genjot pendapatan agar bisa bertambah, tapi menjaga gaya hidup agar tidak boros dan berlebih tetaplah penting. Karena tidak sedikit yang terjerumus ke jurang hutang yang dalam gara-gara gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan.

Disiplin Melakukan Pembayaran

Kedisiplinan adalah kunci. Ini juga berlaku untuk pinjaman atau kredit apa pun. Kalau sudah gajian di tanggal tertentu, segera sisihkan atau lakukan pembayaran. Jangan sampai tertunda apalagi sampai terpakai untuk keperluan lain..jangan ya… Beneran deh ini bikin ribet.

Bila tidak punya pendapatan tetap dan harus mengumpulkan sejumlah uang dulu, segera sisihkan dan tidak diutak-atik sampai terkumpul dan waktunya membayar tiba. Bila ada kendala dalam pembayaran karena dampak pandemi atau hal-hal diluar dugaan lainnya, harus segera dikomunikasikan dengan perusahaan tempat kita mengajukan kredit atau pinjaman.

Hindari Meminjamkan Data Untuk Pinjaman Orang Lain

Ini banyak terjadi biasanya karena memang tidak tahu resikonya. Data yang dipinjam biasanya nomer KTP, nomer telpon, semua yang terkait  dengan kita karena hutang memang atas nama kita. Meminjamkan data untuk pengajuan kredit atau pinjaman akan merugikan kita sendiri, sekali pun teman dekat atau bahkan keluarga. Karena kita tidak tahu bagaimana kan kemampuan orang untuk membayar, bagaimana kedisiplinannya.

Hal yang lebih mengerikan lagi ketika terjadi tunggakan, peminjam menghilang, maka tagihan tentu menjadi tanggungan pemilik data. Huhuhu jangan sampai ya…

Oiya memilih lembaga pembiayaan juga penting sih.. Salah satu perusahaan pembiayaan yang mudah dijumpai di berbagai daerah dan selalu siap membantu kebutuhan finansial adalah PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance). Perusahaan #pembiayaanmultigunaBFI ini mengutamakan dan mematuhi Good Corporate Governance, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tips Aman Mencicil

Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar dan tertua di Indonesia (berdiri sejak 1982), BFI Finance tidak terafiliasi bank atau pun Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Selain itu BFI Finance juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Perusahaan Terbuka (Go Public) sejak 1990. #kreditBFI berfokus pada pembiayaan dengan beragam tujuan seperti investasi, modal kerja dan multiguna, dengan jaminan berupa kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, alat berat, mesin, properti, dsb.

Informasi lebih lanjut tentang layanan keuangan BFI Finance bisa kita temukan di berbagai medsosnya, yaitu :

  • Situs resmi: https://www.bfi.co.id/
  • Instagram: @bfifinance
  • Facebook: BFI Finance
  • Twitter: @BFIFinance
  • YouTube: BFI Finance Official

29 Replies to “Tips Aman Mencicil Pinjaman”

  1. Wiss, kalo ngomongin perkara utang dan cicil-mencicil, memang auto bikin MECICIL yo mbaa 😀
    Pokoke, semogaaa semua orang bisa melakukan financial planning dgn baik.
    supaya survive!

  2. Aku baru dengar tentang BFI FInance mom, keren ya, sudah go public dan pasti makin yakin karena sudah terdaftar di OJK.

  3. “Hindari Meminjamkan Data Untuk Pinjaman Orang Lain,”
    Duh ini perlu banget jadi catatan nih! Jangan pernah deh meminjamkan data pribadi kita untuk pinjaman orang lain. Jangan sampai niat baik kita malah jadi bumerang bagi diri sendiri.

  4. Wah iyaa, jangan sampai deh meminjamkan data kita untuk pinjaman orang lain, sereem kan kalo ujung-ujungnya si peminjam tidak bisa bayar ntar kita sebagai pemilik data yang harus menanggungnya hiks.

  5. Wah BFI Finance tempat kerja pertama suamiku saat belum nikah nih. Setuju dengan tips aman mencicil pinjaman, jangan sampai untuk gaya hidup mengajukan pinjaman. Saya dan suami juga berprinsip begitu, hanya pernah punya pinjaman untuk KPR dulu dan kini untuk modal usaha.

  6. Setuju boleh punya cicilan tapi untuk pinjaman yang memang berguna bukan gaya hidup. Saya juga msh punya nih cicilan rumah, greget pengen buru2 lunas

  7. Penting sekali menjaga gaya hidup dan kedisiplinan pembayaran ketika seseorang melakukan pinjaman dana. Idealnya dana yang sudah digenggam, dimanfaatkan unutuk usaha produktif ya mbak, bukan untuk mencapai keinginan melainkan kebutuhan saja. BFI Finance bisa menjadi solusi bagi mereka yang memerlukan.

  8. Mengetahui kondisi keuangan kita ini sangat penting. Supaya kita. Isa mengukur kemampuan. Pastinya ya harus ditunjang juga dengan gaya hidup yang menyesuaikan dengan kemampuan. Jangan besar pasak daripada tiang…

  9. Seram banget kalau ada yang pinjam data diri buat pinjam uang itu. Pernah liat kejadian gitu soalnya. Yang punya utang kabur, akhirnya yang ditagih yang pinjamin data itu. Kesian banget, mpe jual mobil.

  10. Saya dulu kredit motor juga pakai jasa BFI Finance mbak. Prosesnya cepat, dan alhamdulillah bisa membayar cicilan tepat waktu.

    Emang ya, jangan sampai deh berhutang untuk memenuhi gaya hidup aja. Kelihatannya di luar wah, padahal kalau malam gelisah gimana caranya mencicil hutang

  11. Kalau untuk berhutang memang sebaiknya benar-benar diperhitungkan apakah kita mampu membayar cicilannya. Apalagi kalau misalnya berhutang buat barang konsumtif. Wah kayaknya mending nabung dulu ya ketimbang pusing mikirin cicilan melulu

  12. aku setiap beli motor, ikut di BF Finance mbak
    sudah 3x hehe
    memang saat mau mengajukan pinjaman harus disesuaikan dengan kemampuan ya mbak

  13. Selain mengetahui kondisi keuangan, menggunakan pinjaman atau kredit untuk hal produktif ini wajib. Sayangnya, bayak yang pinjam gara-gara gaya hidup. Aku pun sangat menghindari ini. Dah hidup biasa aja daripada utang

  14. Betul sekali, kalau mau melakukan peminjaman harus dengan banyak pertimbangan. Harus benar-benar untuk kebutuhan, jangan hanya mengikuti gaya hidup.
    Keluarga saya sendiri memilih menghindari memiliki cicilan barang, kecuali cicilan rumah, itupun sekarang sudah lunas. Jadi lebih tenang.

  15. Iya betul mbak banget sebisa mungkin kredit itu yntuk hak produktif bukan untuk kebutuan konsumtif. Harus sesuai kemampuan juga & memastikan bisa bayar. Nah selanjutnya menentukan jasa kredit juga harus hati-hati & terjamin di OJK

  16. Iya mbak, penting banget teliti memilih lembaga peminjaman ini ya. Harus yang diawasi OJK agar tidak kena peras karena konsekuensi meminjam tentu saja kita harus membayar sesuai dengan perjanjian yaa.

  17. Sepakat banget nih pelajari dan memahami tempat pinjaman bukan sama teman sendiri pun sebab kalo perkara utang nih ,macet aja kawan bisa jadi lawan kan. Kata orang Bengkulu uang tuh gak bersaudara, hahaha

  18. Meminjam uang memang kudu banget diteliti pengeluaran tiap bulan gimana, eh…apa sih namanya?
    General check up untuk finansial dalam keluarga yaa..?
    Semoga kita bisa memanfaatkan uang dengan baik sesuai denan kebutuhannya.

  19. Aku pun kadang masih butuh pinjol buat urusan yang kepepet. Tapi bener-bener dipikirin mateng buat strategi bayarnya. Nah, penting banget emang pilih jasa pinjol yang udah OJK biar aman.

  20. Kalau sudah terjerat hutang emang sulit banget kayak enggak ada harapan tapi ya Allah Maha Kaya, ada aja jalan ya buat mencicil pinjaman, sangat sampai hutang menumpuk jadi warisan hiks…

  21. Ini juga yang sempat dipikirkan saat akan mengajukan pinjaman, biaya cicilannya harus jelas supaya tidak sampai macet di tengah jalan. Kalau dirasa belum ada mending ditahan dulu deh meminjamnya.

  22. Urusan pinjam meminjam ini harus benar-benar konsisten dan disiplin. Jangan sampai merugikan satu sama lain, termasuk untuk menunda membayar heuheu.. Jadi, sekiranya kalau kita merasa mampu nyicil, hayuk aja..kalau nggak mampu, nggak usah dipaksain…bener nggak mas anang??wkwkwk..tuh kan, latah gara-gara ada mas anangnya

  23. Setuju banget dengan semua tips-tips di atas, Mbak. Mencicil itu perlu pertimbangan yang matang sebelum kita mengambil pinjaman uang atau barang. Dan gaya hidup kita juga harus makin hemat kalau sudah punya tanggungan cicilan.

  24. Maunya enggak mengajukan pinjaman, tapi terkadang ada kebutuhan dan tabungan enggak ada, sebelum mengajukan pinjaman, biasanya aku mikir berapa suku bunganya, terus memperhitungkan biaya bulanan juga

  25. ah iya, tips aman mencicil pinjaman salah satunya ya dengan cara memilih lembaga pembiayaan yang recommend seperti BFI Finance ini ya mbak

  26. Ya, kalau persoalan pinjam meminjam memang butuh pertimbangan secara matang terlebih ketika jatuh tempo pembayarannya. Itu menjadi pertimbangan jika ingin meminjam. Namun, kita harus juga selektif dalam memilih lembaga peminjakan yang terpercaya, contohnya BFI Finance ini

  27. Waaah kalau untuk pinjaman memang harus teliti ya kak. Apalagi saat ini banyak pinjaman online. Makasih kak tipsnya

  28. yang penting harus bisa menyicil sebelum mengajukan pinjaman ya?

    dan sebisa mungkin meminjam untuk kebutuhan produktif ya?

  29. Zaman sekarang kebutuhan semakin banyak, itulah sebabnya kita harus selektif menentukan mana kebutuhan yang utama, sekunder atau ternyata hanya keinginan karena tuntutan gaya hidup. Kalo sampai berhutang diusahakan untuk menambah produktifitas, setuju banget ama tulisan Mbak.

Tinggalkan Balasan