Tribute To Nimas Aksan

Kereta api yang membawa saya dari Jakarta akhirnya sampai juga di Cirebon. Siang yang terik..waktunya pas untuk makan siang. Tapi enaknya makan dimana?Sambil berpikir enaknya makan apa, saya menyapa seorang perempuan yang sudah mengabari lewat ponsel kalau akan menjemput di stasiun.

Kesan pertama saya sosok ini sangat ceria. Setelah saling mengenalkan nama, dia mengajak saya ke warung empal gentong masih dalam area stasiun. Beuhh nikmatnya tiada tara sampai saya nambah jadi makan 2 porsi waktu itu.  Perempuan berpenampilan sederhana itu kemudian menemani saya ke hotel tempat saya akan menginap selama di Cirebon.

Di kamar hotel kami sempat ngobrol sebentar sambil menikmati sirup Tjampolay pink yang dingin, sajian welcome drink pihak hotel. Saya sempat mengajaknya untuk menemani saya tidur di hotel, tapi dia menolaknya. Ah ya.. dia sudah berkeluarga..jadi tentu saja tidak bisa menemani saya tidur di hotel.

Selama sekitar 2 minggu di Cirebon saya ditemani perempuan yang waktu itu sudah punya 1 anak. Ya karena perempuan ini bekerja sebagai reporter di sebuah radio swasta partner tempat saya bekerja. Keliling mengumpulkan bahan liputan, mengerjakan bahan dari lapangan di studio, mampir ke mall sebelum ke hotel, icip-icip kuliner khas Cirebon, bercerita tentang berbagai hal saat di angkot… Ahh… Kami merasa dekat sekali meski baru pertama berjumpa.

Salah satu yang berkesan adalah saat kami liputan ke Indramayu, mengangkat tentang maestro topeng Mimi Rasinah. Duh..unforgetable banget deh…

Saat bertugas di Cirebon ini juga saya mengenalkan berbagai hal yang berhubungan dengan teknologi. Hahah..saya selalu tertawa kalau ingat tentang ini.. Tapi saya akui kalau perempuan yang juga bertugas sebagai penyiar ini fast learner, tidak mudah pustus asa. Saya suka dengan partner kerja yang begini.

Selesai tugas pertama saya ke Cirebon, dan sempat 1-2 kali ke Cirebon lagi untuk menunaikan tugas serupa, kami kemudian tak lagi pernah berjumpa. Sempat lost contact, tapi kemudian terhubung dengan media sosial.

Dari media sosial saya tahu ternyata perempuan ini akhirnya aktif menulis dan sangat terkenal sebagai penulis cerpen/novel. Salah satu karyanya akhirnya mendarat juga di Madura, dan saya berjanji akan mereviewnya di blog.

Selebihnya kami hanya say halo dan saling berkomentar di media sosial.

Sampai pada suatu pagi Februari 2021, sahabat perempuan ini mengabarkan di Facebook kalau perempuan yang pernah menjadi calon legislative itu tutup usia. Innaalillahi wa innailaihi rojiun. Ia terpapar virus yang sedang menjadi musuh kita bersama. Meninggalkan keluarganya, sahabatnya, teman-temannya, juga karya-karyanya yang menurut saya keren banget.

Berita kepergiannya membuat saya kembali mengingat saat bersamanya di Cirebon sekitar tahun 2006-2007. Sayang foto-foto kebersamaan kami waktu itu tak terdeteksi keberadaannya.

Nimas Aksan, semoga Allah SWT menempatkanmu di surgaNya, keluarga yang kamu tinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Husnul khotimah ya say….Aminnn… Alfateha.

24 Replies to “Tribute To Nimas Aksan”

  1. Semoga husnul khotimah beliau ya.
    Sedih banget dapat kabar ini.
    Semangatnya semoga menular untuk kita semua.

  2. Ikut berduka ya mba. Semoga segala amal baiknya diterima Allah. Keluarga juga Allah berikan kekuatan serta ketabahan. aamiin

  3. Innalillaahi wainna ilaihi raaji’uun. Ya Allah sedih banget baca tulisan mbak Diane ini. Ternyata teman mbak ini cukup dikenal ya namun orangnya rendah hati. Kebersamaan yang sebentar saja bisa meninggalkan kesan baik dan pertemanan yang berkualitas.

  4. Sekalipun saya tidak mengenal beliau, namun turut ada perasaan terhilang membaca postingan Mbak Diane.
    Terlebih, saya juga sempat tinggal di Cirebon walau hanya tiga bulan lamanya.
    Rest in Peace Nimas Aksan.

  5. Wah aku ga nyangka endingnya kalau sahabatmu ini ternyata meninggal dunia, Mak. Semoga almarhumah mendapatkan alam kubur yang lapang dan terang, ya. Aku pernah nih maen ke Cirebon dua kali. Empal gentongnya enaaaak banget. Walau cuacanya cukup panas buatku tapi kulinernya enak-enak

  6. Jadi pengen baca karya-karyanya Nimas Aksan. Apalagi aku pun belum sempat kenalan dengan dia ya kan, jadi ya kenalan dengan apa yang menjadi buah karyanya deh.

  7. Semoga beliau khusnul khotimah.
    Berita kematian teman/saudara/sahabat yang tinggal jauh emang selalu mengagetkan ya mbak. Usia memang tak ada yang tahu

  8. Semoga beliau husnul khotimah ya mbak… Walaupun sudah pergi tapi karyanya akan selalu dikenang oleh banyak orang dan juga dirimu. Baca perjalanan ke Cirebon bikin kangen sama kulineran Cirebon.

  9. Ya Allah Nimas Aksan, saya membaca status Ceko Spy temannya dan juga cerita dia di Storial, Senandung Rindu, bagus banget sayang cerita itu berhenti di bab 7. Nimas Aksan memang pas digoogling, ceritanya bagus-bagus, sempat beberapa kali jadi ftv. Semoga husnul khatimah.

  10. Ya Allah, betapa indahnya di kenang akan kebaikannya. Ikut mendoakan yg terbaik, semoga beliau mendapat tempat terbaik disisi-Nya, semoga husnul khotimah. Senang sekali pernah berkesempatan bersama beliau ya

  11. Duh, turut berduka cita yah mbak
    Semoga beliau tenang di alam sana, sediiiih baca ceritanya
    Pastinya perjalanan ke Cirebon saat itu berkesan banget yah mbaak

  12. Ya Allah ikut berduka cita mbak, sedih ya mbak klo kita kehilangan orang yg kita kenal, apalagi karena virus ini
    ah semoga pandemi ini segera berlalu
    Kita semua sehat sehat

  13. Teman terbaik itu bisa datang dari mana saja dan bagaimana pertemuannya ya, Mbak.
    Meski Nimas Aksan telah meninggal dunia, tetapi karyanya tetap menjadi bacaan dan semoga dilapangkan kuburnya dan amal perbuatannya diterima oleh Allah SWT.

  14. Ya Allah.. usia berapa ya, Mba Nimas Aksan nih? Semoga buku-bukunya jadi amal jariah beliau ya. Kan ada pepatah, gajah meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang dan manusia meninggalkan tulisan/buku. Hal itu yang bisa dikenang orang kalau kita punya tulisan ya, Mba.

  15. Innalillahi wa Inna ilaihi raajiun, semoga husnul khotimah, aamiin.
    Ya Allah mbk, kaget banget pas baca endingnya :(. Meskipun sudah tiada, karyanya akan tetap di hati para pembacanya

  16. Turut berduka cita, Mbak. Semoga diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya. Aamiin

  17. Turut berduka cita.
    Semoga Allah tempatkan di sebaik-baik tempat di sisiNya.
    Allahumma firlaha warhamha wa`afihi wa`fu`anha.

  18. Innalillahi wainna ilaihi rajiuun, semoga husnul khotimah.
    Ya Allah, saya baru tahu kalo beliau meninggal. LAma gak buka facebook. Turut berduka cita, mbak

  19. Duh enaknya makan empal gentong, aku cuma tahu namanya gak pernah makan wkwkwk
    Sblm pandemi tu planning mau ke Cirebon, seringnya nglewatin aja kalau mudik dr Jkt ke Sby. Moga nanti ada kesempatannya.
    Turut berbelasungkawa atas kepergian temannya mbak 🙁
    InsyaAllah karya2nya abadi ya

  20. Huhu ceu Nimas, jadi sedih lagi. Aku ketemu beliau 3 Kali. Di Banten, sewaktu ke Rumah Dunia-nya Mas Gola Gong; di Jakarta waktu launching buku antologi Kelas Cendol; dan di Bandung saat Cendolers Bandung bikin workshop. Ceu Nimas orang yang baik, care, super, dan selalu riang. Langsung akrab aja walopun pertama ketemu. Dia seumuran juga sama aku. Keingetan juga cerita sedih dia dengan anak sulungnya yang jauh dari dia. Kebaikannya, sakit yang dialaminya, dan karya-karyanya semoga menjadi amal kebaikan untuknya. Insya Allah Ceu Nimas husnul khotimah.

  21. Semoga alm Husnul Khatimah.

    Dari karyanya pasti akan banyak kenangan ya mba. Baca tulisan ini jadi kangen main ke Cirebon juga.

  22. Ya Allah
    Corona makin merajalela dengan berbagai bentuk mutasinya
    Sejak saat dia datang, sejak saat itu pula saya sudah tidak berani kemana mana jika tidak sangat mendesak

  23. Turut berduka cita, dari cerita mbak orangnya pasti sangat menyenangkan moga husnul khatimah

  24. innalillahi wainna ilaihi rojiun, semoga beliau hustulkhotimah ya mba.. Dan benar sih, bertemu orang baik itu bakal membuat kita jadi tambah bersemangat dan mendapatkan banyak insight ya mba… Semoga makin banyak orang baik di bumi ini

Leave a Reply