Menyiapkan PTM (Pembelajaran Tatap Muka)

Anak-anak mulai berhenti PTM (Pembelajaran Tatap Muka) Maret 2020. Sejak itu yang namanya seragam, tas sekolah, kotak bekal, sepatu otomatis menganggur. Aktivitas anak beralih ke depan laptop atau gadget untuk mengikuti palajaran dan mengerjakan tugas. Semua jadi bergantung pada kekuatan sinyal.

Ketika akan memulai PTM pada bulan Juli-Agustus 2020 pihak sekolah mengedarkan surat pernyataan bersedia atau tidak anak-anak ikut PTM. Saya menyatakan tidak setuju. Karena memang belum pasrah saja melepas anak-anak, baik yang sekolah di SD kelas 6 maupun yang kelas 2 SMP. Walaupun perlengkapan protokol kesehatannya sudah saya lengkapi, seperti masker, face shield, hand sanitizer, dll.

Menemani anak-anak beraktivitas di club renangnya

Jadi sempat siswa di Sumenep sebagian masuk sekolah, tapi anak-anak saya tetap di rumah saja. Aktivitas di luar rumah anak-anak hanya renang saja di clubnya mulai Juli. Kok boleh renang? Ya karena saya bisa ikut memantau selama anak-anak renang, waktu renang juga singkat (sekitar 2 jam saja), tidak banyak interaksi dengan orang lain ( datang hanya pemanasan, renang terus sampai selesai, bilas di rumah). Di hari Minggu ada latihan fisik kadang bersepeda juga.

Sumenep Zona Merah

Update Kominfo Sumenep 11 November

Setelah sempat mengijinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan PTM, pemerintah daerah kembali melarang PTM karena angka kejadian  positive covid-19 bertambah lagi. Bukan hanya yang positive, yang meninggal juga ada. Bahkan tetangga tak jauh dari rumah 3 anggota keluarganya meninggal karena virus mematikan ini.

Setidaknya ada beberapa kecamatan di Sumenep yang jadi zona merah, diantaranya kecamatan Saronggi, Ambunten, Kalianget, dan kecamatan Kota Sumenep tempat saya tinggal. Tapi kecamatan kota Sumenep gak menerapkan lockdown atau PSBB atau bentuk pembatasan lainnya. Tetap aja bebas gaes…hehhe. Ada sih kecamatan Saronggi yang sempat menutup akses selama beberapa minggu.

Kalau tempat wisata sampai saya memposting tulisan ini masih ada beberapa yang tutup, terutama yang dikelola oleh pemerintah. Diantaranya Pantai Lombang, Museum Keraton Sumenep, dan Pantai Slopeng. Tapi tempat wisata yang dikelola swasta sudah buka mulai setelah lebaran lalu.

Menyiapkan PTM

Memasuki bulan November, saya melihat informasi di Instagram Kominfo Sumenep beberapa wilayah Sumenep mulai hijau dan sebagian besar kuning. Termasuk yang tadinya zona merah. Agak lega ya…. Forum kelas yang SD berinisiatif untuk mengadakan pertemuan orang tua murid membahas rencana PTM khusus kelas 6 saja. Karena pertengahan November siswa kelas 6 akan mengikuti ujian Al-Quran hafalan 2 juz. Saat pertemuan tersebut, sebagian besar ortu setuju PTM dan bahkan full day seperti sebelum musim virus gak keberatan. Saya sendiri wait and see dulu deh ya…

Akhirnya saya mengijinkan anak saya untuk ikut PTM khusus persiapan ujian Al-Quran mulai Sabtu-Minggu awal November. Saya menyetujui karena kan yang masuk ke sekolah tidak terlalu banyak siswa, hanya kelas 6. Jam belajar juga mulai jam 8 sampai jam 12 saja. Anak-anak bergantian ada yang belajar di masjid, ada juga yang di kelas, dengan pengaturan tempat yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Boleh dibaca juga nih : Susu untuk Anak 

Saya semakin yakin dengan penerapan protokol kesehatan di sekolah setelah pihak forkel juga aktif mengirim foto anak-anak saat di sekolah, dan aktiv memantau setiap hari. Ya meskipun setiap pulang dari sekolah…selalu ada laporan dari bocah kalau ada saja temannya yang berkerumun, melepas masker, dan becandanya termasuk pelanggaran prokes (ini masih jadi PR bagi semua pihak yang aktif mengawasi).

Foto Forkel saat siswi belajar di masjid

Setelah mengikuti PTM khusus persiapan ujian Al-Quran (full selama 6 hari mulai jam 8 sampai jam 1 siang), sekolah juga mulai menyiapkan PTM dengan pelajaran normal tapi hanya 2 kali dalam seminggu. Dan saya menyatakan SETUJU di surat pernyataan untuk ikut PTM ini. Tapi sebelumnya saya juga konsultasi ke teman yang juga tenaga medis..

Well..apa aja nih persiapannya untuk PTM?

  • Seragam adalah pertama kali yang saya cek..secara udah 8 bulan lebih gak pake seragam dan anak-anak lagi bertumbuh pesat.. (2 hari pertama masih pakai baju bebas sih..nah selanjutnya seragam). Udah pasti lah seragamnya sesak dan cingkrang. Apalagi seragam sekolah yang SD kan gak ada yang jual, mau jahit gak keburu.. Jadi ya usaha cari pinjaman atau lungsuran deh. Kalau sepatu Alhamdulillah belum lama ini anak-anak dapet hadiah.
  • Peralatan jelas ya..masker (termasuk cadangannya), face shield, hand sanitizer (meskipun di sekolah juga disediakan cuci tangan dan hand sanitizer juga), minyak telon ekaliptus.
  • Bekal makanan dan minuman (kalau ini sih emang udah biasa ya..). Kalau full sampai jam 13 saya bawakan bekal makan siang sekaligus.
  • Alat sholat, mukena dan sajadah biasanya juga bawa tapi ditinggal di sekolah, kali ini tetap dibawa pulang.
  • Kondisi fisik yang sehat, untuk ini saya menjaga agar anak tidak kecapekan, cukup makanan bergizi, cukup minum air putih, cukup istirahat, dan minum vitamin kalau diperlukan.

Persiapannya sederhana sebenarnya. Yang gak sederhana situasinya ya…hehe…Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat ya…pandemi juga segera usai… Semangat sehat selalu!

 

You may also like

28 Comments

  1. Anakku sudah dua minggu ini mulai PTM. Tapi baru seminggu sekali sih masuknya dan hanya 1,5 jam.
    Tapi minimal anak ada interaksi sama sekolah dan teman-teman barunya. Berharap keadaan segera kembali kondusif, huhu

  2. Kemarin baru ngecek ternyata sepatu anakku sudah nggak muat. Hahaha. Tapi di Tangerang belum diberlakukan Pembelajaran Tatap Muka, sih, sampai tahun ajaran baru nanti. Semoga semuanya semakin membaik, ya. Tapi meski keadaan membaik kayaknya masih tetap harus memberlakukan protokol kesehatan terus menerus.

  3. Keponakanku yang SMK udah PTM tapi paling masuk beberapa kali aja dan itu gak lama. Kalau yang anak-anak, masih pada di rumah dan daring. Ngaji masuk karena gak lama dan yang datang gak banyak. Kudu sama-sama sabar

  4. Anakku SMA kelas 3 di Kota Malang belum PTM, mba. Yang sudah itu kelas 1 dan kelas 2. Kemarin orang tua diberi polling lagi, tetep aja sih ku keberatan hehe. Semoga badai lekas berlalu. Semoga kita semua sehat dan selalu dalam lindunganNya. Aamiin YRA

  5. alhamdulillah sumenep sudah mulai hijau ya mba, semoga seterusnya begitu, kami disini masih kuning, masih belum ketahuan kapan belajar offline huhu, tetap semangat tetap bersabar, sehat sehat terus ya mba 🙂

  6. Semoga kita semua selalu sehat ya. Semoga pandemi juga segera pergi, biar anak-anak bisa “menjauh” lagi dari gadget. Kembali ke kertas dan ketemu guru dan teman-temannya

  7. Tenang rasanya ya melihat foto yang dikirimkan sama guru/ustadzah anak. Semoga situasi membaik terus ya Mbak Dian sehingga kita gak waswas sama sekali mengizinkan anak sekolah.

  8. Wah, jadi beneran tuh ya OTM bakaln dilakukan segera? Pastinya kita kudu mempersiapkan perbekalan semua lengkap ya mom. Mulai wadah makanan dan minuman, perlengkapan sholat, segaram dll punya sendiri2, jangan pinjam2an segala hehehe 🙂

  9. Mbak, saya bingung dengan kalimat di awal artikel: Anak-anak memulai PTM (Pembelajaran Tatap Muka) Maret 2020.
    Sepertinya salah kata: “mengakhiri” ya…dan memulai Pembelajaran Jarak Jauh
    Di Jakarta belum ada kabar kapan mulai PTM, jadi masih daring sekolahnya

  10. Kalau sekolah anak-anak saya sejak awal tahun ajaran memang sudah bilang sampai Desember gak ada kegiatan tatap muka. Gak tau nih begitu masuk semester kedua. Apakah akan mulai tatap muka atau masih lanjut PJJ. Jadi saya pun mulai siap-siap aja

  11. Alhamdulillah senengnya udah mulai bs tatap muka yaa…
    Anak2ku dah bosan banget nih.
    Tp harapan utk bs tatap muka di sekolah masih jauh kayaknya…
    Status zona merah msh blom berganti.
    Semoga cepet berlalu dan anak2 bs sekolah lg

  12. Masih gak rela ya Mba mengijinkan anak PTM. Jangankan anak kecil, orang dewasa saja banyak yang abai dengan protokol kesehatan. Semoga pandemi berlalu, dan anak-anak bisa sekolah dengan normal.

  13. Wah udah mulai PTM ya, semoga anak-anak diberikan kesehatan dan imunitas yang bagus ya mbak. Kalo di Semarang, kayaknya masih PJJ karena anak kuliah aja juga kuliah daring. Aku udah gak ada anak sekolah, si bungsu udah jadi mahasiswa

  14. Persiapannya jadi lebih banyak lagi ya mbak, apalagi masih pandemi gini ya. Paling utama memang selalu mengingatkan anak-anak untuk tetap mentaati protokol kesehatan ya. Anakku pun suka nanya “kapan aku masuk sekolah?”

  15. Di sekolah anakku belum diberlakukan PTM, mba. Beberapa bulan yang lalu sempat ada rapat komite sekolah, membahas tentang hal ini. Kebanyakan sih setuju, tapi sampai sekarang juga belum diputuskan untuk PTM kembali di sekolah. Semarang masih merah terus nih statusnya.

  16. Keinget ponakan yang sangking kangennya bisa tatap muka bareng teman2 sekolah. Sampai pakai seragam sekolah saat di rumah waktu PJJ gitu
    Tpapi setelah hari raya itu, udah ada tatap muka tapi dari siswa per kelas dengan wali muridnya gitu mbak, Cuman seminggu dua kali, dari jam 9-10 an utk kelas 2 itu
    Smoga ananda tetap sehat sehat semuanya ya

  17. Sekolah anakku rencana bulan januari mulai ptm mba. Sebelumnya minta persetujuan ortu dulu. Ditempat kami udah zona kuning. Kemarin sempet ijo padahal. Alhamdulillah kasus menurun memang. Semoga semua lekas normal ya

  18. Senangnya…
    Anak-anak pasti menyambut PTM dengan antusias yaa…
    Mamak yang pusyiang karena mereka selama dirumahaja bertumbuh dengan cepat.
    Hehhee..

    Selamat menuntut ilmu, sholiha..

  19. Ikutan seneeeeng dengan sekolah yang udah mulai PTM walau hanya beberapa kali dalam seminggu. Melihat fenomena sekolah online, rasanya kadang sediiih kalau udah liat temen-temen orang tua dan putra putrinya yang ngerasa lebih gampang kelelahan. Semoga sebentar lagi bisa full PTM ya Maaak

  20. Semoga segera pulih dari pandemi ini ya negeri ini. Sedih juga kalo melihat anak-anak yang kangen sekolah,kangen temannya, tapi karena daerahnya masih memerah jadi gak bisa PTM. Semoga yang udah PTM juga tetap menjaga protokol kesehatan. PR banget nih bagi bundanya agar anak-anak tahu dan memahami gimana pelaksanaan PTM. Otomatis kan nggak ada waktu main bareng teman juga ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *