Menyiapkan Pariwisata Madura Menuju New Normal

Menyiapkan Pariwisata Madura Menuju New Normal. Seperti tempat pariwisata pada umumnya, saat lebaran sampai 7 hari lebaran (lebaran ketupat) adalah waktunya panen. Masyarakat menikmati waktu libur di tempat-tempat wisata. Tapi tahun ini tentu semuanya tak berlaku. Semua tempat wisata ditutup, warga tak bisa berkunjung ke tempat-tempat wisata mana pun. Entah wisata alam, wisata buatan, wisata minat khusus, semuanya. Begitu pun dengan tempat wisata di Madura.

Pariwisata-madura
Pantai Ekasoghi-Sumenep

Tempat wisata di Madura tersebar di 4 kabupaten. Kabupaten Bangkalan yang letaknya di ujung bagian barat punya Bukit Jaddih, Bukit Arosbaya. Kabupaten Sampang ada Air Terjun Toroan, Pantai Lon Malang, Pantai Camplong. Bergeser lagi kea rah timur ada kabupaten Pamekasan dengan tempat wisata Pantai Jumiang, Wisata Mangrove Lembung, Kampung Wisata Toron Samalem, Puncak Ratu,Pantai talang Siring dsb. Nah kalau di kabupaten Sumenep di ujung timur lebih banyak lagi…Gili Iyang, Gili Labak, Gili Genting, Pantai Lombang, Pantai Slopeng, Pantai Ekasoghi, Gua Soekarno, Boekit Tinggi, Museum Keraton Sumenep, dll.

Ya..semua tempat tersebut sejak Maret sudah tidak boleh menerima wisatawan alias ditutup. Termasuk saat lebaran seperti sekarang. Sementara pemerintah kan mulai mewacanakan pola hidup yang baru dengan menerapkan new normal. Gaya hidup yang menyesuaikan dengan keadaan pandemi. Boleh bepergian, boleh ngemall, boleh berwisata…asaaallll… ya memang ada syaratnya, diantaranya ya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Wajib memakai alat pelindung diri (minimal masker kain), rajin mencuci tangan, jaga jarak minimal 1,5 meter.

Pentingnya Pariwisata bagi Madura

Bagaimana pariwisata Madura menyikapi rencana pemerintah ini? 31 Mei 2020 lalu saya berdialog berdialog virtual dengan nara sumber utama Vicky Faisal, Ketua Asosiasi Pariwisata Madura. Event online yang disponsori Smartfren Community ini menggunakan sarana aplikasi zoom dan disiarkan live di chanel Youtube Smartfren Community.

Dalam kesempatan tersebut Vicky mengawali dengan memperkenalkan pariwisata Madura yang memang potensinya sangat besar. Bukan hanya wisata alam, tapi juga wisata budaya, kuliner, dan religi.Meskipun ada anggapan di kalangan masyarakat Madura sendiri bahwa pariwisata merupakan kegiatan maksiat yang lebih banyak mudaratnya.

Pariwisata Madura menjadi penting karena 5 hal, yaitu :

  • Madura punya keragaman dan kekayaan daya tarik wisata yang unik khas
  • Pariwisata bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang besar
  • Pariwisata bisa menjadi sarana melestarikan budaya dan sumber daya alam terutama bila dikelola oleh warga sekitar.
  • Pariwisata efektif dalam pemberdayaan sumber daya masyarakat
  • Pariwisata berperan dalam membangun kekhasan dan branding daerah

Apalagi hal-hal yang menunjang pariwisata Madura saat ini tergolong memadai meskipun belum seperti di daerah tujuan wisata yang sudah popular. Untuk urusan atraksi, amenities, aksesbilitas, dan layanan tambahan lainnya sudah cukup lah ya untuk membuat wisatawan betah berwisata di Madura.

Adaptasi Pariwisata Madura terhadap Kondisi Pandemi

Pariwisata-Madura
Sumber : Presentasi Menyiapkan Pariwisata Madura menuju New Era

Kalau berbagai pihak memperkirakan bahwa kondisi pandemic ini bakal berlangsung lama (bisa 1-2 tahun) tentu tidak bisa berdiam diri terus menerus di rumah saja. Kehidupan harus berlanjut, ekonomi harus terus bergerak. Karenanya harus ada hal-hal yang dilakukan menyesuaikan situasi seperti sekarang. Termasuk pariwisata.  Bukan tak peduli dengan kesehatan ya…tapi memang dituntut agar bisa tetap hidup di tengah badai. Bukan juga buat gaya-gayaan.

Apa saja penyesuaian yang bakal diterapkan dalam era new normal nanti?Menurut Vicky yang juga sebagai pengurus Asosiasi Pelaku Pariwisata DPD Jawa Timur, pariwisata perlu membangun kepercayaan domestic dan internasional dengan menciptakan destinasi yang menerapkan protokol CHS (Cleanliness, Health, Safety). Tahapannya mulai dari membuat materi-materi panduan untuk pengelola pariwisata,pelatihan, simulasi, sosialisasi dan publikasi, sampai akhirnya uji coba destinasi.

Baru setelah itu diperlukan promosi kepada khalayak tentang destinasi yang dianggap sudah siap dalam menerapkan protokol CHS ini.

Adaptasi juga dilakukan oleh penunjang lainnya, yaitu transportasi, atraksi, akomodasi, dan lainnya. Bahkan kalau sebelumnya tidak ada label atau sertifikasi terkait kebersihan maka sekarang bisa jadi itu dibutuhkan untuk membuat wisatawan yakin dengan keamanannya.

Beberapa peserta di zoom adalah pelaku pariwisata di Madura, salah satunya bapak Sahril pengelola wisata mangrove di Sepulu Bangkalan. Dalam dialog ini bapak Sahril menyampaikan bahwa tempat wisatanya juga belum dibuka. Ia berharap ada persiapan yang matang dalam menghadapi era New Normal .

Tetapi yang paling mudah (tampaknya) memang mendisiplinkan diri untuk memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, jaga jarak.

Saya yang menjadi host atau moderator dalam dialog ini juga punya harapan pandemic ini segera berakhir lah..pariwisata dan ekonomi bisa bangkit dan cepat pulih ..kita pun bebas lagi bepergian dengan tenang tanpa khawatir terpapar virus yang berbahaya ini.

Terima kasih untuk narasumber, peserta di zoom dan Youtube live, teman-teman leader Smartfren Community yang sudah support, dan tentu saja untuk Smartfren yang aktif mensupport aktivitas online semacam ini. Rekaman dialognya bisa disimak  disini ya… Sampai jumpa di event lainnya…

 

You may also like

47 Comments

  1. Akhirnya terjawab sudah pertanyaan di benakku. Jadi, tahun lalu aku diajak seorang teman menyeberang dari Surabaya ke Madura. Sewaktu melewati jembatan Suramadu, aku tanya sama dia, “Memangnya ada destinasi wisata apa di Madura, kok sampai dibuatkan jembatan segini panjang dan bagusnya?” Kan makan biaya banyak.

    Temanku bilangnya di Madura nggak ada apa-apa, wkwkwk … Oalah, ternyata bukannya nggak. Dia yang nggak tahu. Kapan-kapan ke Surabaya lagi, minta diajakin piknik ke Madura, ah. Kan udah tahu ternyata ada banyak, hihihi …

  2. Semoga semua bidang pariwisata segera berbenah menerapkanprotokol CHS (Cleanliness, Health, Safety). Seremnya, saat masih PSBB, di kota saya banyak yang pergi berwisata. Padahal belum new normal pemberlakuan prosedurnya. Semoga nanti bisa pada terbiasa.

    1. Semoga ya mba prosedur CHS juga dipatuhi oleh masyarakat. Suka gemes deh kalau lihat pemerintah udah nerapin ini itu, tapi rakyatnya banyak yang abai. Kapan selesainya coba ya pandemi ini kalau caranya begitu.

  3. Oalah tempat pariwisata selama pandemic memang tutup ya, saya pikir karena orang-orang memang mengurangi aktifitas di luar. Soalnya Mall di Surabaya kan masih buka. Kebun Binatang Surabaya juga kayaknya buka deh

    Jika new normal beroperasi rasanya butuh usaha lagi mengenalkan potensi daerah Mbak. 3 bulan gak ke mana-mana lupa sudah bagaimana nyusun itinerary hehe

  4. Sering banget denger cerita dan melihat foto temen-temenku mengenai wisata-wisata di Madura. Dan ak setuju bahwa Madura memiliki daya tarik wisata yang khas buat para pengunjung nya. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga aku bisa mengujunginya langsung. Amin

  5. Benar sekali, Mbak Diane. Biasanya setiap tahun, istilah panen wisata itu ya pas hari lebaran. Makanya tempat wisata sudah mempersiapkan diri sejak masuk awal puasa. Termasuk wisata Kebumen juga. Tapi sekarang semua wisata ditutup dan otomatis tidak ada pemasukan ya, Mbak. takutnya malah tempat wisata rusak, karena tidak ada dana perawatan.

    Semoga pandemi segera berakhir. Dan saya kebetulan belum pernah ke Madura, agar bisa ke sana jalan-jalan. Aamin.

  6. Semoga dgn new normal ini pariwisata bisa tumbuh dengan baik agar semua bisa beraktivitasn n produktif

  7. Sangat berharap kita bisa kembali jalan jalan karena pandemi ini bikin sedih. Semua kena dampak apalagi di daerah kampung yang biasa dijadikan objek wisata.

    Semoga ketika ini berakhir makan branding pariwisata madura kembali melejit

  8. Gak nyangka banget lho yang namanya industri pariwisata bisa kena dampaknya, Dulu kukira pariwisata hanya mati kalau pas terjadi perang, ternyata wabah juga, sad 🙁
    Bagus banget mbak dialognya mbahas masa depan pariwisata Madura, emang agaknya msh akan tertatih buat bangkit, tapi seenggak2nya kudu dipikirkan supaya masih bisa hidup buat hiburan rakyat sekaligus utk sumber penghasilan masyarakat sekitar ya.

  9. iya, new normal digaungkan, lah tapiiiiii… ada dokter anak yang menyarankan dengan tegas, sebaiknya sekolah dibuka akhir 2020!

    Lah kalo kelamaan gini,
    sektor pariwisata ya tambah “mingslek” ya mbak? Bagaimanapun, perlu ada kiat kiat mengurangi dampak penularan sajalah, kalo tutup terus, yaa Allaaah… mo jadi apa dunia!

    *terus kenapa daku curhat yaaa

  10. iyaaak libur lebaran itu kan masa panen industri pariwisata tapi sekarang ini yang kena dampak paling pertama ya sektor pariwisata

    padahal ya mbak kalau kita main ke pantai kan jaraknya jauh-jauhan dengan pengunjung lain. pokoknya ga pas rame banget.

    1. Aku baru tahun lalu, Mbak. Hanya muter-muter sebentar terus makan Bebek Sinjay, hihihi … Udahannya pulang gitu aja karena dikira di Madura nggak ada tempat wisata. Haduh, salah ternyata.

  11. semenjak anjuran di rumah aja, memang sektor pariwisata jadi terdampak banget.
    dan sekarang ada new normal, semoga tempat wisata bisa berbenah untuk megikuti protol kesehatan untuk keselamatan banyak org

  12. Semoga pariwisata segera bangkit lagi ya Mbak. kKu ya ngelu kok bayangin nanti kalau jalan-jalan lagi musti gimana. Tapi nggak mungkin kayak gini terus. Baru 3 bulan aja udah nggak kuat aku. Semoga ada jalan keluar untuk masalah ini

  13. Iya semoga bisa dibuka kembali ya tempat wisata Madura dan lainnya, tetap jaga jarak jangan sampai umpel-umpelan..biar situasi tetap aman dari bahaya tertular..

  14. ibu mertua suka cerita, kalau lebaran ketupat tuh di madura ramai. tapi sayangnya ibu ga ngajak aku ke madura pas lebaran ketupat, di hari lain

    the new normal memang ada baiknya segera dijalankan agar perekonomian bisa segera membaik, termasuk untuk sektor pariwisata. tapi ya memang tetap harus berhati-hati sih menurut aku. jangan sampai kejadian gelombang kedua yang lebih parah.

    kalau di Jakarta kemarin sudah diumumkan 20-21 juni kemuningkan tempat wisata bisa kembali dibuka.

  15. Sedih ya, karena pandemi, sektor pariwisata paling banyak kena imbasnya. Pastinya banyak juga tenaga kerja yang kehilangan penghasilan. Semoga segera berakhir situasi ini,semua orang sadar diri untuk bekerjasama memulihkan diri dengan menjalankan protokol kesehatan yang benar. Supaya kita bisa jalan-jalan lagiii

  16. Semoga pandemi segera berakhir, aamiin.. Biar bisa jalan-jalan lagi, salah satunya busa explore pariwisata di Madura. Sebelum pandemi saya sempat ke Madura, tapi baru di jembatan saja. Semoga ada kesempatan explore Madura

  17. Mendisiplinkan diri dengan protokol kesehatan itu penting banget ya Mbak, biar pariwisata new normal kita bangkit. Btw saya belum pernah ke Madura, kayaknya seru banget tuh berwisata ke Madura sambil mampir ke tempat saudara di Bangkalan. Hehe

  18. Kangen wisata lagi.. Tp tempat wisata dibandingkan pasar msh seram pasar sih menurut aku. Susah banget di pasar itu social distancing. Kalo di tempat wisata mgkn msh sangat memungkinkan untuk bs menjalankan protokol kesehatan. Smg new normal ini bs sukses diterapkan

  19. aku kangen madura
    aku kangen pulang

    new normal asal bisa pulang gpp
    ini ga bisa sama sekali masih. sektor pariwisata juga banyak yang keok ya 🙁
    semoga madura aman ya mak sehat-sehat di sana

  20. Sesuai namanya New Normal, yang pasti bakal banyak perubahan tren termasuk di sektor wisata.

    Misalnya jadi mengutamakan healthy, hygiene, safety dan security.

    Preferensi liburan juga pasti akan bergeser ke alternatif liburan yang menghindari kerumunan seperti solo travel tour, wellness tour, virtual tourism dan staycatio.

    Yang pasti jangan buru-buru membuka lagi destinasi wisata.
    Segala sesuatunya mesti dicek dulu kondisinya

    Ganbatte, dunia parawisata Indonesia!

  21. Semoga saja Madura dan sekitarnya segera terbebas dari Covid 19 sehingga pariwisata di sana bisa segera bangkit dan menopang kebutuhan ekonomi masyarakat yang babak belur.

  22. Kayaknya pemerintah memutuskan new normal karena untuk menghidupkan sektor pariwisata ya mbak. Ibuku dulu ke Maduran udah dua kali, dan aku cuma denger cerita ibu aja. Pengen ke Madura, semoga pandemi beneran berakhir secepatnya, dan kondisi ekonomi bisa pulih

  23. Iya selama masa pandemi pariwisata seperti mati suri ya, Mba. Semoga wabahnya cepat kelar deh dan kondisi new normal ini perlahan membangkitkan pariwisata yang sedang pingsan.

  24. Iya, kebayang gimana terpuruknya sektor pariwisata dengan kondisi pandemi ini ya mba. Semoga saja protokol kesehatan ini bisa diterapkan dan masyarakat bisa patuh. Harapannya sih ekonomi masyarakat kembali bergeliat meski pandemi belum berakhir.

  25. belom pernah berwisata ke Madura, wajib dikunjungi after semuanya kembali normal dan hanya baru nyebrang jembatan suramadunya aja, wajib ke sana nanti, semoga pariwisata di sana makin berkembang setelah siruasinya membaik

  26. Lebih aman dan nyaman jangan dibuka dulu ya, kak Di.
    Karena gaya hidup masyarakat yang masih santuy terhadap virus ini.
    Masku juga gak berani pulang ke Surabaya dari Bangkalan. Katanya, ngeri dek…tau Madura pada B aja.

    Tapi PNS mah…uda mulai New Normal yaa…

  27. madura itu pulau terdekat dg sidoarjo. pengen main ke sana. selama inside cm.sampai suramadu, lewat lalu balik lagi wkwkw. gak ada sanak saudara dan belum paham wisata apiknya di sebelah mana sih

  28. Sampai Surabaya menurun kurvanya, saya sepertinya menghindari dulu keingina wisata. Soalnya ada bayi.
    Sejauh apapun protokol kesehatan dilakukan, ketika masih ada orang sembrono, aku masih takut.

  29. Sedih juga bidang pariwisata mengalami penurunan akibat pandemi ini. Kalau denger dari beberapa sumber, tempat wisata ketika dibuka akan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Kaya wajib pake masker, bawa hand sanitizer, bahkan ada yang sampai harus bikin surat keterangan sehat dan rapid test segala.

    Mudah-mudahan segera berakhir ya pandemi ini.

Leave a Reply to Echaimutenan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *