Dengan Tol Laut Sumenep  Bisa Terkoneksi Hingga  Bima

Tol Laut Sumenep

Jam di handphone saya masih menunjukkan angka 6. Pagi yang hangat dan riuh di Pelabuhan Kalianget Sumenep Madura. Ada 3 pelabuhan yang melayani rute berbeda di kawasan ini. Pelabuhan 1 melayani rute penyeberangan ke Pulau Poteran kecamatan Talango, hanya 10 menit saja menyebrangnya. Pelabuhan 2 melayani penyeberangan rute Kalianget-Jangkar (Situbondo). Pelabuhan 3 melayani penyeberangan rute kepulauan (Sepudi, Kangean, Masalembu, Raas, Sapeken, dll).

Tol Laut Sumenep
Peta Sumenep dan Kepulauannya

Ya..kabupaten Sumenep di Madura ini memang memiliki 126 pulau yang tersebar hingga jarak terjauhnya  sekitar 150 mil. Lama perjalanan hampir 20 jam dari Sumenep, tapi bila ke Kalimantan atau Sulawesi tak sampai 10 jam.  Ada juga pulau yang lebih dekat ke Bali, sehingga pasien-pasien darurat seringnya dirujuk ke rumah sakit di daerah Bali yang hanya butuh waktu 1-2 jam perjalanan laut. Sementara bila dirujuk ke rumah sakit di Sumenep dibutuhkan waktu lebih dari 5 jam perjalanan laut.

Tak heran bila transportasi laut di Sumenep sangat dibutuhkan. Selain untuk mengangkut penumpang, juga diperlukan untuk mengangkut barang dan ternak.  Dalam keperluan reguler saja setiap kapal yang menuju atau dari kepulauan selalu penuh. Apalagi bila ada moment penting , seperti Lebaran atau pemilu (pilkada, pileg, pilpres, pilkades).

5 tahun sebelumnya penyeberangan ke kepulauan mengandalkan kapal perintis dan 1-2 kapal cepat. Tentu saja dengan jadwal yang tidak bisa setiap hari ada. Transportasi laut yang ada juga sangat tergantung cuaca. Bila musim ombak kapal-kapal reguler bisa gak beroperasi.

Kondisi berbeda dirasakan warga kepulauan sejak ada dukungan transportasi laut dari Kementerian Perhubungan berupa 3 kapal tol laut. Istimewanya lagi kapal-kapal berkapasitas rata-rata 500 penumpang tersebut melayani hingga ke Banyuwangi dan Surabaya. Jadi…kalau pengen dari Surabaya ke Kangean..bisa! Dari Surabaya ke Masalembu..Ada kapalnya!

Buat saya meskipun bukan warga kepulauan, langkah kongkrit ini pantas disambut gembira. Apalagi kapal-kapal tol laut yang memakai nama Sabuk Nusantara ini sangat bersih dan berpendingin ruangan. Belum lagi harga tiketnya. Untuk rute Sumenep-Kangean saja bisa dibeli dengan harga  dibawah 20.000 per orang. Dengan fasilitas yang nyaman dan aman..tentu harga tiket ini sangat menyenangkan.

Tol Laut Sumenep
Loading Barang

Seperti pagi ini saat saya berkunjung ke pelabuhan Kalianget, proses loading barang ke kapal Sabuk Nusantara 115 tujuan Kangean tidak seperti sebelumnya. Barang tertata rapi di bagian belakang kapal (ada juga di bagian palka), sepeda motor dinaikkan dengan derek, penumpang juga bisa naik ke kapal dengan nyaman. Kalau sebelum ada tol laut..selain ukuran kapal lebih kecil, penempatan barang juga bercampur aduk dengan penumpang. Barangnya padahal ya macam-macam..mulai bumbu dapur, sayur mayur, sembako, sampai ternak. Menaikkan sepeda motor ya pake tenaga kuli lewat jembatan dari kayu gitu sambil diangkat-angkat sesekali.

Tol Laut Sumenep

Rute Tol Laut Sumenep

Tol Laut Sumenep melayani  3 rute berbeda dengan 3 kapal , yaitu KM Sabuk Nusantara 115, KM Sabuk Nusantara 92, dan KM Sabuk Nusantara 51. Tapi KM ini bergantian sih tidak selalu itu-itu saja. Tapi yang sering melayani rute Kalianget-Kangean- dst KM Sabuk Nusantara (Sanus) 115. Dari namanya aja udah kebayang ya..kalau tol laut ini mengikat dan menyatukan pulau-pulau di Indonesia…

Rute tol laut selengkapnya sbb (sumber : ekonomi.bisnis.com) :

Trayek R-16 mencakup rute Surabaya-Masalembo-Keramaian-Masalembo-Kalianget-Sapudi-Kangean-Sapeken-Pagerungan Besar-Sapeken-Tanjung Wangi-Sapeken-Pagerungan Besar-Sapeken-Tanjung Wangi– Sapeken–Pagerungan Besar–Sapeken–Kangean-Sapudi-Kalianget-Masalembo-Keramaian-Masalembo-Surabaya. Trayek ini dilayani oleh kapal KM Sanus 92 dengan berat 1.200 DWT yang dioperatori Pelni.

Trayek R-17 meliputi rute Surabaya-Masalembo-Keramaian-Matasiri-Maradapan- Marabatuan-Batulicin-Kotabaru-Batulicin-Marabatuan-Maradapan-Matasiri-Keramaian-Masalembo-Surabaya. Trayek itu menggunakan kapal KM Sanus 99 dengan berat 1.200 DWT yang juga dioperatori Pelni.

Trayek R-18 mencakup rute Surabaya-Kalianget-Kangean-Sapeken-Bulelen-100- Carik-Badas-Bima-Labuhan Bajo-Waikelo-Labuhan Bajo-Bima-Badas-Carik- Buleleng-Sapeken-Kangean-Kalianget-Surabaya. Trayek ini dilayani oleh kapal KM Bukit Patung dengan berat 350 DWT dan kapal pengganti KM Catherine S dengan berat 1.075 DWT yang dioperatori PT Citrabaru Adinusantara.

Trayek R-19 meliputi rute Surabaya-Masalembo-Keramaian-Masalembo-Kalianget- -Sapudi-Kangean-Sapeken-Pagerungan Besar-Sapeken-TanjungWangi-Sapeken-Pagerungan Besar–Sapeken–Kangean-Sapudi-Kalianget-Masalembo-Keramaian- Masalembo–Surabaya. Trayek ini menggunakan kapal KM Sabuk Nusantara 115 dengan berat 750 DWT yang dioperatori Pelni.

Dari rute ini kebayang kan betapa pulau-pulau sudah saling terkoneksi. Mau ke Bima dari Sumenep..bisa loh gaiss… Mau ke Labuhan Bajo?Bisa juga…. Luar Biasa kan…

Dampak Tol Laut terhadap Perekonomian dan Pariwisata

Okelah..sepertinya saya harus menyimpan dulu angan-angan saya untuk bisa berlayar sampai ke Bima dan Labuan Bajo dengan kapal Tol Laut. Saya mau cerita dulu nih dampak tol laut ini untuk perekonomian dan pariwisata.

Emang ada?Loya pasti ada. Salah saeorang teman saya adalah pedagang yang biasa mensuplai barang dari Sumenep ke Kangean. Tol Laut KM Sanus 115 adalah kapal yang sangat ditunggu-tunggu untuk pengangkutan barang dari Sumenep ke Kangean. Kenapa harus menunggu Sanus 115? Bukankah kapal lainnya ada juga?

Tol Laut Sumenep

Jelas aja dinanti..karena perbedaan harganya jelas banget. Untuk penumpang tariff tol laut Sumenep-Kangean ini hanya 15.000. Untuk barang teman saya membayar sekitar 400.000 untuk barang 1 mobil pick-up. Harga tersebut kalo dibandingkan kapal yang bukan  tol laut sangat jauh bedanya. Untuk penumpang kapal perintis non tol laut 150.000 an per orang dan untuk barang sekitar 600.000 per pickup. Nahh jelas kan ya efek dominonya dengan harga yang diterapkan tol laut. Saya pun yang bukan orang dagang udah pasti memilih menunggu kedatangan KM Sanus 115 ini 😀

Btw  kok Bisa semurah ini ya? Well sebuah artikel di ekonomi.bisnis.com menyebutkan anggaran subsidi tol laut yang dikucurkan oleh pemerintah pada tahun ini sebanyak Rp. 222 miliar dengan mengoperasikan 19 unit kapal.

Selain itu ekspansi bisnis teman saya juga dimudahkan dengan kapal yang bisa sampai ke Bima. Jadi bukan lagi pengiriman Sumenep – Kangean saja. Tapi pengiriman barang Sumenep-Bima. Macam-macam lah yang bisa dipesan , terutama barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Dengan harga tiket tol laut yang terjangkau, disparitas harga barang antara Indonesia Bagian Barat dengan Indonesia Timur bisa semakin kecil.

Pariwisata apalagi…Dengan adanya tol laut..akses ke pulau-pulau eksotik juga berdampak positif. Kangean dan hampir semua wilayah kepulauan di Sumenep punya keindahan alam, baik di darat maupun di bawah laut. Dengana danya tol laut, wisatawan dari Surabaya bisa langsung ke Kangean, atau ke pulau-pulau lainnya. Dari Banyuwangi yang sangat terkenal dengan industri pariwisatanya juga bisa langsung ke kepulauan Sumenep.

Tol Laut Sumenep

Dannn saya pun jadi teringat lagi dengan rute Sumenep-Bima..Sumenep-Labuan Bajo..huhuhu…. Wajib dicoba nih…Biar gak ketinggalan info tentang tol laut boleh juga pantengin IG @Kemenhub151 atau di websitenya Dephub.go.id

You may also like

42 Comments

  1. Wah kalau mau lewat jalur darat ke Bima bisa berarti ke Madura ya trus naik kapal. Era skrng emang tol laut makin banyak difungsikan ya.
    Makin manteb kalau nyampek Labuhan Bajo juga hehe

  2. Senang banget ya mbak dengan perkembangan transportasi juga infrastruktur saat ini. Sewaktu pulang ke Manado, saya juga sempat ke pelabuhan Bitung, sangat takjub lihat banyak juga warga yang masih menggunakan kapal laut.
    Kapal laut sekarang mah sudah ‘bersolek’ ya nggak kayak dulu.

  3. Duh, amazing banget aku melihat motor diangkut pakai derek ya, sebelum ada tol laut diangkut pake tenaga kuli, duh berat euy..

    Senang ya mbak sekarang fasilitas dan pembangunan transportasi makin maju, Aku juga pengen merasakan tol laut …

  4. Baru tahu kalau Kabupaten Sumenep itu kepulauan. Dan terdapat 126 pulau. Aduh, ke mana saja saya pas pejalaran Geografi ini, Mak…

    Dana yang dikucurkan pemerintah cukup besar juga ya untuk subsisi tol laut sampai 222 milyar dengan 19 kapal.

  5. Saya sudah lama nggak nyobain naik kapal laut mbak, dengan adanya tol laut ini kayaknya saya jadi pengen coba. Apalagi harga tiketnya terjangkau karena disubsidi oleh pemerintah. Soalnya saya naik kapal laut udah dulu banget waktu sekolah menengah atas, itupun cuma nyebrang ke Bali. Hehe

  6. Sumenep – Kangean cuma 20 ribu. waaah jadi pengen ke sana deh. udah lama pengen ke kangean tapi ragu gimana transportasinya. senang sekali. wajib diagendakan deh

  7. Tiket tol laut murah ya mbak, untuk barang pun juga tergolong murah tuh. Satu pick up penuh kan barangnya, cuma bayar 400 ribu ya. Semoga makin bagus lagi pertumbuhan transportasi di Indonesia, termasuk tol laut agar transportasi antar pulau lancar

  8. Jadi orang yang tinggal di kepulauan kecil itu harus selalu berhubungan dengan laut ya Mbak. Aku baca judulnya itu tak kirain jalan tol yang berdiri di atas laut. Ternyata pakai kapal to? Tambah ilmu nih.

  9. Mbak Di, Sepudi, Kangean, Masalembu, Raas, Sapeken… itu pulau-pulau kecil di sekitar Madura yang masih masuk kawasan Madura ya?

    Kalo ke Bawean dari sana ada gak?

  10. Jadi inget kakak aku mbak, pas mau ke Lombok sih, bukan ke Bima
    jadi, dari Banyuwangi ke Bali pan dari Bali naik kapal laut ke Lombok aksesnya beneran mudah .
    JAdi kangen naik kapal laut lagi hehee

  11. Alhamdulillah banget ya, sekarang mah ke mana-mana jadi mudah. Mau pake transportasi darat, laut, bahkan udara, semakin bagus, aman, dan nyaman. Semoga ke depannya semakin baik dan semakin banyak yang memanfaatkannya. Duh, jadi kepengen deh nyobain tol laut ini.

  12. Kepingin bngt mba aku ngerasa Naik kapal kaut Blum pernah ini ke luar daerah gitu klo k Pulau pramuka udah deket tapi jaraknya itu,,, semakin nyaman transportasi laut Juga sekarang

  13. Masyaa Allah banyak banget ya pulau di Sumenep, 126 pulau. Tersebar sampai dekat Bima dan Bali ya.

    Pertama baca tol laut ini tak pikir jalan tol mbak. Ternyata kapal laut perintis penghubung antar pulau. Kapasitasnya besar juga ya mbak. Bisa efektif sekali angkut.

  14. Kalau aku sih jujur belum pernah naik kapal besar, palingan kapal kecil yang hanya untuk menyeberang dari pulau ke pulau saja. Terakhir kemarin waktu di Ausie nyobain naik kapal ferry. Sekarang transportasi laut di Indonesia juga sudah banyak kemajuan nih, jadi kalau untuk traveling banyak alternatifnya.

  15. Masih murah tiketnya krn ada anggaran subsidi itu ya mbak 😀
    Manteb nih sekarang kalau dari Madura mau ke mana2 pakai jalur laut udah enak banget. Saya jarang punya kesempatan pakai jalur laut, kapan2 mau coba ah, eh tapi emang ada kyk semacam rasa gak nyaman ma laut soalnya xixixi malah curcol

  16. Berbagai tempat jauh kini bukan hambatan lagi. Makin bagus sarana transportasi yg ada bakalan makin banyak kemajuan ekonomi yang bisa dicapai oleh masyarakat.

  17. Dulu waktu masih kecil pernah menyeberang dari Kalianget ke Masalembo, dan sekarang kangen ke sana lagi. Keluarga di Masalembo dan Keramean masih banyak. Meski beberapa sudah pindah ke Sumenep.
    Targetnya, tahun depan tilik tanah leluhur di sana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *