Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI

Setiap mendengar kata kanker, yang kebayang tentu hal-hal yang tidak menyenangkan. Salah satu penyakit yang menakutkan ini benar-benar momok setiap orang. Apalagi bagi perempuan. Karena ada berbagai jenis kanker yang menyerang perempuan. Kanker rahim, kanker serviks, kanker payudara, dll. Untuk kanker payudara aja menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, ada 42,1 kejadian per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

 

Dari jumlah tersebut hanya sekitar 40% saja yang terdeteksi pada stadium awal. Mengetahui adanya kanker pada stadium awal penting banget untuk mencegah penyebaran sel kanker ke organ lainnya. Sehingga bisa dilakukan berbagai upaya pengobatan yang bisa mencegah efek fatal dari kanker.

Saya sendiri tidak asing dengan penyakit ini. Orang-orang di sekitar saya tidak sedikit yang mengalaminya. Saudara, teman, tetangga, ada yang mengidap kanker. Pengobatannya mulai dari kemo, herbal, sampai radiasi. Teman dekat saya terdeteksi kanker stadium 1. Alhamdulillah keberadaan kanker terdeteksi di stadium awal, sehingga bisa dilakukan pengobatan untuk mencegah penyebarannya.

Tapi ada juga yang terdeteksi kanker sudah stadium 3 dan tentu saja pengobatannya tidak mudah. Meskipun sudah melalui pengobatan kemo dan radiasi sekalipun, kanker seperti membandel dan semakin mengganas.

Mengenali Gejala Kanker Payudara

Untuk kanker payudara ada loh cara mengenali gejalanya sejak dini. Berikut ini ciri-cirinya :

Munculnya benjolan di payudara, meskipun tidak semua benjolan di payudara adalah sel kanker. Ciri-ciri benjolan kanker payudara akan terlihat memiliki tekstur yang keras dengan batas yang tidak jelas dan permukaannya yang tidak rata. Selain itu benjolan juga tetap ada 8  sampai 10 hari setelah menstruasi. Bila benjolan dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik ke dalam dan agak susah digerakkan (lengket).

Selain itu terjadi perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara. Terjadi perubahan bentuk pada puting payudara.Muncul rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan ketika sudah masuk ke masa haid bulan berikutnya. Tapi ada juga yang tidak mengalami rasa sakit atau nyeri di payudaranya.

Gejala lainnya adalah keluar cairan bening atau berwarna cokelat atau kuning dari putting. Puting juga memerah dan bengkak tanpa diketahui penyebabnya. Lalu muncul juga gejala bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut. Pembuluh vena juga terlihat pada payudara, sehingga urat-urat di bagian payudara terlihat dengan jelas.

Nah pada stadium lanjut kelainan pada kulit payudara semakin jelas terlihat, misalnya kulit payudara seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan, terkadang kulit juga cekung karena tertarik oleh benjolan.

SADARI Untuk Mengenali Gejala Kanker Payudara

Nah..untuk mengenali gejala awal tersebut sebenarnya mudah ya…Ya paling tidak..kita harus sering memeriksa payudara sendiri baik secara fisik (melihat bentuknya ada kelainan atau tidak), melakukan pemijatan sendiri di area payudara untuk memastikan adanya benjolan atau tidak.

Pemeriksaan payudara sendiri dikenal dengan istilah SADARI bisa dilakukan secara rutin setiap bulan. Dengan SADARI, kita akan mengenali tekstur jaringan ayudara normal, sehingga jika nanti Anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara bisa segera memeriksakannya ke dokter.

Pilihlah waktu terbaik untuk melakukan SADARI, yaitu beberapa hari setelah siklus menstruasi selesai. Karena setelah menstruasi ini umumnya kondisi hormon sudah mulai normal, sehingga tidak ada kondisi yang dipengaruhi hormon seperti menjelang menstruasi atau pada saat menstruasi.

SADARI bisa dilakukan di depan cermin di kamar atau di kamar mandi saat mandi. Saat di depan cermin perhatikan payudara,berdirilah dengan lengan di samping tubuh.Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.

SADARI
SADARI di depan cermin (sumber : Gadis.co.id)

Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara Anda, termasuk di bagian bawah.

Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari putting. Tempatkan jempol dan jari telunjuk di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.

SADARI juga bisa dilakukan saat mandi dan busa sabun bisa membantu memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa. Caranya hampir sama dengan saat SADARI di depan cermin.  Angkat satu tangan ke belakang kepala, dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara di sisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. Lakukan pada payudara di sisi lain.

Selain itu SADARI juga bisa dilakukan dengan cara berbaring. Pilih tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman. Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan kondisi ini bisa memudahkan untuk diperiksa loh.

SADARI
Cara Pemeriksanaan Payudara Sendiri (sumber : gadis.co.id)

Tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan lotion atau minyak urut (baby oil atau minyak zaitun), dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan. Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar. Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.

SADARI
SADARI dengan Berbaring (sumber : gadis.co.id)

Bila merasakan adanya kelainan, tetap tenang ya…lakukan SADARI secara berkala atau segera hubungi dokter bila memang dirasa mencurigakan. Karena tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Karena itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Selain melakukan SADARI jangan lupa untuk melakukan pencegahan juga nih…Karena pencegahan lebih baik kan ya daripada mengobati…Tapi sebelumnya perlu kita pahami dulu beberapa hal yang meningkatkan resiko kanker payudara, yaitu faktor pola hidup, jenis kelamin, genetic, dsb. Meskipun faktor genetic (ada riwayat keluarga yang mengalami kanker payudara), bukan  berarti yang tidak ada riwayat bisa terbebas dari resiko ya… Tahu donk sekarang faktor pola hidup sangat berpengaruh terhadap berbagai penyakit termasuk kanker payudara loh..

Untuk itulah kita perlu lakukan banyak hal untuk mencegah kanker ini hinggap di tubuh kita dan keluarga., yaitu:

  • Menerapkan pola hidup sehat, ini memang cukup banyak hal yang bisa dilakukan. Mulai dari memperhatikan asupan serat, makan buah dan sayur segar, minum air putih minimal 8 gelas sehari, istirahat cukup, dan rajin olah raga.
  • Mencegah stress hinggap, ini penting banget karena stress bisa menurunkan kekebalan tubuh. AKibatnya berbagai penyakit dengan mudah hinggap termasuk kanker.
  • Tidak merokok dan minum alcohol, termasuk menghindari asap rokok ya…karena perokok pasif juga bisa meningkatkan resiko kanker.
  • Menggunakan bra yang berbahan baik dan tidak menggunakan bra saat tidur.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk SADARI.

Menyadari pentingnya penanganan kanker payudara dan tidak sedikit biaya yang dibutuhkan para penyintas kanker payudara,  Wacoal ikut peduli dengan membuka kotak donasi di toko Wacoal, termasuk di sekitar Surabaya. Kita bisa berdonasi melalui kotak ini untuk ikut membantu meringankan beban pembiayaan para survivor.

WACOAL TP Surabaya (dok.pribadi)

 

Kotak Donasi Wacoal

 

Kotak Donasi di Toko Wacoal TP Surabaya

Semoga kita terhindar dari segala gangguan kesehatan, termasuk kanker payudara ya…Untuk para survivor tetap semangat ya…Semangat sehat!

“Breast Cancer Blogger Perempuan Movement, in Collaboration with Wacoal

Sumber informasi :

  • Hallosehat.com
  • Alodokter.com
  • p2ptm.kemkes.go.id

You may also like

31 Comments

  1. Alhamdulillah beberapa waktu lalu pas kepikiran hal buruk terjafi, aku langsung pergi periksa ke puskesmas. Alhamdulillah ternyata aman dan sehaf. Smoga sehat terus. Aamiin

  2. Lebih baik disadari sejak dini ya. Aq sempat liat dua kasus breast cancer yang dialami orang dekat. Ya satu akhirnya tidak tertolong karena baru diketahui setelah stadium akhir, sementara yang satu bisa survive karena periksa lebih awal. Makanya temenku itu sekarang selalu ngingetin aku buat rutin SADARI.

  3. Aku kadang ngeri2 sedap soal Kanker Payudara ini. Tetanggaku ada yang kena dan alhamdulillah sekarang masih perawatan dan makin membaik. Kalau untuk kita, kudu belajar SADARI bisa deteksi sedini mungkin

  4. Alhamdulillah ya, sosialisasi deteksi sendiri kanker payudara dengan SADARI ini semakin banyak digembor-gemborkan. Aku yang dulu gak tahu, jadi rajin ngelakuin. Semoga perempuan lain juga begitu. Setidaknya ya, gejala yang terabaikan dan keadaan yang lebih parah bisa dihindarkan dengan SADARI ini.

  5. Aku termasuk yang belum disiplin melakukan sadari nih mbak. Hiks. Penting banget sadari ini ya sebagai pencegahan. Terutama sih soal pola hidup dan pola makan yang sehat nih ya.

  6. Bicara kanker payudara, mama mertuaku dua tahun lalu operasi pengangkatan kanker dan payudara sebelah kiri. Itu kita sekeluarga udah deg2an dg proses yg beliau jalani. Alhamdulillah, sekarang sudah sembuh. Tp ya gt, masih harus kontrol tiap dua bulan sekali supaya bibit kanker ngga muncul lagi

  7. sahabatku dulu ada yang tumor payudara, alhamdulillah bukan kanker, tapi karena. berobat alternatif malah jadi besar banget, dan harus dioperasi. sekarang alhamdulillah banyak yang sudah sadar sama kanker payudara, sehingga tertangani lebih cepat penderita.

  8. Mbakk, itu gak diaemprit sama google apa mbak, memperlihatkan PD hihihi

    Btw mendeteksi kanker payudara sebenernya mudah aja ya, bisa dilakukan sendiri, harus terus dikampanyekan ya mbak di kalangan anak aank SMA dan mahasiswa karena mereka juga rentan terkena kanker PD

  9. Klo bisa terdeteksi dari awal insyaAllah bisa segera tertangani ya mba. Edulasi sadari ini juga harus mulai dikenalkan ke anak gadia kita supaya mereka juga aware.

  10. Sadari memang pemeriksaan payudara paling mudah yang bisa kita lakukan sendiri di rumah. Dengan sadari kita bisa mendeteksi secara dini kelainan yang ada pda payudara kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *