Destinasi Wisata Religi di Sumenep Madura

Bukan tidak mungkin kita merasa bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu aja..Entah wisata alam atau wisata buatan lainnya. Boleh loh coba mengunjungi destinasi wisata religi buat menghilangkan rasa bosan. Apalagi di Madura khususnya Sumenep, wisata religinya sangat layak untuk diperhitungkan. Yuklah..saya kenalkan beberapa destinasi wisata religi di Madura, khususnya Sumenep.

Masjid Agung Sumenep

Destinasi Wisata Religi di Sumenep
Bagian dalam halaman Masjid Agung Sumenep

Masjid Agung Sumenep adalah salah satu destinasi wisata religi di Madura yang sangat populer. Biasanya masjid ini menjadi 1 paket dalam tour religi ke wilayah Madura. Tak heran kalau ribuan orang setiap harinya berkunjung ke masjid ini, selain jemaah yang merupakan warga lokal tentunya.

Beberapa referensi mencatatat bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1779-1787. Komplek masjid yang bangunannya mempunyai luas 4.800 m2 ini posisinya berseberangan dengan alun-alun Kota Sumenep. Dengan gaya arsitektur perpaduan nuansa Tiongkok, Eropa, Jawa, dan Madura, Masjid AGung Sumenep jadi mempunyai ciri khas yang dipertahankan sampai sekarang.

Meski beberapa kali dipugar, bentuk asli masjid ini tidak berubah. Pemugaran hanya pada bagian halaman depan saja dan perbaikan berbagai fasilitas untuk jemaah.

Selain untuk keperluan ibadah (solat 5 waktu dan solat saat hari raya), masjid ini sekarang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan lainnya, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad, Isra’Mi’raj, Tahun Baru Islam, dll. Selain itu acara pernikahan juga ada yang dilakukan di masjid ini. Dan tentu saja, dijadikan destinasi wisata religi di Madura.

Untuk berkunjung ke masjid ini bisa kapan saja 24 jam. Hanya saja kalau sudah jam 9 malam pintu utama ditutup. Pengunjung bisa memasuki masjid melalui pintu samping yang lebih kecil. Pintu utama akan dibuka menjelang subuh.

Selain wisatawan domestic (dari Sumenep dan luar Sumenep), Masjid Agung Sumenep juga sudah menjadi salah satu obyek wisata yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Mereka biasanya datang bersama rombongan kapal wisata internasional yang sengaja berlabuh di Sumenep.

Asta Yusuf Talango

Destinasi Wisata Religi di Sumenep
Penyeberangan ke Pulau Poteran Talango

Destinasi wisata religi berikutnya adalah makam Syeh Maulana Yusuf yang terletak di pulau Poteran, kecamatan Talango. Untuk ke tempat ini tentu saja pengunjung harus menyeberangi lautan. Gak lama kok.. 5-10 menit saja sudah sampai, memakai kapal tongkang atau perahu nelayan dari pelabuhan Kalianget.

Kalau menggunakan kapal tongkang kendaraan roda 4 masih bisa naik. Tapi kalau bis, hanya bisa sampai pelabuhan Kalianget saja. Banyak tersedia area parkir khusus bis di sekitar pelabuhan.  Dari pelabuhan Talango, pengunjung bisa langsung jalan kaki sampai di komplek pemakaman, bisa juga naik becak motor. Karena letaknya memang tidak jauh dari pelabuhan (sekitar 300m).

Penyeberangan ke dan dari pulau Talango ini 24 jam, begitu juga tempat ziarah ke makam Syeh Yusuf ini.  Situs pemerintah kabupaten Sumenep mencatat konon tempat tersebut, diyakini merupakan tempat peristirahatan terakhir Hadz Maulana Sayyid Yusuf Bin Ali Bin Abdullah Al Hasan, yang merupakan keturunan rasullulah dan tokoh penyebar agama di tanah air yang berasal dari Mekkah. Makam atau asta tersebut pertama kali di temukan oleh Sultan Abdurahman, raja Sumenep yang cukup terkenal.

Seperti tempat ziarah lainnya…untuk masuk ke area makam ini gratis. Tapi banyak pengemis di skitar makam, juga dagangan khas warga lokal.

Pengunjung biasanya berdoa di sekitar makam. Banyak buku-buku doa yasin yang bisa digunakan pengunjung secara cuma-cuma.

Asta Tinggi

Destinasi Wisata Religi di Sumenep
Asta Tinggi

Destinasi wisata religi di Sumenep berikutnya adalah Asta Tinggi. Komplek pemakaman juga, tapi makam raja-raja dan tokoh keratin Sumenep yang dibangun pada tahun 1750. Sesuai namanya, pemakaman ini terletak di ketinggian di daerah desa Kebunagung kecamatan Kota Sumenep.

Di komplek ini kita bisa melihat arsitektur komplek makam yang unik dengan gaya mirip Masjid Agung Sumenep. Ada unsur Tiongkok, Eropa, dan Jawa-Madura. Pengunjung umumnya datang ke tempat ini berombongan. Pengunjung akan langsung diarahkan menuju ke pendopo tempat pengurus Asta. Di pendopo ini pengunjung akan mendapat penjelasan singkat tentang berbagai hal terkait Asta Tinggi. Untuk pengunjung perorangan jarang sih yang diarahkan ke pendopo ini..jadi langsung memasuki komplek makam yang terbagi menjadi 2 bagian.

Kalau kesini siang hari lumayan panas gaess…apalagi kan saat memasuki komplek makamnya kita harus lepas alas kaki. Jalan di lantai yang terpapar sinar matahari full sepanjang hari lumayan banget tuh rasanya..hehehe..

Pengunjung biasanya ya membacakan doa-doa di setiap bagian makam. Jadi kalau setiap bagian ada 3 ruang (berbentuk rumah beratap pendek), bisa memerlukan waktu  1 jam lebih berada di Asta Tinggi ini.

Selain ketiga destinasi tersebut, masih ada lagi destinasi lainnya seperti Asta Panaongan dan berbagai masjid yang unik di wilayah kabupaten Sumenep. Nah..adakah dari ketiganya yang membuatmu ingin berkunjung ke Sumenep di hari libur Tahun Baru Islam nanti?

You may also like

55 Comments

  1. Masjidnya sudah lama banget ya, dibangun 1779-1787. Madura itu salah satu destinasi impianku di Indonesia, Mbak Di. Semoga bisa ke sana dan bertemu dirimu. 💚

  2. Setuju. Aku bosen sama tempat wisata di kota-kota Indonesia yang pada latah. Gubuk di ketinggian lah, pasar artifisial lah, hutan pinus lagi lah. Makanya aku kalo di Bandung malah jarang eksplor.

    Aku suka sama Masjid Agung Sumenep-nya. Kecil, tapi cantik dan rapi.

  3. Aku belum pernah ke Madura. Katanya di sana destinasi wisatanya cakep-cakep ya
    Asik juga ada wisata religi kayak gini, jadi sekalian belajar sejarah perkembangan agama. Maulah kapan-kapan ke Madura

  4. Banyak juga ya, tempat wisata religi di Madura. Betulnya bisa dibikin open trip, tuh. Sekalian digabung obyek wisatanya. Mungkin gak ya, kalau semuanya dikunjungi dalam satu hari.

  5. Wow dari tahun 1779-1787 itu setua Indonesia sendiri!

    Aku kadang suka kepo deh ama kehidupan jaman waktu dulu. Pastinya dulu di mesjid ini yang datang para kiai dan sebagian ibu ibu nya ga ada yang jilbaban ya (sotoy)

  6. Aku sih dari ketiganya lebih tertarik sama Mesjid Agung Sumenep mba 🙂 udah tua banget ya berdirinya kalah deh nyonya meneer juga 😀

    Meski 24 jam ternyata yah pintu utama tetap ditutup saat jam 9 noted banget ini jadi kalau seandainya aku ke sini tahu 🙂

  7. Kalo denger Madura, aku ingetnya: panas, pantai, & bebek.

    Pantai2 Madura juga terkenal bagus2 kan?

    Bisa nih jadi catatan untuk acara travelling selanjutnya, ke Madura.

  8. Referensi banget nih untuk menikmati liburan yang beda dari biasanya. Selain untuk ibadah, wisara religi tentunya akan menambah wawasan yang luas tentang Agama Islam. Baik sejarah bangunan maupun budaya yang ada di daerah tersebut.

    Jadi pengen ke ke Sumenep.

  9. Ibuku malah udah kesini bersama teman-temannya, ada sampai dua kali buat ziarah. Kalo dengar cerita ibu, karena nginap di rumah temannya, jadi tahu kalo di tiap rumah ada makam keluarga. Temannya yang penakut jadi susah tidur karena buka jendela melihat makam.

    Nggak kebayang ya jalan kaki tanpa alas sepatu, tapi bisa diakali pakai kaos kaki ya mbak biar panasnya berkurang

  10. Aku langsung browsing lho mba dengan kata kunci Masjid Agung Sumenep.

    Ternyata banyak filosofi yang terkandung dalam berbagai ornamen dan interior masjid ini ya, mba

    Jadi, kalau ke sini, dapat manfaat senang-senang, dapat juga wisata spritual^^

  11. Masjid Agung Sumenep berhasil menarik hatiku Mbak 😍 apalagi ada perpaduan arsitektur antara Tiongkok, Eropa, Jawa dan Madura soalnya aku suka mempelajari sejarah arsistektur sebuah bangunan yang berbau eropa juga 😁. Semoga kapan-kapan bisa kesana.

  12. Di Madura ada tempat wisata yang usianya lebih tua dari tahun 1700-an nggak? Penasaran aja, soalnya wilayah Madura kan sudah jadi daerah maju sejak era sebelum Majapahit. Mungkin ada peninggalan seperti candi-candi gitu?

  13. AKu pernah mampir sebentar ke Madura tapi ga sampai Sumenep deh. Indah ya Masjid Agung Sumenep meskipun kelihatannya kecil. Wisata religi ini bisa menambah wawasan kita terutama anak2 kan secara nyata melihat, mendengar dll di depan mata. Jadi tau sejarahnya pula. Btw, apa ada pemandu wisatanya ga di Asta Tinggi?

    1. Ada petugasnya di setiap ruang/bagian makam.. selain mengarahkan kemana dulu.. juga menjelaskan siapa yang dimakamkan disitu

  14. Aku jadi keingetan wisata religi seperti ini kulakukan sudah bertahun-tahun lalu, bahkan belasan tahun lalu sepertinya, Terakhir ke Perkampungan Gogog di Kota Garut. Walau perjalanan yang harus ditempuh cukup menantang pada saat itu, tapi jadinya malah berkesan, Mungkin saat ini sudah terjadi Pemugaran sana sini juga mengingat usia bangunan makam disana.

    D Sumenep banyak juga ya destinasi wisata religinya, setiap lokasi mempunyai cerita menarik sendiri-sendiri 🙂

  15. WIsata religi gak hanya wisatanya saja yang kita dapatkan ya sekaligus bisa sholat jga di Masjid Agung Sumenep. Pintu utamanya ditutup saat malam mungkin untuk berjaga-jaga aja, jamaah masih tetap masuk meskipun lewat pintu samping.

  16. Kalai aku minat banget ke Asta Tinggi, Mbak. Kebetulan ada saudara di Sumenep. Btw, tapi kalau hari biasanya kayaknya lebih bisa menikmati suasana deh. Karena Tahun Baru Islam pasti full pengunjung

  17. Pilihan untuk mendatangi masjid serta peninggalan sejarah berupa makam dan bangunan lain untuk ibadah menjadi makin banyak pengunjungnya ya. Kalau aku pernah wisata masjid untuk menikmati indahnya arsitek muslim yang membangun masjid. Asyik juga sih, sekalian jalan-jalan, menikmati peninggalan bangunan yang penuh dengan seni serta dapat beribadah juga

  18. Tahun lalu sempat ke Madura, tapi setengah hari doang. Kurang deh…Ke rumah tradisional Madura, mampir ke sebuah pesantren, dan ke Bukit Jaddih. Duh…belum mengunjungi Masjid…Pengen…

  19. Jadi Makin kepengen eksplor Madura & sumenep khususnya. Kemaren ketemu Mas Yanto cerita soal Madura. Pengen ke Asta Tinggi juga barutahu ada Makam raja2 disana

  20. Nah, bagus nih SUmenep punya destinasi wisata yang seperti ini, destiasi yang kaya akan cerita dan nggak perlu ditambah-tambahkan dengan sayap-sayap atau lambang hati.

    Waktu ke madura, aku hanya sempat main ke Bukit Kapurnya aja. Mungkin bisa dijadwalkan lagi nanti main ke Madura dan kalau mau ke Sumenep khususnya, aku akan baca-baca blog ini 🙂

  21. Saya pernah juga ke Sumenep waktu ikut open trip Ziarah Wali Songo dari tempat tinggal saya bersama keluarga.
    Lupa kamj di Sumenep mengunjungi masjid yang sangat indah. Sayang foto padvhiknag karena saat itu masih pakai hape Nokia

  22. Tos kak! Aku sering kok kalo lagi main ke luar kota mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah kayak museum dan juga tempat-tempat ibadah. Salah satunya Masjid karena saya Muslim.

    Selain untuk ibadah, bisa juga mengetahui sejarah-sejarah yang ada 🙂

  23. Tgl 4 Agustus bsk sepupuku di Sumenep nikahan mbk, wah bs jadi solusi traveling skalian nih hehe. Tp gtw aku bs dtg apa gak, soalnya takut ditanya “kapan?” Wkkwkwkwk

    1. waahhh dateng ajaa..sekalian halan-halan Joe…Kalo ditanya kapan yowis dijawab secepatnya gituh…hahah…Atau doain aja secepatnya…Insyaalllah gak lama lagi kok…heheh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *