Naik Transportasi Umum di Jakarta

Transportasi Umum di Jakarta

Menjelajahi Jakarta saat liburan masih menarik bagi saya dan anak-anak. Bukan hanya melihat gedung yang menjulang tinggi dan gemerlapnya lampu kota di malam hari. Ada perbedaan kultur yang bisa diamati dan dipelajari. Contohnya saja menyebrang jalan. Bila di daerah..nyebrang mah nyebrang aja. Tapi kalau di kota besar seperti Jakarta, terutama di jalan protokol kan gak bisa sembarangan. Harus lewat jembatan penyebrangan atau di tempat-tempat tertentu.

Kendaraan yang paling nyaman untuk menjelajah Jakarta ya memang mobil pribadi. Kita tidak pusing dengan urusan waktu, tidak berinteraksi dengan orang lain, selama perjalanan menikmati music, mau bawa barang apa aja hayuk..dan kenikmatan lainnya. Mau lebih cepat ya naik motor.

Ya saya sendiri pernah tinggal di Jakarta dan pinggiran Jakarta. Sempat merasakan nikmatnya kemana-mana bawa motor di Jakarta. Pamulang-Tanah Abang, Pamulang โ€“ Pasar Rebo, dan rute-rute lainnya. Bebas macet-macetan. Tapi ya kalo hujan hmmโ€ฆbegitulah..Apalagi lupa bawa jas hujan..

Boleh dibaca juga nih : Meet Up Local Guides Madura

Tapi kalau semua masih bertahan ingin naik kendaraan pribadi (mobil atau motor), ya mungkin namanya jalanan bukannya tambah nyaman..malah tambah penuh dengan kendaraan pribadi. Tahun 2015 saja jumlah motor di Jakarta tercatat 13 juta lebih. 2019 sudah berapa ya?hehehe

Gak pengen nih beralih ke transportasi umum?Sekarang udah banyak kan ya pilihan transportasi umum di sekitar Jakarta. Sarananya juga memadai, nyaman, dan tentu saja murah.ย  Selain itu naik kendaraan umum juga gak bikin capek. Ya kalo nyetir mobil atau motor sendiri mana bisa tidur di perjalanan kan?hehe. Manfaat lainnya ya badan kita jadi aktif bergerak. Jalan dari kereta ke pintu keluar stasiun, naik turun tangga, jalan dari stasiun ke titik transportasi lainnya atau langsung ke tempat tujuan. Jalan kaki kan salah satu aktifitas yang bikin badan sehat..

Hal lain yang juga penting adalah, ketika pengguna kendaraan bermotor berkurang, tentu polusi udara akan berkurang. Bahan Bakar juga bisa lebih hemat..dan tentu saja ini akan berdampak lebih jauh lagi pada konsumsi BBM secara keseluruhan. Banyak yah ternyata manfaatnya.

Alhamdulillah saat di Jakarta akhir tahun lalu saya banyak menggunakan transportasi umum. Mulai dari kereta sampai angkot. Selain manfaat yang saya sebutkan tadi, perjalanan dengan transportasi umum jadi sarana belajar juga buat anak-anak. Naik kereta, mengamati stasiun demi stasiun, mengenal bangku prioritas, berpindah kereta satu ke kereta lainnya.

Ya memang ada beberapa waktu saya dan anak-anak naik kereta di jam-jam sibuk. Gak dapet tempat duduk ya santai aja..tetap kami nikmati. Apalagi saat jam sepi..semakin nikmat pastinya..bebas memilih tempat duduk.

Transportasi Umum di Jakarta

Dan memang secara hitungan waktu, naik transportasi umum seperti kereta atau Trans Jakarta lebih cepat. Gak sampai 1 jam dari Bekasi udah nyampe tujuan di Pasar Minggu, atau di kawasan Jakarta lainnya. Tiketnya juga murah banget. 3000 per orang sekali jalan.

Mampir Kesini Juga Ya : Naik Bis Double Decker

Tips aja nih kalau naik transportasi umum bareng anak-anak :

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan gak ribet, jadi seandainya kegerahan pun tetap nyaman. Kalau pake jaket, sebaiknya pilih jaket yang tidak terlalu tebal.
  • Pakai sepatu atau alas kaki yang ringan dan nyaman. Karena kan banyak jalan kaki..
  • Membawa bekal secukupnya, seperti air minum, snack, permen yang sekiranya bakal dibutuhkan anak-anak di perjalanan.
  • Membawa barang sepraktis mungkin, alias gak bawa banyak printilan. Misal anak sudah bisa bawa tas, cukup 1 tas aja..tas selempang atau ransel yang ringan. Bekal bisa dibawa masing-masing.
  • Tidak memakai aksesoris berlebihan yang sekiranya potensial menambah keribetan
  • Mengingatkan anak-anak untuk selalu berhati-hati saat naik dan turun dari kereta atau bis. Bila perlu selalu menggandeng anak-anak.

Nah..Alhamdulillah sih saya beberapa kali naik transportasi umum di Jakarta aman dan nyaman meski bawa 3 bocah. Bukan hanya pas di jam sepi. Pernah juga pas di jam pulang kantor mau long week end dan itu transit di stasiun Tanah ย Abang. Tahu donk crowdednya stasiun Tanah Abang kayak apa.. ๐Ÿ˜€ Tapi yang penting lancar ya..dan selamat sampai di rumah.

Stasiunnya sekarang juga keren-keren..gak kumuh, bersih, rapi, sekalipun stasiunnya kecil, seperti Stasiun Pasar Minggu Baru. Untuk menunggu kereta juga nyaman dan gak terlalu lama nunggunya. Naik turun kereta mau di gerbong mana pun tidak perlu khawatir. Terminal juga begitu..Contohnya Terminal Pulo Gebang di Jakarta Timur. Menurut saya sih keren banget. Bersih, rapi, tertib. Naik turun bis, menunggu kedatangan atau keberangkatan, nyaman. Sudah jauh berbeda dengan terminal jaman 5 tahun lalu. Review dan foto Terminal Pulo Gebang bisa dilihat disini ya

Transportasi Umum di Jakarta
Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur

Dengan semakin meningkatnya pengguna transportasi umum di Jakarta, pastilah pemerintah berbenah terus ya (harapannya). Ya misalnya sarananya ditambah, alternative transportasinya juga semakin banyak, kualitasnya juga semakin baik dan nyaman, rutenya semakin banyak. Apalagi sebentar lagi ada tambahan alternative transportasi, yaitu MRT. Didukung juga dengan berbagai kebijakan yang akan membuat orang berpikir ulang untuk memakai atau bahkan memiliki kendaraan pribadi.ย  Ayok naik bis ..atau naik kereta aja.. Biar Jakarta yang bebas macet bukan lagi sebatas mimpi.

 

 

You may also like

42 Comments

  1. Transportasi umum di Jakarta memang sudah sangat membaik tapi belum optimal menurut saya, Mba. Apalagi TransJakarta, meski sudah ada trafi tetep saja interval kedatangan bis suka tidak sesuai. Malah kadang kadang lebih lama nunggu TransJakarta dibanding waktu tempuhnya.

    Salam kenal ya Mba ๐Ÿ˜‰

  2. Nggak bisa ngebayangin kalau transportasi umum dijakarta nggak diperbaiki pengelolaan dan fasilitasnya. Harus memang ada strategi buat bikin orang mau pakai transportasi umum, biar nggak makin numpuk macetnya.

    Saya sering juga naik trans keliling kota tapi di Jogja mbak hehehe, Naik kendaraan umum seperti ini juga nambah pengalaman buat anak ya mbak..

  3. Akhir tahun kemarin, aku juga ke Jakarta, mbak. Tapi kita ngga berani pakai transportasi umum, karena ngga ngerti rutenya dan kejar-kejaran sama acaranya. Apalagi kita ga pernah ke Jakarta.

  4. Anakku juga senang kalo diajak naik angkutan umum. Pastikan saja mereka nyaman dan yang penting jangan smpai kelaparan di jalan, maka bekal harus cukup ๐Ÿ™‚

  5. Di jogja…aku jarang banget mba naik alat transportasi umum. Masih bisa motoran dengan lumayan nyaman di sini. Tapi untuk kasus Jakarta yang macetnya udah kerasa banget…nget, memang lebih bagus pake transportasi umum kok yaa..

  6. ye… senangnya transportasi umum di Jakarta nyaman buat semua orang. Eh, kecuali saat berangkat dan pulang kerja. Dibanding naik KRL, aku pilih bus Transjakarta kalau peak season gini.

  7. Terakhir naik transportasi umum di Jakarta udah lama banget. Bener suasana stasiun sekarang udah jauh lebih rapi, nyaman, bersih dibanding 5 tahun lalu.
    Sekarang jadi ngga khawatir lagi ngajak anak-anak naik transportasi umum di Jakarta.

  8. Jika makin banyak orang memilih untuk menggunakan transportasi umum, maka tingkat polusi dan kepadatan lalu lintas bisa berkurang drastis.
    Seneng ya, sekarang alat transportasi sudah semakin baik. Semoga Jakarta segera terlepas dari cengkeraman macet dan jadi kota yang ramah pada pengguna jalan.

  9. Transportasi di jkt udh lumayan enak..ada KRL…ada TJ…dan lain lain..dan kalo ribet pun juga ada ojol ama taksi online

  10. Transportasi di ibu kota memang cukup membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi masih ada beberapa yang perlu ditingkatkan. Seperti kenyamanan khususnya di waktu2 tertentu dan perihal keamanan, sebagai pengguna transport publik. Masih suka ketar ketir sama para pelaku si ‘tangan panjang’

  11. Transportasi di Jakarta, beuh kebayang Jakarta yang penuh dengan kemcetan
    adanya transportasi umum membuat lebih baik ya ini.
    Kalo main ke Jakarta lagi, sekarang sudah serba simple.
    Mau angkutan bentuk apapun sudah tersedia

  12. duuh kapan ya ajak anak naik kereta lagi, sekarang jarang ke jakarta..seringnya main ke deket2 rumah aja naik tranportasi online yg meski umum berasa milik sendiri karena tidak ada penumpang lain

  13. Alhamdulillah dari tempat tinggal saya, ada banyak pilihan Mbak untuk mencoba transportasi umum yang disediakan pemerintah. Mulai dari angkutan umum sampai Kereta Bandara. Seneng sih jadi sebagai warga negara diberikan keleluasaan untuk memilih kendaraan umum. Kendaraan umum yang sering saya pergunakan adalah transportasi massal seperti KRL, kalau bus kota saya masih pilih-pilih juga.

  14. Tinggal peer pemerintah bikin regulasi untuk kepemilikan kendaraan pribadi aja nih mbak yg harus dibetulkan. Kan sayang yah semua fasilitas transportasi umum yg sudah dibangun kalo tidak dipergunakan. Ayo pakai transportasi umum

  15. Mengurangi pemakaian kendaraan pribadi memang akan menghemat bahan bakar. Artinya juga meminimalisir polusi terhadap bumi. Tapi kadang terpikir oleh saya, jika kendaraan pribadi berkurang dalam pemakaian bahan bakar, bagaimana industri-industri yang masih menggunakan bahan bakar fosil dalam operasional mereka. Mungkin kampanye “bumi hijau” juga harus diterapkan kepada mereka kali ya, Mbak ๐Ÿ™‚

  16. Nah, kalau sarana transportasinya makin baik, tentunya kita juga bakalan senang ya menggunakan transportasi umum. Jika ditunjang dengan kebijakan tersendiri terkait kepemilikan kendaraan pribadi, tentunya jadi pada pikir2 untuk terus memiliki dan menambah unik kepemilikan mobil pribadi.

  17. Setuju Mbak..sebagai warga Jakarta saya bangga dengan perkembangan transportasinya. Sekarang mudah kemana-mana dan murah pula. Karena di dekat rumah ada halte pengumpan bus Transjakarta maka kalau ada event saya naik itu. 3500 sudah sampai tujuan, tinggal ganti bus rute yang dimaksud.
    Ada juga angkot terintegrasi yang gratis tinggal tap pakai kartu yang dibeli di awal..enak bener pokoknya

  18. Kalo di ibu kota lebih enal sih naik transportasi umum. Banyak kendaraannya. Cuma gak enaknya dimacetnya. Kalo di kota lain agak susah. Apalagi di Lampung tempat saya belum ada.

  19. Aku blm pernah nyobain naik bus di Jakarta, kalo kereta sih sering. Hihi. Soalnya udah takut duluan, takut macet lah, takut ini lah, itu lah. Ternyata nyaman2 aja ya naik bus di Jakarta skrg

  20. Aku pernah doonk naik bis pas lagi di Jekarda sama Ibu.
    Alhamdulillah,
    Orang-orang metropolis pada baik-baik.
    Tau kalau kita pendatang, langsung diarahin, baiknya naik ini dan itu.

    Aahh~
    Rindu masa-masa ituu…

  21. Suamiku juga kerja tiap hari naik kereta. Semoga dengan adanya MRT nanti, pengguna mobil pribadi berkurang ya. Trus, armada transportasi massal juga ditambah.

  22. Selama hampir 8 tahun tinggal di Jkt saya merasa banget perbedaan transportasi/ angkutan umum di Jkt. Skrng jauh lbh baik. DUlu mana berani saya keluar, ke mana2 ngandeli taksi burung haha. Skrng sih bisa pakai KRL ke mana2 ๐Ÿ˜€

  23. Pernah tinggal di Jakarta ya mba ? Pasti udah hafal bener sama jalannya. Kalo di Jakarta saya lebih suka naik transportasi umum dulu, ngga tau juga nanti kalo pas bareng sama anak-anak.
    KRLnya pas sepi ya mba, jadi aman bawa anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *