Wisata Edukasi di Wisata Agro Wonosari

Sebagai warga dataran rendah.. punya kesempatan berwisata ke dataran tinggi itu bahagianya jangan ditanyakan lagi. Apalagi yang menyenangkan kalo bukan hawa yang sejuk, pemandangan hijau pegunungan. Duh itu surga banget. Makanya saat saya ke Wisata Agro Wonosari itu senengnya pake banget. Apalagi bisa ngajak Nares dan Kinar. Sempurna.

Wisata Agro Wonosari termasuk wilayah kabupaten Malang,tepatnya di kecamatan Lawang. Buat saya tempat ini gak asing. Karena pas jaman kuliah, beberapa kali saya ke tempat ini. Ya keperluan kuliah, ya kegiatan Impala Universitas Brawijaya. Kalo kegiatan Impala, seringnya emang lewat aja di kebun teh, sebelum memulai pendakian ke Gunung Arjuno.

Ya.. kawasan Wisata Agro Wonosari memang kawasan perkebunan teh milik PTPN XII. 700 an hektar kebun teh menghampar di kaki Gunung Arjuno. Inilah yang dijadikan daya tarik pengunjung WAW. Well.. ngapain aja disana? Inilah catatan perjalanan saya saat ke Wisata Agro Wonosari bareng Nares dan Kiinar.

Meeting Point

Meeting Point untuk acara ini di Park and Ride Mayjend Sungkono Surabaya. Saya baru tahu fasilitas yang disediakan Pemkot Surabaya ini. Area parkir untuk mobil dan motor, bisa parkir menginap. Ada fasilitas belanjanya juga.

Saya dari Sumenep sampai di Surabaya sekitar jam 11 siang. Ketemuan sodara dulu dan main sebentar di Mall Ciputra sebentar. Jam 14 baru kami merapat ke Park and Ride yang hanya berjarak beberapa meter saja dari Ciputra.

Sekitar jam 15 semua peserta sudah berkumpul dan berangkat ke WAW dengan 2 mobil Hi-Ace. Saya dan anak-anak di mobil 2 yang tampaknya masih gres mobilnya

Cek In

Tak sampai 2 jam, mobil sudah sampai di depan Hotel Rollaas. Hotel 2 lantai ini berada di sekitar area wisata. Jadi gak perlu jauh-jauh ntar mainnya yaa.. kemana-mana deket. Semua peserta langsung menempati kamar yang sudah disediakan. Alhamdulillah. Satu bed besar, dengan luas kamar yang lumayan, fasilitas lengkap, ada balkon pula. Cukup waktu untuk bersantai sampai waktu makan malam.

Makan Malam

Selepas isyak kami udah siap makan malam. Begitu keluar kamar yang tidak ber AC.. bbrrrrr… udara di luar terasa dingin bangeettt.  Pengennya balik lagi aja melungker dibawah selimut

Tapi kan sayang.. acara malam ini seru banget. Makan Malam, Factory Visit, dan Lomba seduh teh.. Kebayang kan serunya.

Akhirnya mengalahkan rasa malas karena udara dingin.. saya dan anak-anak berangkat juga bareng rombongan menuju Tea House. Disini kami menikmati makan malam.

Wisata Agro Wonosari
Tea House

Factory Visit

Selesai makan malam, kami langsung menuju pabrik yang letaknya beberapa meter saja di depan Tea House. Untuk masuk ke pabrik kami harus mencuci tangan, mengganti alas kaki dengam sandal khusus yang disediakan, dan memakai jubah putih seperti jas lab (jas putih yang wajib dipakai saat praktikum di laboratorium). Buat anak-anak ini pengalaman yang menyenangkan. Apalagi pelajaran Kinar pas tentang TEH.

Wisata Agro Wonosari
Factory Visit sambil kedinginan nih..

Selama di pabrik, kami diajak melihat proses pengolahan dari mulai pengeringan (sampai kadar air 70%) sampai packing.  Produksi teh memang berlangsung pada malam hari. Pada musim penghujan, pabrik beroperasi lebih lama karena daun teh yang dipetik lebih banyak dibanding saat kemarau.

Lomba Menyeduh  Teh

Selesai melihat proses pembuatan teh, kami kembali lagi ke Tea House.  Sambil bersantai kami dikenalkan bagaimana menyeduh teh yang benar. Lalu tiap peserta dipersilahkan untuk mencoba menyeduh dan dilombakan.

Saya ikut donk.. buat seru-seruan. Gak menang gapapa. Karena rasa teh kan selera ya.. selera saya dan juri tentu saja gak sama.

Selesai lomba kami langsung kembali ke hotel. Udara dingin, perut kenyang, ngantuk  berat.. cocoknya ya tidur… Apalagi besok pagi kami harus bangun pagi menyambut sunrise.

Sunrise Di Bukit Kuneer

Kekhawatiran saya untuk acara menyambut sunrise adalah udara dingin. Duh gemana kalo anak-anak kedinginan.. gemana ntar kalo bawaannya pengen pipis mulu..Apakah anak-anak tahan dinginnya udara subuh di area kebun teh, di luar ruangan? Padahal semalam aja udaranya dingin banget. Saat tidur saya sempat terjaga karena suara angin yang lumayan kenceng. Bayangan saya udah angin kenceng plus udara dingin menusuk.

Saat membangunkan anak-anak untuk segera solat subuh, saya malah merasa kegerahan.. Hmm.. masa sih gerah. Alhamdulillah tak lama setelah anak-anak selesai solat, kami langsung siap-siap berkumpul di lobi hotel.

Alhmdulillah ternyata udaranya tak sedingin yang saya bayangkan.

Kami naik truk menuju Bukit Kuneer. Pengalaman pertama buat Nares dan Kinar. And they’re really happy. Bareng semua peserta trip ‘Komunitas Liburan Murah’ dalam gelap kami menikmati guncangan di bak truk akibat jalan berbatu. Hampir 30 menitan lah perjalanan dari hotel ke Bukit Kuneer.

Sesampainya di Bukit Kuneer, Alhamdulillah semua fasilitas lengkap.  Ada toilet, musholla, dan shelter. Apalagi spot fotonya.. banyak bangeeeettt

Wisata Agro Wonosari
Shelter
Wisata Agro Wonosari
Bukit Kuneer

Saya dan anak-anak langsung menuju ke area Jembatan Cinta, salah satu spot foto andalan di Bukit Kuneer. Keren lah.. kami bisa melihat Gunung Arjuno dengan sangat jelas. Juga Gunung Semeru dalam barisan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sudah lama sekali saya merindukan pemandangan ini. Dan saya disini melihat keagungan Nya bersama Nares dan Kinar.

Wisata Agro Wonosari
Jembatan Cinta

Oya..selama di area ini ada 1-2 ekor tawon yang mengajak bercengkerama.. Gak perlu panik sih. Jadi tetap santai.. karena kalo kita bereaksi berlebihan tawon malah menyerang kita. Tips dari pengelola juga nih.. hindari memakai wangi-wangian/parfum kalo mau ke tempat ini atau tempat lain yang ada tawonnya. Karena tawon suka dengam wangi-wangian.. makanya dia nyamperin kami… ihiyy wangi donk ya..

Setelah moment matahari terbit lewat, kami berkumpul di shelter, menikmati makanan ringan dan minuman hangat. Alhamdulillah.. Sambil minum dan makan, kami memanfaatkan fasilitas cosplay ala pemetik teh yang disiapkan pihak hotel. Dih senangnyaaa…

Kinar belajar memetik teh beneran dari kakek pemetik teh. Rupanya kakek itu juga orang Madura, tapi Madura swasta.. hahha. Madura swasta itu istilah untuk orang keturunan Madura yang tidak tinggal di Madura. Si Kakek itu dari Jember, keturunan Pamekasan. Ahhh senangnya… Kakek itu juga kelihatan senaang banget ngobrol dan berfoto dengan Kinar. (Ngomong2 Nares kemana.. hehe ntah dia agak gak mood.. setelah ke toilet baru dia mood lagi).

Setelah puas bercosplay dan berfoto.. kami pun akhirnya kembali ke hotel. Dengan penuh keriangan.. kami kembali berguncang-guncang di bak truk. Lebih dahsyat dibanding saat berangkat. Tapi lebih cepat..

Sesampai di hotel saya dan anak-anak langsung ke kamar untuk mandi dan bersiap untuk acara berikutnya.

Bermain di Aneka Wahana

Selesai makan pagi, kami diajak berkeliling kebun teh dan bermain di berbagai wahana yang ada di WAW. Berkelilingnya naik kereta kelinci.. Selama kurang lebih 15 menit kami dikenalkan pada area kebun dan berbagai jenis teh yang tumbuh di perkebunan. Menyenangkan dan tentu saja menambah pengetahuan, terutama buat Nares dan Kinar.

Selesai berkeliling, kami berhenti di dekat Tea House. Saat malam hari kami tak bisa melihat ada apa saja di sekitarnya. Ternyata di dekat Tea House ada taman bermain.

Kami langsung menuju area flying fox. Nares dan Kinar mencoba wahana ini bareng peserta lainnya.

Ada ATV juga.. Kinar memilih naik ATV bareng petugas.. karena saya gak berani nyetirin hahaha.. Sementara Nares lebih memilih bersepeda ditemani peserta trip.

Puas bermain di berbagai wahana, kami kembali ke hotel. Packing dan makan siang lalu kembali ke meeting point.

Catatan versi video bisa dilihat disini ya :

Alhamdulillah banyak pengalaman dan ilmu, juga teman-teman baru buat Nares dan Kinar. Terima kasih Komunitas Libura Murah, Terima Kasih Wisata Agro Wonosari… Semoga ada kesempatan bermain ke WAW lagi.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *