Tips Menjadi Penyiar Radio dari Inokari

Arisan Link is Back! Yess kali ini saya akan mengulas tentang perempuan muda belia berbakat dan berprestasi dari Bengkulu. Nama lengkapnya Intan Novriza Kamala Sari, kalau disingkat jadi INOKARI dan itu jadi alamat blognya. Hehehe.. keren dan unik juga. Mengulas Intan yang berprofesi sebagai penyiar radio, rasanya kayak menulis tentang diri sendiri deh. Karena saya sendiri juga pernah menjalani pekerjaan sebagai penyiar di radio. Sama-sama dijalani saat masa kuliah. Bedanya adalah…Intan di lembaga penyiaran publik alias radio milik pemerintah (RRI), kalo saya di lembaga penyiaran swasta.

Setiap penyiar punya ciri khas sendiri-sendiri, tapi secara garis besar acuannya menurut saya sih sama. Nah…Intan yang berdinas di RRI Bintuhan Bengkulu ini punya tips nih untuk yang penasaran pengen jadi penyiar radio, biar gak jadi penyiar yang asbun alias asal bunyi 😀 Gak harus bagus suaranya kayak penyanyi..tapi memang harus enak didengar 😀

Berikut ini tips-tipsnya :

  • Belajarlah membuat suara enak didengar, salah satu caranya adalah merekam suara sendiri. Setelah direkam..dengarkan..rekam lagi..dengarkan lagi. Boleh juga dievaluasi bareng teman biar lebih seru dan banyak masukan.
  • Banyak update informasi, gak perlu terlalu dalam..yang penting tahu sekilas tapi akurat 😀
  •  Sampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana. Kata Intan kalo bahasanya njelimet bisa kabur tuh pendengar 😀
  •  Harus punya sense of music yang bagus, karena musik memang tidak bisa lepas dari dunia kepenyiaran. Meskipun tidak semua radio mengutamakan program musik dan tidak semua musik yang diputar di radio disusun oleh penyiar. Karena biasanya penyiar itu harus serba bisa di segala acara atau program..jadi ya sedikit banyak harus belajar tentang musik. Untuk susunan lagu yang dipilihkan music director misalnya..ya penyiar tetap harus tahu donk sedikit informasi detail tentang lagu-lagu yang akan diputar selama jam siarannya 🙂
  • Mampu mengendalikan mood yang lagi jelek. Yes saya setuju banget ini mutlak harus dimiliki penyiar. Sesedih-sedihnya…semarah-marahnya..atau sebete-betenya .. suaranya harus terdengar SMILE. Kalau sekiranya tidak bisa, jangan harap dibolehkan mengudara deh sama pimpinan 😀 Karena penyiar radio tugasnya menghibur pendengar lewat suaranya…menciptakan theatre of mind, bukan operator playlist.
  • Sering dengerin radio, ini penting sebagai bahan evaluasi bisa juga jadi referensi siaran.
  • Rajin senam wajah, humming, dan pernafasan. Ini tambahan dari saya sih..hehehe. Senam wajah itu biar saat ngomong muka gak berasa kaku..terutama bagian sekitar mulut. Iya senamnya emang mulut dimonyongin ke depan, ke kanan, ke kiri. Kerasa loh ke otot-otot wajah 😀 Kalo humming itu seperti bergumam hmmmmm tapi suaranya keras dan dilakukan sampe sekitar mulut terasa bergetar. Nah kalo pernafasan ya melatih agar pas siaran gak terkesan megap-megap atau tarikan nafas sampe kedengeran.

Itu sekilas tips kalo pengen jadi penyiar. Sebenernya masih banyak hal teknis yang harus dipelajari kalo mau jadi penyiar yang okay. Boleh tanya-tanya ke Intan atau cek deh postingan-postingan Intan lainnya di tekape yaaa…

You may also like

3 Comments

  1. Suara aku gak bagus….tapi suka pingin jadi penyiar.
    Karena banyak ngomong kan aku banget yaa…

    Tapi kalo ngrekam suara, logatku gak bisa nipu, mba Dian…Jawa totok.

    Heuuheuu….gagal berarti yaa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *