Menjelajah Destinasi Wisata Jember

Sekitar bulan awal Agustus beredar tawaran untuk menjelajah destinasi wisata Jember lewat program Blogger Jember Sueger Camp 2018. Tanpa pikir panjang saya langsung isi formnya. Yes..saya gitu sih..gak pernah pikir panjang kalo ditawari jalan-jalan hehehe. Apalagi jalan-jalannya gratis plus ini plus itu…

Setelah beberapa minggu mengisi form.. beberapa teman  mulai menginformasikan kalo termasuk peserta yang terpilih untuk ikut. Saya pun iklas aja kalo pun gak keangkut 😀 Secaraa…yang diangkut itu travel blogger yang udah diakui kualitas travelling dan bloggingnya..jadi saya pikir..ah yasudahlah..emang belum rejeki saya gak ikutan. Hehehe

Tapi kemudian saya dapet pesan dari penyelenggara kalo saya ternyata keangkut..yeaaayyyy… Alhamdulillah…maka dimulailah pengaturan keberangkatan dan saya memutuskan untuk naik kereta Surabaya-Jember. Dapetnya tiket Sri Tanjung 31 Agustus 2018 14.00. Solo travelling nih ke Jembernya  🙂

31 Agustus 2018 jam 12.30 saya sudah di Stasiun Gubeng. Yeaahh ini hal baru bagi saya..karena sebelumnya belum pernah naik kereta dari Gubeng hehehe. Biasanya naiknya dari Pasar Turi..rute pantura. Kalo pun ke Jogja atau daerah lainnya biasa pake bis. Agak deg-degan juga sih..takut banget ketinggalan kereta. Hehehe. Gak sampe 1 jam saya menunggu, kereta sudah siap mengantar saya ke Jember..Bismillahhh…Akhirnya ya..setelah ratusan purnama gak naik kereta jarak jauh..ke daerah timur pula 😀

Menjelang  magrib..terdengar pengumuman kalo sebentar lagi bakal nyampe di stasiun Jember. Perjalanan saya ke Jember kali ini semacam nostalgia buat saya. Mengenang perjalanan ke kota suwar suwir ini sekitar tahun 2005-2006. Waktu itu saya ngelayap sampe ke Silo. Tapi gak terlalu banyak yang saya ingat tentang kota ini..Paling yang saya ingatnya mborong sayur pakis mentah untuk saya bawa ke Sumenep haha.Buat oleh-oleh mudik sebentar ke Sumenep sebelum balik ke Jakarta.

Sampai di stasiun Jember, gak lama saya menunggu jemputan yang disediakan panitia. Setelah 15 menit perjalanan dari stasiun, sampailah saya di Hotel Lestari, sebuah hotel klasik yang hits di Jember. Disinilah saya akan menginap semalam bareng 15 peserta lainnya. Roommate saya..diluar dugaan..hehe. Seorang travel blogger yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Saat melihat profilnya di IG nya aja saya keder..hahaha Duhh kece bangettt..

Acara makan malam dan pembukaan berlangsung di Ruang restoran di lantai bawah. Makan menu nasi jagung, urap, ikan asin, dll. Ada juga desert yang unik, tape ketan bersantan..Wedang Cor namanya. Selesai makan..akhirnya Blogger Jember Suegerr Camp 2018 resmi dibuka..Ada mbak Prita HW dan mas Nana sebagai ketua panitia yang memberikan sambutan, juga Pak Teguh sebagai pemilik Hotel Lestari . Kami saling memperkenalkan diri dan mengemukakan alasan kenapa tertarik ikut acara ini.Oya ada Nyi Penengah juga yang sempat bagi-bagikan souvenir bikinannya. Keren .

Acara pembukaan juga dilengkapi pembagian tanda peserta dan kaos. Alhamdulillah..nambah lagi koleksi kaos nih… 😀

Welcoming speech oleh Pak Teguh-Pemilik Hotel Lestari

Selesai acara pembukaan kami langsung kembali ke kamar masing-masing. Eh saya aja kali ya yang balik ke kamar wkwkwkwk. Secara…ada kerjaan belum selesai..maksud hati ngerjain malam ini..Apa daya…gak kuat melek sodaraa…hahahaha. Akhirnya sukses tidur..laptop yang saya bawa cukup saya buka..nyalakan…lalu matikan lagi.. 😀

Wisata Cerutu

Pagi 1 September 2018. Sejak sebelum subuh saya sudah bangun dan menuntaskan urusan di depan laptop. Roommate saya yang mengingatkan saya pada Sinead O’Connor, terbangun juga. Cuma setelah selesai mandi..Kak Terry udah jalan pagi dan lanjut makan pagi. Setelah Kak Terry balik ke kamar..barulah saya turun untuk makan pagi. Sekitar jam 7 an peserta akhirnya siap melanjutkan kegiatan hari ini..mengeksplor destinasi wisata jember yang keren.. Cuzzzzz…

Hotel Lestari

Lokasi pertama yang kami singgahi adalah kebun tembakau milik Tarutama Nusantara (TTN). Kebun ini menjadi sentra penanaman tembakau yang khusus digunakan untuk bahan pembuatan cerutu pabrik cerutu Boss Image Nusantara (BIN) Cigar. Lahan seluas puluhan hektar ditanami tembakau Besuki Naoogst dengan perlakuan khusus. Jadi seluruh bagin lahan dan tanaman dikaver naungan buatan/waring/paranet. Ya semacam kelambu gitu deh…Kelambunya bukan hanya bagian atas tanaman, tapi bagian samping juga ditutup. Pintu masuk ke lahan juga tertutup kelambu.

Perlakuan ini tujuannya untuk menciptakan iklim yang sesuai dengan kebutuhan tanaman tembakau. Intensitas cahaya, kelembaban..sehingga kualitas daun tembakau yang diharapkan tercapai. Tanaman tembakau tingginya mencapai 3 meter dan daunnya lebaaarr banget dan yang gak kalah penting kadar nikotinnya rendah. Selain naungan, sistem irigasinya juga sangat istimewa..kebun juga rapi,bersih..benar-benar menjaga kualitas.

Kami juga melihat proses panen yang dilakukan bertahap. Setiap panen dipetik 2-3 helai daun bawah. Setelah 2-3 hari..panen akan kembali ke titik semula. Daun yang dipetik dibawa ke gudang penyimpanan. Tapi bukan Cuma disimpan begitu saja ya. Ada perlakuan juga. Tembakau diangin-angin dan disimpan selama kurang lebih 20 hari. Setelah melalui proses ini daun tembakau dikirim ke bagian produksi yang letaknya beberapa kilometer dari kebun.

Ada perlakuan apa saja di bagian pengolahan ini? Tembakau yang sudah siap olah, disortir lagi lalu disusun untuk kemudian difermentasi selama beberapa hari. Setelah itu daun tembakau siap digunakan untuk pembungkus cerutu. Proses pembungkusan ini lokasinya juga berbeda.Jadi kami pindah tempat lagi..ke BIN Cigar. Nah disnilah kami melihat helai demi helai daun tembakau dilinting hingga menjadi cerutu.

Prosesnya gak sederhana juga sih…dan butuh waktu. Mulai wrapping, Filling, Binding, Pressing, drying..sampai packing.

Sebagian besar proses dikerjakan oleh perempuan loh…keren yaaa…Karena perempuan itu telaten.. 😀  Makanya..baek-baek ama perempuan.. ;D

Ulasan wisata cerutu versi video bisa dilihat disini ya :

Aktivitas membuat cerutu ala BIN Cigar ini bisa juga dilihat di beberapa hotel besar loh…Salah satunya di Hotel Pullman di Jakarta. Kalo gak sempat ke Jember..bolehlah cari disana..  🙂

Nah selesai melihat proses pembuatan cerutu dari hulu sampai hilir..rombongan langsung menuju Museum Tembakau. Museum ini berada di Jl. Kalimantan no. 1. Kami disambut oleh Bapak Sunito, kurator Museum Tembakau. Sebelum melihat koleksi museum kami dijamu dulu di ruang pertemuan. Jam selesai makan, ruang pertemuan yang adem, dan lampu ruangan yang temaram sukses membuat saya ngantuk 😀 Untunglah kami segera diajak melihat koleksi museum.

Museum itu sendiri bangunannya berada di belakang gedung utama UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian kabupaten Jember. Dari 2 lantai, baru lantai 1 saja yang diisi koleksi tembakau. Meski ruangannya tidak terlalu luas, informasi dan koleksinya cukup padat. Jadi kami menghabiskan waktu di museum tersebut sekitar 1 jam. Melihat berbagai koleksi tembakau, termausk berbagai inovasi olahannya. Ada parfum tembakau juga loh. Pak Sunito menyemprotkan parfum tembakau ke tangan kami. Enak gak aromanya? enak juga sih..gak kayak aroma tembakau 🙂

Nah..karena hari sudah semakin sore..kami pun bergerak lagi. Langsung yaa ke Taman Botani Sukorambi. Namanya aja udah bikin penasaran nih..Perjalanan dari Museum Tembakau hanya 30 menitan..

Taman Botani Sukorambi

Begitu sampai di TBS, kami langsung menikmati hijaunya sayur yang dibudidayakan secara hidroponik. Segeerrrr mata liatnya. Tak lama kami di area hidroponik, dan segera bergeser ke area Kampung Kelinci. Di area ini ada berbagai jenis kelinci. Pengunjung bisa beriteraksi bebas dengan kelinci yang lucu-lucu. Petugas juga memberitahu cara memegang kelinci yang benar..jadi pengunjung gak perlu khawatir ya..

 

 

Rabbit Show di area Kampung Kelinci

 

Selesai bercengkrama dengan kelinci, kami bergerak lagi ke Café Tebing. Hmmm kenapa namanya Café Tebing? Olala…ternyataa…karena posisi cafeya memang di bibir tebing gitu gaess…Ada bagian yang bener-bener di bibir tebing dan lantainya terbuat dari kaca.. Jadi kita seperti melayang diatas tebing gitu…lumayan loo itu kebawah mungkin 20 meteran.. 😀 Berasa butuh ilmu meringankan beban hidup..tubuh 😀 Disini kami menikmati berbagai macam menu makanan dan minuman. Haha padahal kami baru makan snack..eh dapet snack lagi..tar malem..makan lagi…Sungguh…terlalu… 😀

Cafe Tebing
Menu ringan di Cafe Tebing

Perjalanan kami selanjutnya melintasi berbagai area yang instagramable..Seperti menuruni bukit yang curam. Meski jalan kaki..tetep harus hati-hati ya.. Oya untuk pengunjung yang males jalan, bisa pake jasa golf cart yang tarifnya 10.000 per orang sekali jalan.  Perjalanan kami ke area camping ground..ternyata gak bisa cepat 😀 Karena kami mampir dulu ke Taman Koi, kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, dan tak lupa foto-foto hehehe..

 

Salah satu kolam renang

 

Seperti menuruni bukit kan…

 

Bercengkrama dengan koi-koi jawara

 

Sesampai di area camping ground..rupanya belum tuntas perjalanan kami. Karena di bagian ujung ada Muslimah Private Area.

Area apakah itu? Setelah kami masuk..hmmm…ternyataaa tempatnya luaasss…Ada kolam renangnya..toilet, ruang bilas,musholla, dan sebuah meja panjang yang kemudian kami sulap jadi co working space hahaha. Bener-bener mewah ih…gak kayak lagi di taman botani hehe. Oya istimewanya..kolam renang di Taman Botani ini pake air alami semua..tanpa kaporit. Jadi segerrrrr….Infonya sih tarif perjamnya 100.000. nahhh lumayan kan..kalo mau arisan ama bukibuk ..sewa tempat ini..bisa renang sambil rumpi-rumpi sekalian among bocah 😀

Gelar Laptop di area ini akhirnya..Private Area for Muslimah.

Sampai menjelang waktu makan malam..kami menikmati freetime di Private Area ini. Ada yang main di kolam…ada yang leyeh-leyeh aja..ada juga yang memanfaatkan waktu dengan tiduran sebentar di musholla 😀

Malamnya barulah kami ngumpul lagi untuk menikmati makan malam dengan menu utama ikan bakar, pelepasan lampion, dan sharing session seputar aktivitas ngeblog. Disini kami juga berkesempatan bertemu dengan pemilik Taman Botani Sukorambi, Bapak Febriyan Kahar. Senang bisa ketemu langsung dengan pemilik TBS yang juga dewan komisaris Tarutama Nusantara dan BIN Cigar ini. Pak Febriyan banyak menceritakan tentang potensi wisata di Jember dan tentang TBS tentunya. Saya jadi tahu banyak sekali keistimewaan TBS. Semoga ada kesempatan ke TBS lagi bareng anak-anak.. 😀 Review dan foto-foto Taman Botani Sukorambi juga saya unggah di Google Maps ya..Boleh dicek.. 🙂

Meet and Great dengan Pak Febrian-pemilik Taman Botani Sukorambi

Saat sharing session tentang blog, tiba-tiba hujan rintik-rintik..jadi acara diboyong ke Private Area..hehehe..Senangnyaaa…karena sungguh saya sedang tidak sabar untuk membuka laptop. Monmaap cuma ikut dengerin aja sambil ngelappy..karena saya sepakat banget dengan apa yang disampaikan temen-temen peserta Blogger Jember Sueger Camp 2018 😀 Masukkkk Pak Ekooo…pokoknya deh..

Menjelang tengah malam..sharing session selesai..dan satu per satu peserta masuk tenda yang sudah disiapkan panitia. Saya harusnya setenda lagi dengan Kak Terry..tendanya di ujung paling jauh.:D Tapi saya lihat Kak Terry udah bobok nyenyak di tikar di pinggir kolam. Sementara kerjaan saya masih nanggung..dikit lagi. Menjelang sepertiga malam terakhir..tinggal Saya, Salman, dan Teh Nchie yang masih melek depan laptop. Lalu saya beranjak memilih tidur di musholla saja..karena paginya masih ada yang harus diselesaikan di laptop..Jadi gak jauh-jauh ke laptopnya..Mau BAK juga gak jauh-jauh.. Alhamdulillah..ternyata saya gak sendiri..Teh Nchie kemudian menyusul dan terakhir Mbak Yuni yang pindah dari tenda ke musholla Private Area… 😀 Lets Go Mak….

Pagi kami Alhamdulillah gak kesiangan..gegara sajadah yang kami pakai untuk alas tidur..mau dipinjam Faisol untuk solat subuh. Hahah..sayangnya mak-mak masih berat bergeser.. Setelah menyelesaikan kerjaan ..saya langsung menuntaskan ritual pagi..lalu packing.. Kami siap bergerak ke destinasi selanjutnya.

Sarapan dulu gaesss

Sarapan Pagi kami menunya pecel ala Nyonya Ama catering. Enakk cucok…Snack selama perjalanan juga mantap surantap…Sungguh kami tidak berhenti makan selama perjalanan haha Tapi tetep aja ya makannya lahap . Wajib cek lingkar pinggang nih setelah acara selesai 😀 Dann sebelum mengakhiri waktu kami di TBS ada bingkisan berisi kopi bubuk Bedhag Kopi, Suwar suwir dan Cokleat Edamame yang maknyussss…Terima kasih yaa..apalagi ternyata saya gak sempat lagi mampir beli oleh-oleh  😀

Siap eksplor destinasi berikutnyaaa
Naik Golfcart dulu..keluar area Taman Botani Sukorambi..Aseeekk

Pantai Papuma

Destinasi pertama di hari terakhir ini adalah Pantai Papuma. Perjalanan dari TBS lumayan jauh juga..sekitar 1 jam perjalanan dan bikin ngantuk-ngantuk sedep. Begitu masuk pintu wisata..kami teramaze dengan jalan yang nanjak dan pemandangan laut yang wowwwwwww.. Sempet foto dari bis pemandangan yang keren…Dan ternyata lebih keren lagi saat melihat dari menara Siti Inggil. Jadi dari parkiran kami jalan kaki ke Siti Inggil. Kalo bawa mobil/motor sih bisa ya parkirnya deket Siti Inggil. Sekalian liat-liat fasilitas yang disediakan oleh Perhutani sebagai pengelola pantai ini.

Menaiki anak tangga yang berwarna warni gak kerasa ngos-ngosan kok..ya karena sambil poto-poto dan banyak berhentinya hehe. Semakin keatas..pemandangannya semakin cakep. Kalo pengen kesini di malam hari..bisa juga..Katanya sih kadang potograper ke tempat ini untuk ambil gambar milkyway.. Tentu harus ijin khusus yaa…

Sampai di Siti Inggil cuaca lagi panas-panasnya..Tapi rasa haus dan panas..langsung sirna..karna sudah ada es kelapa muda yang menunggu. Alhamdulillah..sungguh kenikmatan yang HQQ ..Jadilah kami foto-foto..leyeh-leyeh..minum es degan..sambil menikmati pemandangan yang luar biasa..Dari Siti Inggil ini keliatan jelas..Pantai Pasir Putih Malikan ini memang unik. Di sisi timur yang berpasir putih dan landai ..sisi barat berupa pantai berkarang yang kalo ombak besar..batuan yang ada di pantai jadi bergeser/berubah posisi..Itulah kenapa disebut Pantai Malikan/Mali’an.

Sisi Timur Papuma..Pantai Pasir Putih (foto by teteh Nchie Hanie)

 

Sisi Barat Papuma, Pantai Malikan

 

Bersama Roomate ..Kak Terry dengan latar belakang Pulau Narada

Karena harus segera bergeser ke destinasi berikutnya kami bergegas turun dari Siti Inggil. Alhamdulillah…tersedia mobil untuk membawa kami kembali ke parkiran. Pihak pengelola menyediakannya khusus untuk kami. Terima kasih..lemak di badan jadi urung terbakar 😉

Coffee and Cocoa Science Techno Park

Perjalanan pun berlanjut ke Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) yang berada dalam kawasan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di desa Nogosari kecamatan Rambipuji. Puslitnya sendiri sudah ada sejak tahun 1911. Tapi baru dijadikan sebagai Science Technopark pada tahun 2016. Flashback sedikit ya..jadi keingetan pernah fieldtrip kesini  pas jaman kuliah ..saya mengenal kopi luwak ya saat fieldtrip itu. Tapi saat kunjungan kemarin saya lebih fokus ke cokelat meskipun sesungguhnya saya suka keduanya.

Selama di CCSTP kami berkeliling kebun kopi dan kakao naik kereta kayu. Jadi gak terlalu berasa capek donk..Sempat berhenti sebentar di area kebun kakao dan kopi…lalu kami berhenti di area proses produksi cokelat. Memasuki area ini aroma cokelat sudah semerbak sekali tercium. Beruntung meskipun sudah lewat jam kerja proses produksi masih berlangsung. Karena biasanya kalo hari Sabtu hanya sampai jam 12.00.  Kami juga mampir ke produksi alat-alat pengolahan kopi dan cokelat yang memang dijual untuk umum.

Berkeliling Kebun Kopi dan Kakao dengan kereta kayu

Melihat dari dekat proses pengolahan kakao

 

Melihat proses pengolahan cokelat..nyemmm pengen nyomot
Spot instagramable nya juga ada loh

Selesai berkeliling..kami langsung menuju Outlet Kopi dan Kakao. Wuihh senangnya bisa ketemu olahan cokelat…Anak-anak dan kakungnya sukak banget cokelat. Jadilah saya beli beberapa jenis cokelat buat oleh-oleh. Juga kopi bubuk. Tak lupa juga saya nikmati satu cup cokelat dingin..manteppp rasanya. Sensasinya beda..menikmati cokelat aseli di kebunnya 😀

Akhirnya sampailah kami di destinasi terakhir..Warung Kembang. Sebuah tempat makan yang besar, dengan area parkir yang luas. Berbagai macam makanan sudah menyambut kedatangan kami. Siap disantap. Snack dan welcomedrinknya nendang banget. Apalagi menu utamanya..Sungguh membuat saya lupa dengan lingkar pinggang hahaha. Sambil menikmati makan siang, ada live musicnya juga..Sayang saya gak bisa ikut berlama-lama acara penutupannya. Karena harus segera kembali ke Sumenep.

Warung Kembang

Sungguh perjalanan yang menyenangkan dan mengesankan… Destinasi memang penting..Tapi dengan siapa kita jalan..itu lebih penting..;) Terima kasih Blogger Jember Sueger..dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini.. Semoga jember Makin Bersinar..Makin Rame..

You may also like

34 Comments

  1. Urap sama ikan asin.. Hmm. Paduan yang favorit bangey mba.. Kalau di rumah sama nasi kuning. Nah nasi jagung aku belum pernah nyoba plus wedang corrr apaan sih itu jadi pengen deh. Khas Jember kah?

    1. Hai.. iya.. wedang cor salah satu kuliner khas Jember.. tape ketan dikasi santan.. sweet 😊 Boleh dicoba paduan nasi jagung sama ikan asinnya hehe

  2. Destinasi di Jember saat ini memang bukan main-main. Pengembangan lokasi wisatanya udah top banget ya mba. Saya dari dulu pengen banget bisa kesana tapi belum nemu waktu yang pas sama rezeki yang mencukupi. Yahh, semoga next time bisa ikut acara kayak gini hehe

Leave a Reply to dwi puspita Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *