Sandeq Race, Tradisi Maritim Sulawesi Barat

Sebagai negara maritim, Indonesia sangat kaya dengan tradisi yang berhubungan dengan laut. Kalo di Sumenep saja, hampir setiap desa di pesisir punya tradisi upacara petik laut. Upacara dilakukan setahun sekali dan menjadi hal yang menarik untuk dilihat warga sekitar. Di beberapa daerah, tradisi petik laut bahkan sudah menjadi event wisata rutin dan mendatangkan wisatawan.

Kalo di Polewali Mandar Sulawesi Barat ada tradisi lomba perahu layar yang disebut Sandeq Race.Sandeq adalah perahu tradisional Suku Mandar, salah satu kelompok etnis tertua di seluruh Austronesia. Sandeq adalah ikon kebanggaan Sulawesi Barat. Sandeq dinilai sebagai kapal tercepat di dunia tanpa mesin dan bisa berlayar selama 20 sampai 30 knot (50 km/jam).

Sandeq Race (Ist by Genpi)

Lomba perahu layar tradisional Mandar ini dimulai dengan mempertunjukan tiga unsur kegiatan, yakni olahraga, edukasi dan pertunjukan kesenian. Untuk sport, festival ini dikemas dengan sejumlah perlombaan, salah satu bentuk kegiatan adalah lomba permainan tradisional, gasing.

Sulawesi Barat sendiri adalah  propinsi pemekaran  Sulawesi Selatan, berdasarkan  UU No 26 Thn 2004,  dengan ibukota  Mamuju. Wilayahnya meliputi 5 kabupaten, yaitu kabupaten Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa dan kabupaten Mamuju Utara. Letak geografisnya berada pada posisi  silang  antara Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah, dan berhadapan langsung dengan Selat Makassar  sebagai jalur  pelayaran  Nasional dan International.  Kondisi Topografinya terdiri atas laut, dataran rendah serta dataran tinggi dengan  tingkat kesuburan yang tinggi  dan beriklim tropis .

Masyarakat Pesisir Sulawesi Barat terkenal sebagai pelaut ulung. Dengan perahu sandeq mereka menjelajah ke seluruh wilayah  nusantara  hingga ke  Malaysia dan Australia, sedangkan masyarakat yang berdiam di kawasan pegunungan memiliki kemiripan budaya dengan etnis Toraja. Seperti pada bentuk rumah, bahasa, serta pakaian serta upacara adat.

Sulawesi Barat juga memiliki daya tarik wisata alam yang fantastic dengan keasrian  panorama pegunungan yang masih asli. Keunikan budaya masyarakat  serta  sajian beragam jenis wisata minat khusus  tersebar diberbagai wilayah pantai dan pegunungan.

Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Majdi mengungkapkan, perlombaan perahu tradisional Mandar yang telah menjadi ikon nasional tersebut, memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai “cultural heritage” atau penyelamatan budaya, promosi wisata, dan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata yang diharapkan berdampak pada pendapatan masyarakat menuju Sulbar yang sejahtera dan “Malaqbi” atau bermartabat.

Tahun ini Sandeq Race dilaksanakan tanggal 11-17 Agustus 2018. Melalui Sandeq Race Festival 2018, warga dimanjakan dengan lomba kapal cepat tanpa mesin yang mengusung tema ‘The Hardest, The Longest and The Fastest’.Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan keseruan itu sudah masuk Top 100 Wonderful Indonesia Events.

Perlombaan perahu layar, Sandeq Race 2018 dimulai dengan dikayuhnya perahu-perahu tradisional tercepat di dunia. Balapan berlangsung selama 7 hari di Pantai Bahari Polman. Dengan mengambil rute berbeda dari sebelumnya mengambil rute Makassar, kini menjadi rute atau etape Polewali Majene, Sendana dan berakhir di perairan Mamuju.

Kadispar Sulawesi Barat mengaku, pihaknya akan terus mengembangkan festival Sandeq Race. Kegiatan ini akan dijadikan sebagai atraksi andalan yang diminati wisatawan nusantara dan mencanegara.

Bahkan Sulbar siap membuat program pelestarian Kapal Sandeq dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada anak muda sebagai regenerasi. Kapal Sandeq banyak tersedia, tapi jokinya masih sangat terbatas. Karena pemerintah setempat akan melatih anak-anak muda terkait Sandeq ini dan menjadikan Sandeq sebagai wisata minat khusus.

Karena event Sandeq Race selain melestarikan tradisi, perekonomian masyarakat yang menjadi rute balapan juga bisa bergerak. Penginapan terisi, restoran dan rumah makan lebih laris dari biasanya. Apalagi yang datang bukan hanya wisatawan lokal. Wisatawan asing dari berbagai negara juga datang menyaksikan Sandeq race, seperti Rusia, India, Denmark, Malaysia dan Korea Selatan.

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *