Ujian dalam Berumah Tangga

Sumber Gambar : Signature-reads.com

Tulisan kali ini merupakan respon untuk trigger terakhir KEB (Kumpulan Emak Blogger) Collab grup Anne Avantie. Nah..tema yang diusung seputar rumah tangga. Well..baiklah .. Hidup berumah tangga bagi saya adalah semacam hidup yang sebenarnya. Lepas dari orang tua, hidup mandiri, apalagi kalo sudah ada anak ya. Setiap orang punya kehidupan rumah tangganya sendiri. Sama saja, tidak perlu membandingkan dengan kehidupan rumhtangga orang lain. Krena sepatu yang kita pakai belum tentu cocok buat orang lain..yakan…

Tapi secara umum, tiap rumahtangga pasti ada aja ujian dan cobaannya. Macam cobaannya bisa jadi sama..tapi apa gemananya bisa jadi berbeda. Saya sebagai orang yang pernah berumah tangga punya sedikit pandangan nih tentang cobaan atau ujian itu.. Apa saja sih cobaannya orang berumatangga tu..

Ekonomi

Ya..inilah yang sering jadi ujian hampir semua rumahtangga. Sepakat gak?Dari yang tadinya uang tumpeh tumpeh…jadi habis bis.. Banyak lah penyebabnya..ada yang karena ditipu orang..sampe semua tabungan terkuras..ada yang karena pasangan tiba-tiba kehilangan pekerjaan..ada juga yang karena penghasilan istri lebih besar dibanding penghasilan suami..dan masih banyak lagi contoh lainnya. Oya..yang tadinya gak ada duit..lalu mendadak banyak duitnya juga cobaan loh ya.. 😀

Perbedaan

Hmm..emang ujian juga ya?iya sih kalo menurut saya. Meskipun sebenarnya dari awal sudah tahu adanya berbagai perbedaan masing-masing pasangan, kadang perbedaan itu tiba-tiba jadi masalah. Perbedaan latar belakang keluarga, perbedaan latar belakang pendidikan, perbedaan keyakinan, dll. Saya sendiri menyadari itulah kenapa harus ‘sekufu’ dalam mencari pasangan. Salah satunya ya untuk meminimalisir permasalahan. Meskipun ya sekufu pun bukan berarti terbebas dari segala problem ya…

Orang Ketiga

Nahini..hahaha. Di berbagai medsos sudah banyak banget ya kasusnya..di sekitar saya pun banyak. Sampai muncul istilah pelakor dan pebinor.. 😀 Bisa dari orang di masa lalu..bisa juga orang baru yang tiba-tiba hadir. Permasalahan yang ini gak pandang usia..mau udah berumah tangga selama 20 tahun lebih..mau baru seumur jagung..

Dari sekian banyak ujian rumahtangga tentu tiap orang juga punya cara sendiri menghadapinya. Tapi kalo menurut saya sih…semuanya tergantung komitmen bersama ya..Kalo keduanya berkomitmen untuk menyudahi masalah dan tidak mengulanginya lagi..Insyaallaah semua akan baik-baik saja. Jadi gak bisa lah kalo yang komit hanya 1 pihak sementara pihak lainnya tidak sungguh-sungguh menyelesaikan dengan sebaik-baiknya. Komitmen itu kalo menurut saya adalah kunci utama semua penyelesaian masalah.

Komitmen yang kayak apa sih…Ya tergantung permasalahannya. Kalo ekonomi..ya komitlah untuk sama-sama mencari jalan keluarnya…sama-sama usaha biar terbebas dari segala kesulitan ekonomi. Kalo problemnya perbedaan seperti pada poin 2 tadi..ya sama-sama komit untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan tersebut. Toh dari awal udah tahu adanya perbedaan itu kan..

Nah kalo permasalahannya adalah orang ketiga yaa..kembalikan pada komitmen awal untuk hidup berumahtangga. Mau main-main apa serius..hahaha. Keseriusan itu salah satu tandanya ya tidak mengulangi lagi. Kalo dimaafkan..diulangi lagi…dimaafkan..diulangi lagi…begitu terus-terusan ya..tentu perlu dipertanyakan komitmennya kan.  Khilaf kok bolak balik 😉

Selebihnya kalo menurut saya ya tinggal pasrah aja sama Pemilik Hidup..Allah SWT. Karena kita kan Cuma menjalani skenario aja ya…semua sudah ada jalannya masing-masing. Semoga dikuatkan saja dalam menghadapi berbagai permasalahan berumahtangga. Bahkan ketika harus memutuskan bubaran pun saya meyakini semua sudah jalan dariNYa. Dan setiap keputusan dariNya sudah pasti yang terbaik..bukan begitu ?

Nah..Mak Ria juga punya ulasan tentang bagaimana menghadapi permasalahan dalam berumahtangga… bisa dicek disini

Semoga bermanfaat ya..

You may also like

8 Comments

  1. Bener, mba Di.
    Sampai saat ini, aku paling ga bisa nulis tentang pernikahan.

    Tapi lagi cari-cari refrensi mengenai hal ini niih..
    Haturnuhun tulisannya, mba Di.

    Abis ini langsung bikin blogpost tentang pernikahan juga aah…

    Love, kak Di.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *