Penyeberangan ke Pantai Sembilan , Hati-hati Salah Naik Kapal

Penyeberangan ke Pantai Sembilan

Pantai Sembilan di Pulau Gili Genting kabupaten Sumenep Madura adalah salah satu destinasi wisata primadona.Bukan hanya untuk kalangan warga lokal Sumenep, tapi juga wilayah Jawa Timur bahkan nasional. Eh..internasional juga lo..karena sudah beberapa tahun terakhir kapal pesiar dari Bali rutin mampir ke pantai ini.

Karena letaknya di luar wilayah daratan Sumenep, maka akses satu-satunya adalah penyeberangan laut. Ada 2 pelabuhan utama yang biasa dipakai untuk menuju ke Pantai Sembilan, yaitu pelabuhan Tanjung Saronggi dan Pelabuhan Kalianget. Penyeberangan dari pelabuhan Tanjung Saronggi ke Pelabuhan Bringsang merupakan penyeberangan reguler yang biasa digunakan warga. Sedangkan penyeberangan dari pelabuhan Kalianget biasanya adalah private trip yang sepaket dengan Gili Labak.

Saya sendiri belum pernah ke Pantai Sembilan dari Pelabuhan Kalianget. Jadi beberapa kali selalu lewat Pelabuhan Tanjung. Karena reguler, jadwal penyeberangannya rutin selalu ada dari jam 5-6 pagi sampai jam 5 sore.Kalo kemaleman gemana?Bisa sih nyebrang tapi tarifnya 2 kali lipat 20.000 per orang. Tarif bawa kendaraan motor belum termasuk ya..Jadi kalo rombongan tinggal kalikan aja ya…Waktu tempuhnya sekitar 30-45 menit.

Saya punya pengalaman berbeda setiap menyeberang. Yang mencolok ada 2, yaitu saat survey dan saat menjadi tim advance Februari 2018. Saat survey tahun 2017 lalu saya dikenai tarif 15.000 per orang. Hmm..saya pikir sih tarifnya naik. Tapi saat akan kembali menyeberang ke Tanjung, di banner di pelabuhan Bringsang tertulis tarif penyeberangan 10,000. Ohh saya pikir beda ya tarif dari Tanjung  dengan dari Bringsang. Tak sengaja terlontar masalah tarif ini saat ngobrol dengan Kades Bringsang, Pak Sutlan. Hoho ..ternyata ditegaskan kalo tarif 10.000 berlaku untuk rute Tanjung-Bringsang  maupun sebaliknya. Kades yang mengelola sepenuhnya Pantai Sembilan ini pun langsung menelpon petugas tiket Tanjung menanyakan siapa yang menaikkan tarif seenaknya. Sayangnya..petugas tidak mengaku, sampai di pelabuhan Tanjung pun tetap keukeuh kalo bukan dia yang menarik tiket segitu. Ya sih..Cuma 5000 tapi tarif itu kan jadi patokan untuk trip yng kami buat.. Jadi kalo kalian menyeberang ke Pantai 9 dikenai tarif diatas 10.000/orang saat jam reguler, jangan mau..kecuali memang niat untuk memberi lebih 😉

Nah kalo pengalaman terbaru sih termasuk konyol lah ya..hahah. Jadi saat sampai di Pelabuhan Tanjung, tukang perahu bilang (yang saya dengar) “Anyar..Anyar..Anyar..mau berangkat” Ohic..tumben diteriakin gitu..saya pikir itu nama kapalnya. Saat ditanya “Anyar…?” (kata sebelum Anyar gak terdengar jelas) Saya jawab Gili Genting..(ya sih kenapa bukan jawab Pantai Sembilan…). Karena sudah siap berangkat, saya dan teman langsung naik..dan kapal berangkat..

Alhamdulillah laut begitu tenang..

Saat hampir sampai, mulai deh kerasa aneh. Kenapa kapal semakin menjauh dari Pantai 9. Jadi kalo biasanya condong ke arah timur..kapal terus aja ke barat. Kadang untuk menghindari kebawa arus..bisa aja kapal agak menjauh..tapi biasanya kembali lagi mendekat ke arah pelabuhan tujuan. Nah ini gak ada tanda-tanda mendekati Pantai 9. Hahah..wah…wah..kami pun curiga kalo kami salah naik kapal nih.

Teman saya pun bertanya kepada penumpang lain..dannn jreng..jreng..kapal ini memang gak ke Pantai 9 atau Pelabuhan Bringsang..melainkan ke Aeng Anyar..pelabuhan lain di Pulau Gili Genting. Wahahahaha..Iki piye…iki piye..Ya sudah..berhubung sudah mau nyampe..kami nikmati saja Pelabuhan Aeng Anyar yang di sekitarnya masih banyak terdapat mangrove. Untuk menuju ke Pantai 9, kami harus naik ojek dengan tarif 20.000 per ojek. Pastilah ini bukan tarif reguler juga..Ya lah..gapapa daripada jalan kaki kan.. 😀 Beraaatt..

Penyeberangan ke Pantai Sembilan

 

Penyeberangan ke Pantai Sembilan

 

Jadi ternyata kapal rute Tanjung – Aeng Anyar memang gak selalu ada..tergantung musim/arah angin. Kalo menurut tukang ojek yang saya tumpangi..saat musim angin barat kapal memang berangkak t dari pelabuhan Tanjung. Tapi saat musim angin Timur..kapal berangkat dari pelabuhan lain (Pagar Batu). Ahhh pantesaann.. karena beberapa kali ke Pelabuhan Tanjung..gak ada yang nawarin..Anyar..Anyar..Anyar.. Selain itu bentuk kapalnya pun agak berbeda 😀 Jadi biar kalian atao saya gak mengalami lagi kejadian seperti ini..pastikan kalo kapal yang akan dinaiki adalah kapal tujuan Pantai Sembilan. Yess..bilang Pantai Sembilan..jangan Gili Genting aja ya.. 😀 Kecualii..memang pengen jalan-jalan dulu di Aeng Anyar..Ya kali mau wiskul…karena katanya sih kuliner khas Gili Genting kue wafel gula merah adanya di desa yang ini 😉

Penyeberangan ke Pantai Sembilan
Rute Penyeberangan

Yahh ternyata salah naik transportasi bukan Cuma bisa kejadian di transportasi darat ya alias salah naik angkot..Salah naik perahu/kapal pun bisa terjadi. Untunglah kejadian salah naik kapal ini hanya beda pelabuhan masih  satu pulau. Coba kalo pulau lain… 😀

 

You may also like

20 Comments

  1. Jd nosltagia an nih mampir kemari. Aku prnh kesini mbk sm tmn2. Wktu itu diajak keliling madura sm tmn yg dr madura. Thn 2010 an klok nggak slh. Cakep pemandanganya. Biru. Atas bawah membiru. Suka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *