Cara Mengatasi Demam Pada Anak

 

Sejak kecil hingga di usia sekolah dasar seperti sekarang ini, Nares dan Kinar termasuk akrab dengan demam. Demam yang dialami tergolong tinggi, bisa sampai 39 derajat celcius (dc). Saya bersyukur karena keduanya tidak mempunyai kecenderungan mudah step saat terserang demam. Tapi bukan berarti saya lalu meremehkan dan santai saja saat anak demam loh..nggak sama sekali. Namanya ibu ya..dimana-mana sama..gelisah dan bisa panik kalo anak demam, apalagi sampe demamnya tinggi.

Demam yang pernah dialami Nares dan Kinar ada beberapa penyebabnya, diantaranya :

  • Pasca imunisasi, demamnya sih gak tinggi-tinggi banget…sekitar 37-38 dc. Meskipun sudah memilih imunisasi yang tanpa demam.
  • Infeksi, Nares dan Kinar pernah mengalami infeksi yang salah satu gejalanya adalah demam. Demamnya termasuk tinggi saat kena infeksi seperti ini. Keyakinan adanya infeksi dibuktikan dengan tingginya leukosit pada darah setelah dilakukan cek darah.
  • Panas dalam, demam bisa melanda saat anak panas dalam. Biasanya sih ini kalo Nares dan Kinar kurang minum, sementara cuaca panas, dan faktor makanan-minuman. Ya..jajan semau bocah kadang tak bisa dihindari, terutama es. Seementara anak-anak cenderung sensitif tenggorokannya.
  • Mau tumbuh gigi, demam seperti ini dialami saat masih batita. Demamnya tidak terlalu tinggi, tapi rewelnya biasanya yang bikin resah 😀
  • Kecapekan, ya..terutama Kinar..Kalo udah kecapekan cenderung gampang demam. Apalagi kalo udah batuk, panas dalam, kecapekan..hihi..semacam komplikasi gitu.. Pernah dia hampir setengah hari main di kolam renang dalam kondisi cuaca panas..selama bermain gak minum air, pulangnya makan es krim..langsung deh besoknya demam.. 🙂

Meskipun saya tergolong gak panikan saat anak-anak sakit, tetep aja ya.resah dan pengennya anak-anak cepet turun demamnya. Pengennya anak-anak ceriwis lagi..ceria lagi..kayak bola bekel lagi.. 😀 Jadi saya melakukan beberapa langkah berikut saat anak-anak demam :

  • Mengukur suhu tubuh anak. Nah..ini penting untuk menentukan apa yang perlu dilakukan oleh ibu. Makanya punya termometer untuk mengukur suhu tubuh itu penting dan wajib banget. Apalagi kalao bocah punya riwayat kejang atau step. Wajib dicatat..diingat..suhu berapa saat anak step. Jadi ketika suhu tubuh anak sudah mendekati angka saat dia step, harus segera diantisipasi.
  • Memberikan asupan air minum yang lebih banyak saat suhu tubuh terdeteksi sekitar 37-38. Kalau saya sih sangat menghindari anak-anak minum air es..hehhe..kalo bisa sih minumnya air hangat aja 1 gelas setiap 30 menit. Anak-anak biasanya akan beser atau sering buang air kecil setelah minum, dan diikuti dengan turunnya suhu tubuh menjadi normal.
  • Memberikan obat penurun demam sesuai aturan pakai. Dengan obat penurun demam, suhu tubuh cenderung cepat kembali ke normal. Berikan lagi beberapa jam (kalo masih demam lagi) atau sesuai petunjuk dokter.
  • Mengompres dengan air hangat, tapi cara ini sudah jarang saya lakukan. Selain ribet, anak-anak cenderung gak bisa diam juga. Jadi malah kemana-mana itu pengompresnya 😀 Pengompresan bisa dilakukan di sekitar bagian leher sebenarnya. Atau diusap ke sekujur tubuh juga bisa loh menurunkan demam anak..Jangan air dingin loh ya..karena air dingin justru bikin shock karena suhu tubuh anak lagi tinggi. Kadang kalo memungkinkan anak-anak saya ijinkan mandi dengan air hangat saat demam.
  • Membalur tubuh anak dengan minyak kelapa yang dicampur dengan perasan jeruk nipis. Ini saya lakukan saat anak-anak masih balita juga..meskipun tetap diikuti dengan pemberian penurun demam. Ampuh lo ini menurunkan demam anak-anak..usapkan terus begitu kelihatan udah terserap kulit. Kalo gak ada minyak kelapa bisa dikasi minyak telon atau VCO.

Untuk urusan memilih penurun demam, saya emang termasuk selektif sih..Karena memang yang terpenting adalah anak-anak cocok (panasnya turun gak sampai suhu tubuh dingin dalam waktu terlampau cepat, tapi cukup di suhu 36 dc dalam waktu sekitar 30 menitan).

Tempra Syrup bisa menjadi pilihan untuk membantu mengatasi demam pada anak-anak. Karena Tempra Aman di lambung, dosisnya tepat (tidak menyebabkan overdosis atau sebaliknya kurang dosis), dan dalam penggunaannya tidak perlu dikocok karena Tempra sudah larut 100%. 3 hal ini menurut saya penting, karena gak mau kan..demamnya turun tapi lambungnya iritasi 🙂 Atau misalnya kelupaan ngocok botol obatnya..nah..efektifitas obatnya gemana donk..Sementara dosis yang tepat udah pasti mutlak diperlukan karena kelebihan asupan paracetamol bisa berakibat buruk pada organ tubuh lainnya.

Dalam setiap 5 ml Tempra Syrup terdapat 160 mg Paracetamol. Paracetamol inilah yang berperan sebagai antipiretika pada pust pengaturan suhu  di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Makanya Tempra sangat efektif untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada anak-anak.

Nah..kalau sudah dikasi penurun demam selama 2 hari tapi masih tetep aja ..atau nyerinya masih berlangsung sampai 5 hari..langsung deh..cuzzz ke dokter.

Semoga bermanfaat ya..dan anak-anak sehat selalu…Jangan lupa..ibu pun harus sehat…biar selalu bisa menjaga kesehatan anak-anak..dan anggota keluarga lainnya..

 

 

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

You may also like

15 Comments

  1. Sama. Anak2 juga agak ikrib sm demam. Apalagi kalau mau radang tenggorokan trus lanjut batuk. Blom lagi kalo baru sembuh, masuk sekolah trus ketularan temennya. Demam lagi deh. Untungnya mereka juga gak gampang step. Alhamdulillah gak ada riwayat step juga. Jadi masih bisa sedikit lebih tenang.

    Aku juga pakai tempra karena emang udah turun temurun juga sih. Ingetnya kalo demam, ya Tempra. Kebetulan rasanya juga masih bisa di terima, makanya Tempra selalu jadi andalan dan selalu siap di lemari obat.

  2. Kalau mau tumbuh gigi itu pasti demam ya. Cmumut demam parah sih gak, tapi rewel berat. Repotnya gak mau minum air putih. Syukurnya dia mau dikasih obat

  3. Kalau demamnya sehabis imunisasi biasanya buibu lebih siap kan ya. Yang bikin panik kalau demamnya tiba-tiba, duhhh. Memang harus selalu sedia Tempra di rumah, kalau-kalau dibutuhkan jadi ga perlu cari ke apotik lagi.

  4. benar ga sih kalau tumbuh gigi bikin demam? Kata dokterku itu mitos aja, ga ada hubungannya. Tapi memang ada sih anak yang demam saat hendak tumbuh gigi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *