Mencegah Diabetes ala Foodtech Blogger, Ardiba Sefrienda

Selama ini saya gak terlalu banyak menemukan ulasan tentang diabetes di kalangan blogger. Saya pun tidak terlalu tertarik membahasnya di blog saya sendiri. Padahal ya…diabetes sudah sangat akrab dengan saya.. Well, bukan karena saya diabetesi.. tapi memang keluarga besar dari ayah saya adalah diabetesi. Makanya ketika menemukan postingan Ardiba, Foodtech Blogger yang sekarang tinggal di Palembang ini, saya antusias banget deh..

Saya menemukan beberapa ulasan terkait diabetes di kategori atau label Food Tech alias teknologi pangan. Kategori yang menarik banget buat diubek-ubek…hehehe.

Banyak orang nggak sadar dirinya kelebihan gula darah. Beberapa diantaranya malah cenderung menghindari tes darah karena takut ketahuan memiliki kadar gula tinggi.

Hahaha iyah ini saya banget deh…Tapi emang saya ngerasanya gak ada gejala kelebihan kadar gula dalam darah. Pernah juga sih waktu hamil anak pertama, berat badan saya naik gila-gilaan. Dokternya minta saya cek gula darah dan lainnya untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Ehhyaa Alhamdulillah sih..hasilnya baik, termasuk gula darah..normal.

Baca Juga : Kehangatan Kala Capek Melanda

Kalo seperti yang dituliskan Diba, begitu saya biasa memanggilnya, meski nyaris tanpa gejala, ada beberapa tanda yang bisa dicurigai sebagai gejala diabetes atau hiperglikemik. Ciri-cirinya antara lain:

Mudah kebelet buang air kecil
Kenapa selalu pengen buang air kecil bisa jadi tanda hiperglikemik?karena gula darah membawa-bawa air dari seluruh jaringan tubuh, sampai di ginjal, air tersebut kemudian ditinggal. Ya seperti fenomena orang bepergian kelebihan bagasi, air ini kemudian diteruskan ke kandung kemih, karena jumlah airnya banyak, ya langsung deh alarm ‘kebelet pipis’ menyala.

Gampang haus
Gampang haus ini adalah efek karena gula darah ‘mengangkut’ air dari jaringan tubuh, jadinya jaringan tubuh kekurangan cairan. Karena itulah otomatis tubuh memerintahkan buat minum.

Gampang lapar
Rasa gampang yang dialami orang diabet ada hubungannya dengan keberadaan hormon insulin yang tidak dapat bekerja dengan baik di dalam tubuh. Karena glikogen tidak dapat diubah menjadi glukosa untuk kemudian dijadikan energi. Alhasil diabetesi umumnya merasa lemes saat kadar gulanya tinggi.

Berat badan berkurang.
Tampak lebih kurus atau berat badan menurun, bisa jadi gejala diabet juga. Penyebabnya ya karena kegagalan kerja hormon insulin. Kalau saat tubuh lemas diatasi dengan banyak makan, maka yang terjadi berat badan naik. Sebaliknya saat lemas dibiarkan, yang terjadi bukannya glikogen dalam tubuh yang diubah menjadi glukosa, protein tubuh lah yang diubah menjadi glukosa, baru kemudian diubah menjadi energi. Inilah yang membuat berat badan turun.

Baca Juga : Cara Melangsingkan Badan

Nah kalo udah mengenal beberapa gejalanya…penting banget untuk mencegahnya agar jangan sampai kena diabet. Diba di blognya mengulas juga beberapa cara yang dianggap efektif mencegah diabet.  Ada 2 point sih intinya…

  • Lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat kompleks dengan indeks glisemik rendah daripada karbohidrat sederhana…Contoh karbohidrat kompleks tuh gandum, beras merah, kentang atau umbi-umbian yang direbus, biji-bijian, sayuran…kalopun belum bisa meninggalkan nasi…pilihlah nasi yang pera daripada yang pulen. Karena nasi yang pera itu indeks glisemik nya lebih rendah daripada nasi yang pulen..Duuuhhh yang enak padahal yang pulen yak… 😀
  • Olahraga atau aktivitas fisik lainnya, ini sangat membantu agar glukosa di dalam tubuh dikonversi atau diubah menjadi energi sehingga tidak sempat terendap di dalam darah. Apalagi sampe tertimbun sebagai lemak di bawah kulit. Makanya…jangan mager…biar gak gendat dan kena diabet…hahaha ini sih ngomong ke saya sendiri…

Ada juga sih ulasan Diba tentang Child Nutrition…Wainiiii…pasti seru nih mengenal berbagai makanan dan nutrisi untuk anak-anak…Yuk ahhh kepoin Blognya Diba

 

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *