Ide Bermain Aman dan Nyaman Bersama Anak

Bermain bersama anak-anak belakangan ini memang jarang saya lakukan. Penyebabnya apalagi kalau bukan kesibukan saya dan juga anak-anak yang sekolahnya full day. Etapi meski begitu tetap ada kok waktu tertentu saya bisa main bareng anak-anak. Misalnya ketika akhir pekan, atau saat anak-anak libur sekolah.

Kalau anak-anak lagi libur jangan ditanya deh gimana ributnya tanpa ide permainan. Mereka pasti rewel minta ini itu. Apalagi anak-anak cenderung lebih rewel kalau ada saya di rumah. Hehehe…semacam cari perhatian gitu deh. Ya..saya gak terlalu mempermsalahkan hal itu. Wajar kan..anak-anak bete kalau gak ada ide permainan. Kita aja yang dah tuwir juga bete kan kalu gak ngapa-ngapain di rumah..

Lalu apa yang saya lakukan untuk memberikan ide bermain yang aman dan nyaman bersama anak-anak terutama saat libur? Ada beberapa hal sih yang selama ini saya lakukan, yaitu mengajak anak bermain diluar rumah atau kalau di rumah mengajak anak membuat sesuatu dan bermain dengan permainan yang aman buat mereka.

Mengajak Anak Bermain Diluar Rumah

Mengajak anak bermain diluar rumah kadang saya lakukan di akhir pekan atau saat mereka libur. Di tempat saya tinggal itu bisa dibilang gak ada lah tempat bermain indoor macam di mall-mall kota besar. Jadi ya adanya tempat bermain outdoor yang tentu saja hanya bisa dilakukan saat cuaca bagus. Ini lo..tempat bermain Nares dan Kinar kalo saya ajak keluar rumah…

Taman Bunga, ini adalah taman kota terbesar dan ikon kota Sumenep. Sebelumnya tempat ini adalah pusat aktivitas warga di hari Minggu. Warga tumplek blek di taman yang berada tepat di depan Masjid Agung Sumenep. Tapi setelah penataan dan penertiban oleh pemerintah setempat, keramaian jauh berkurang dan aktivitas warga terbelah ke beberapa lokasi.

Nah di Taman Bunga ini Nares dan Kinar kadang bermain sepatu roda. Meski tak ada lintasan khusus untuk sepatu roda, tempat ini relatif aman kok untuk anak-anak bermain sepatu roda. Di taman yang sebenarnya bernama Taman Adipura Kota Sumenep ini juga tersedia alat-alat olah raga yang bisa digunakan siapa saja secara cuma-cuma. Ya asal mau gantian aja gituh 🙂 Anak-anak kadang suka sekali mencoba alat-alat tersebut.

Bermain di Taman Bunga Sumenep

Masih di sekitar Taman Bunga, saya kadang mengajak Nares dan Kinar mampir ke museum keraton yang memang meski hari Minggu tetap buka seperti biasa.Gak sampe melihat keseluruhan isi museum sih…anak-anak bermain di sekitar Taman Sari dan Keraton aja udah senang. Saya pun ikut senang karena anak-anak jadi mengenal sedikit tentang sejarah kerajaan di kota tempatnya tinggal.

Tak jauh dari keraton, ada Rumah Pintar yang isinya berbagai sarana edukasi buat anak-anak. Disini saya juga betah menemani anak-anak. Karena selain sarana bermain, ada taman bacaannya. Ya udah bisa bisa berjam-jam disitu sampai  petugasnya mau pulang 😀 Yang terpenting buat saya juga adalah tempat bermain mulai dari Taman Bunga sampai Rumah Pintar itu gratis. Keculi museum keraton ya..yang bayar 2000 rupiah aja per orang.

Main di Pantai

Nah bermain di pantai kadang saya lakukan, terutama kalo ada teman bermain lainnya. Entah sodara ..atau teman-teman sekelasnya. Ya tempat kami tinggal emang punya banyak pantai yang cakep dan bikin betah berlama-lama. Lokasinya memang agak jauh (sekitar 30 km).  Pantai-pantai disini relatif aman untuk bermain anak-anak karena landai dan ombaknya tidak sebesar di kawasan pantai selatan Jawa. Tapi meski begitu tetap ya…memperhatikan keselamatan anak-anak dengan mengijinkan mereka bermain tak terlalu jauh dari garis pantai.

Bermain di Pantai

Di salah satu pantai yang biasa kami kunjungi, Pantai Lombang, tersedia beberapa sarana bermain untuk anak-anak seperti ayunan. Lumayan sih…anak-anak bisa main selain main air dan pasir 😀 Oya..disini juga ada kuda yang bisa dinaiki anak-anak..dan jalan-jalan menyusuri pantai pake kuda didampingi pemilik kudanya. Seneng banget anak-anak.

Untuk bermain di pantai agar nyaman buat anak-anak..saya bawa bekal yang cukup, baik berupa snack, makan siang atau makan pagi (tergantung waktu bermainnya), dan minuman. Karena meski di lokasi banyak terdapat pedagang makanan, tetap paling aman kan makanan yang dibawa dari rumah. Bukan karena pelit gak mau keluar uang jajan ya… hahah. Perkara anak-anak mau jajan sedikit-sedikit sih gak papa…

Main ke Pulau

Nah ini salah satu aktivitas bermain yang juga bikin anak-anak seneng banget. Saya mengajak Nares dan kinar bermain ke Pulu Gili Labak salah satu destinasi wisata populer di Sumenep. Kebetulan ada teman yang mengajak ke tempat ini yang juga bawa anak. Biasanya saya gak pernah bawa anak-anak karena memang jauh, sekitar 2 jam perjalanan laut. Alhamdulillah sih…pengalaman pertama mereka bermain di pulau Gili Labak dan bersnorkel menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Yang penting saat mengajak anak-anak berwisata seperti ini adalah memastikan mereka dalam kondisi sehat. Meski Nares dan Kinar bisa berenang, mereka tetap memakai pelampung baik selama perjalanan maupun saat snorkeling. Dengan mamakai pelampung anak-anak lebih aman dan nyaman..apalagi arus laut di lokasi snorkeling lumayan kuat. Saya senang mengajak mereka mendapatkan pengalaman seperti ini karena selain untuk having fun..anak-anak juga bisa melihat sendiri keindahan bawah laut. Seru banget!

Snorkeling Aman dan Nyaman

 

Enjoy bermain di laut

Saya juga gak perlu khawatir anak-anak masuk angin atau demam setelah bermain diluar rumah begini. Karena kan ada Tempra Syrup yang cepat dan aman untuk menurunkan demam. Tempra bekerja langsung di pusat panas dan tidak menimbulkan iritasi lambung. Ini penting buat Nares dan Kinar karena mereka punya riwayat sensitif lambungnya. Tinggal berikan Tempra Forte (sesuai dengan usia anak 6 tahun keatas), minum air putih yang banyak..dan istirahat yang cukup. Insyaallah anak-anak kembali ceria dan bebas dari demam.

Membuat Alat Permainan Sendiri di Rumah

Nah gemana kalo tidak bermain diluar rumah? Tenang…banyak kok yang bisa kita lakukan di rumah dan anak-anak tetap senang. Seringnya sih anak-anak main kemah-kemahan. Ya gak perlu tenda khusus seperti berkemah diluar. Anak-anak membuat sendiri tendanya dengan menarik 2 kursi sejajar…lalu meletakkan selimut diantara kursi tersebut. Udah deh…itu bisa seharian main kemah-kemahannya. Kadang berdua aja..kadang ada teman sekolah atau anak tetangga yang ikut bermain.

Permainan lain yang mereka suka banget adalah menangkap capung. Ya karena di rumah kami gampang banget menemukan capung besar atau kecil. Alat tangkapnya mereka buat sendiri. Cukup dengan sebilah bambu atau kayu kecil sepanjang kurang lebih 1 meter, 1 kantong plastik,  karet gelang atau tali. Ikatkan ujung plastik di salah satu sisi bambu atau kayu hingga membentuk seperti kurung. Udah deh..anak-anak tinggal cari capung di rerumputan. Kalau dapet…anak-anak masukkan capung ke toples yang ada daun-daunnya atau mereka lepas lagi. Dengan aktivitas menangkap capung ini anak-anak secara tidak langsung belajar tentang lingkungan hidup. Karena capung adalah salah satu indikator bahwa lingkungan tersebut masih bersih dan bebas polusi. Selain itu anak-anak juga jadi pengen tahu..makanan capung itu apa..hidupnya bagaimana…bedanya capung besar dan kecil apa..Seru juga kan… 🙂

 

Selain menangkap capung, kegiatan membuat permainan yang sering dilakukan anak-anak adalah membuat seperti yang diajarkan di sekolah. Terutama Kinar nih yang seneng banget bikin mainan. Contohnya membuat domba dari botol bekas minuman. Bahannya cuma botol bekas minuman yang dilubangi di 4 bagian buat tempat kaki, cotton bud, kapas, dan kertas hitam dibentuk kepala domba, lem dan gunting. Tinggal tempelkan kapas yang dibentuk bulat-bulat di semua bagian permukaan botol, tempelkan kepala dari kertas di mulut botol, dan tempelkan cotton bud di bagian yang sudah dilubangi. Udah..jadi.. Bikinlah beberapa buah..dan kumpulkan..jadi kayak peternakan domba deh 😀 Gampang dan anak-anak pasti suka.

Domba dari botol bekas

Selamat mencoba…semoga permainan yang dilakukan Nares dan Kinar bisa jadi ide bermain buat anak-anak yang lain juga ya…. 🙂

 

Disclaimer:

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

You may also like

30 Comments

    1. Gampang banget Manda…pake botol bekas yakult..dilubangi 4 untuk kakinya..pasangi cotton bud. kapas yang gulungan dibuat bulet2 trus ditempel deh disekujur permukaan botol..udh..tinggal kasi kepala dari kertasnya…video menyusul hahaha. selamat mencoba ya Piki…

  1. Aih itu dombanya lucu banget! Jadi pengen uwel-uwel, deh. Yang pasti kalau bepergian, emang harus siap ya, Mbak. Siap buat menangani kalau2 si kecil panas.

    1. hihihi..iya..apalagi kalo dikumpulin beberapa domba..lucuuu.. Iya Peh..penurun panas jadi bekal penting kalo bepergian 🙂

  2. Ya ampuun, nangkep capung itu mainanku jaman kecil. Sayangnya, anak-anakku sudah nggak bisa lagi nangkep capung, karena kebun di deket rumah sudah jadi perumahan .

    1. Trims Lend… 🙂 selamat mencoba yaa…hehehe iya itu kapasnya dibulet-buletin dulu..jadi bukan pake kapas yang buat wajah..makanya jadinya dombanya gembul..wkwkwkwk

  3. Kalo ibunya banyak ide, anaknya pasti senang terus. Yang penting sedia Tempra.

    Ih, kapan ya bisa ke Sumenep …. kayaknya seru ikut main sama anak2 Mbak Dian

    1. hehehe Trims Kak Niar 🙂 Penurun demam emang wajib ada dan dibawa kemanapun pergi kak 🙂 ayoookk tak tunggu di Sumenep…

    1. Beklen udah…mau diposting fotonya hp nya lagi rusak…Nahh kalo salodor emaknya juga masih belum tau aturan mainnya wkwkwkwk

  4. Shaun the sheepnya kelebihan bulu, lucu banget. Mau mbak.
    Saya suka tulisannya. Capung sbg indikator lingkungan masih sehat itu informatif mbak

    1. Trims ya Lid..:) heheh iya itu dombanya makannya banyakkk jadi gembul..wkwkwk, Saya juga gak tau anak-anak demen banget liat capung..makanya suka nangkepin trus diliatin diamati gt

    1. hehehe anak-anak percaya diri karena mereka pake pelampung mbak 🙂 awalnya agak-agak takut..tapi lama-lama malah bolak balik lompat dari perahu 😀 dan sampe sekarang masih nagih terus minta ke pulau lagi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *