Island Hopping Gili Pandan-Gili Raja Madura

Gili Pandan Sumenep

Island Hopping Gili Pandan-Gili Raja Madura.ย Wahh dari judulnya aja udah kebayang gak sih serunya menjelajah pulau. Apalagi pulau ini baru pertama kalinya saya jelajahi dan semacam observasi tipis-tipis potensi pariwasata di pulau itu. Rencana awal saya dan rombongan Asosiasi Desa Wisata Madura Raya dan Sumenep hanya akan mengunjungi Gili Pandan. Tapi ternyata..2 pulau lainnya yang berdekatan..memanggil. Jadilah 3 pulau terlampaui ๐Ÿ˜Š

Perjalanan ke Gili Pandan ini kamu mulai dengan senyuman..eh…kami mulai dari Sumenep..tepat setelah azan subuh. Pagi sekaleeeee… Iya..karena memang perjalanan katanya sih lumayan jauh. Baiklah…pokoknya jam 05.00 udah cek out dari rumah. Setelah urusan logistik beres, langsung menuju pelabuhan Cangkarman kecamatan Bluto, sekitar 10 km ke arah selatan keluar kota Sumenep.

Gili Pandan
Pelabuhan Cangkarman

Pagi yang sibuk di pelabuhan. Saya sendiri baru kali ini memasuki area pelabuhan Cangkarman. Arus penumpang perahu dari dan ke Pulau Gili Raja, pulau terdekat dari Cangkarman, sama ramainya.. Agak lama saya dan teman-teman menunggu perahu yang akan membawa kami ke Gili Pandan. Gak naik perahu yang udah tersedia?Nggak ๐Ÿ˜ karena sebenarnya gak ada perahu reguler menuju Gili Pandan. Jadi harus carter atau sewa full.

Mendekati jam 7 ada perahu merapat ke dermaga.Rupanya itulah perahu yang akan membawa kami ke Gili Pandan. Tak butuh waktu lama, perahu pun berangkat ke Gili Pandan. Saya duduk santai di lambung perahu. Orang perahu berkali-kali menyuruh kami tidur saja karena perjalanan masih jauh. Ohw..tentu saja saya gak mau ๐Ÿ˜‚ selain karena masih pagi juga..saya tentu tidak akan menyianyiakan moment perjalanan ke Gili Pandan ini. Dan setelah saya tanya..tak satupun yang tahu..berapa waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke Gili Pandan.. Haha..karena orang perahunya pun baru kali ini bawa penumpang sampe Gili Pandan. Ya sudahlah..sabar aja ๐Ÿ˜‚ย  Beruntung cuaca sangat bersahabat. Jadi selain bisa dibilang gak ada ombak besar, pemandangan nelayan mencari ikan, bagan-bagan yang disiapkan nelayan, dan camar yang seliweran atau bergerombol di bagan..menjadi pemandangan unik yang tentu tak mudah didapat.

Well..setelah perjalanan 1 jam..akhirnya bentuk Gili Pandan mulai terlihat. Sebelumnya yang bisa dilihat ya cuma Gili Raja dan Pulau Gilingan atau Gili Nyai. Mulanya Gili Pandan hanya nampak bagai garis kecil berwarna hijau gelap. Tapi lambat laun semakin jelas terlihat.

Gili Pandan
Gili Pandan Sumenep

Danย setelah 2 jam perjalanan, sampai juga di pulau yang penampakan dari udaranya berbentuk hati ini. Belum ada dermaga, sehingga perahu langsung merapat ke pulau. Perairan di sekitar garis pantai terlihat jernih..kita jadi bisa melihat dasar laut. Apakah karang di bawah perahu ini termasuk karang yang masih hidup atau sudah mati ya? Kalau melihat dari bentuk dan warnanya sih..udah mati. Salah seorang kawan sempat berbisik, kalau pasir di sekitar pulau ini pernah disedot dan dijual. Ahh pantes aja terumbu karangnya banyak yang mati.

Gili Pandan

Ulah pencuri pasir tak bertanggung jawab itu juga berdampak pada berkurangnya luas Gili Pandan. Tokoh masyarakat sekitar Gili Pandan menyebutkan tadinya luas Gili Pandan sekitar 2 hektar. Tapi sekarang yang tersisa hanya seperempatnya saja. Itu juga yang menyebabkan tidak tampak pohon pandan yang menjadi identitas pulau tersebut. Padahal sebelumnya ada banyak pohon pandan di pulau ini dan menyebarkan aroma pandan.

 

Gili Pandan yang berada dalam wilayah administrasi desa Benmaleng kecamatan Gili Genting ini tidak berpenduduk. Hanya ada Pak Jakson dan istrinya yang menjaga pulau. Mereka menginap di Gili Pandan dan sesekali pulang ke rumahnya di Gili Raja, sekitar 1 jam perjalalanan laut dari Gili Pandan. Pak Jakson tinggal di gubuk reot dan mengandalkan sebuah panel tenaga surya untuk keperluan listriknya. Jangan dibayangka perabot-perabotnya yang lengkap ya..panel surya itu hanya untuk mensuplai listrik ke lampu kecil sekitar 5 watt an. Iya udah itu aja. Selebihnya..serba alami deh…

Sesampai di pulau dan ngobrol sedikit dengan pak Jakson, saya berkeliling pulau. Ya dibutuhkan waktu sekitar 10 menitan aja sih keliling pulau udah kelar.ย Meski tak berpenduduk..Gili Pandan menjadi tujuan wisatawan dari Pamekasan. ada beberapa spot artificial yang dibuat untuk kepentingan fotografi pengunjung. Ya macam ayunan..dan papan nama lokasi.

Lalu selain foto-foto apa yang bisa dilakukan di pulau ini?snorkelingan bisa kok. Saya dan teman-teman sempat melihat kondisi bawah air sekitar Gili Pandan. Ada sih spot yang layak..tapi masih kecil pertumbuhan terumbu karangnya. Dan gak perlu jauh-jauh dari bibir pantai..paling ya sekitar 50-75 meter aja dengan kedalaman tak sampai 2 meter.

Gili Pandan
Bersnorkeling di Gili Pandan

 

Gili Pandan
Pemandangan bawah laut Gili Pandan (Photo Jelajah Sumenep)

Setelah menyelesaikan agenda utama penghijauan di Gili Pandan dan bincang santai tentang kelanjutan pengelolaan Gili Pandan sebagai destinasi wisata bahari, kami pun bergerak meninggalkan Gili Pandan.

Sebenarnya ada Gili Keramat yang berjerak beberapa ratus meter dari Gili Pandan. Tapi kami memutuskan untuk langsung ke Pulau Gilingan. Kali ini perahu kami dipandu oleh utusan kepala desa Gili Raja.

Gili Pandan
Menuju Gili Gilingan

Dalam waktu sekitar 30 menit membelah lautan, akhirnya perahu merapat ke bibir pantai Pulau Gilingan. Pulau ini lebih luas daripada Gili Pandan dan berpenduduk. Gili Gilingan tadinya disebut Gili Nyai karena tadinya pulau itu dihuni seorang nenek/nyai.

Di Gili Gilingan ini kami hanya menyusur sekitar pantai bagian utara dan mampir sebentar ke pantai tebing. Saat kembali ke perahu kami juga mampir sebentar ke tempat pengolahan ikan teri kering.

Gili Pandan
Pantai di Gili Gilingan

 

Gili Pandan
Aktivitas Pengolahan Teri di Gili Gilingan

Sebelum meninggalkan Gili Gilingan, seperti saat di Gili Pandan, sebagian dari kami menjajal bersnorkeling lagi. Kali ini kami memakai perahu milik desa Gili Raja untuk menuju spot snorkeling. Perahunya lebih kecil tapi terbuat dari fiber.

Gili Pandan
Perahu yang dipakai ke spot snorkeling

Tak sampai 30 menit bersnorkeling di perairan Gili Gilingan, kami pun bergerak lagi menuju Gili Raja. Masih dengan perahu fiber tadi, kami langsung ke spot snorkeling yang ditunjuk oleh warga. Wah rupanya terumbu karangnya lumayan cakep dibanding spot di Gili Pandan dan Gili Gilingan. Jadi agak lama kami di perairan Gili Raja ini.

 

Gili Pandan
Menemukan Nemo di Perairan Gili Raja

 

Gili Pandan
Gili Raja

Selesai mengeksplor sisi barat perairan Gili Raja, kami langsung berpindah ke perahu besar lagi. Perahu langsung bergerak menuju pelabuhan Cangkarman. Perjalanan sekitarย 30 menit sampai 1 jam.

Acara island hopping pun selesai. Tapi agenda lain di Gili Pandan dan sekitarnya masih menunggu.. Kami akan datang lagi kesana..๐Ÿ˜Š

You may also like

9 Comments

    1. Sangat menarik ๐Ÿ˜Š potensi wisata baharinya masih perlu dikelola dengan lebih baik lagi ๐Ÿ˜Š

    1. Hehe iya mbak..ada ratusan pulau disini yang punya keunikan sendiri2..semoga terwujud mimpinya ๐Ÿ˜Š

  1. Sedih bacanya di bagian luasnya yang tinggal seperempat. Padahal pantainya terlihat bagus banget. Trus kalau aja pandannya masih ada pasti bakal menarik banget. Sepertinya saya belum pernah tau kalau ada pantai yang wangi pandan

    1. Iya mbak Myra..belum lama ini aparat lagi gencar berantas penambangan ilegal di sekitar gili pandan..mudah-mudahan gili pandan semakin aman dari penjarah pasir. Iya..sayangnya tinggal cerita aja keberadaan pandan di gili pandan ini..

  2. Cantiknya di bawah laut itu, mbak.
    Tapi aku pakai kaca mata. Kalau pengen liat yang cantik-cantik gitu, jadi susah. Makanya, kalau ada yg tampilkan pic keren gitu, suka bahagia sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *