Tajin Sora, Tradisi di Bulan Muharram

Saat bulan Muharram atau Suro ada kuliner khas yang menjadi tradisi. Bubur Suro namanya. Kalau di Sumenep tempat saya tinggal disebut Tajin Sora. Bubur nasi putih yang diberi kuah seperti opor dengan lauk yang bervariasi. Ada yang lauk daging sapi, udang, ayam dengan taburan bawang goreng, kacang tanah goreng, toge mentah, atau irisan kelapa.

Selama bulan Suro orang membuat bubur Suro dan mengirimnya ke tetangga atau saudara dekat. Kalau waktu saya kecil dulu ngirim buburnya sampe di rumah saudara yang agak jauh. Tapi sekarang paling hanya tetangga sekitar aja. Buburnya penuh dengan bermacam-macam isi. Karena konon katanya pada jaman Nabi Muhammad untuk merayakan Muharram dikeluarkanlah apa saja yang dimiliki..termasuk sisa-sisa makanan yang masih bisa dimakan. Jadilah segala macam lauk ada di dalam bubur itu.

Tajin Sora atau Bubur Suro ala Madura

Kalau pengen nyoba bikin bubur suro..nih saya bagi resepnya…Mau buat bubur atau kuahnya dulu terserah aja yah..

Untuk membuat bubur nasi,siapkan 1 gelas beras, 1 liter air, 200 ml santan garam secukupnya. Bisa juga ditambahkan bawang putih yang dihaluskan. Cuci bersih beras dan rendam selama kurang lebih 1 jam agar lebih cepat masak (lepah kalo orang sini bilang) saat diolah.

Panaskan beras yang sudah direndam dan aduk-aduk terus agar tidak berkerak. Pastikan api kompornya kecil aja. Tambahkan air sedikit demi sedikit bila bubur masih kurang lepah. Bila sudah dirasa cukup lepah..dilihat dari bentuk bulir nasi yang lumer dan tidak berbentuk seperti nasi..tambahkan santan, garam, dan bawang putih bila perlu. Aduk terus sampai santan meresap dan bubur tidak encer. Bila sudah matang dan rasanya sudah pas..angkat dan sisihkan.

Siapkan kuahnya dengam bahan 250 gram daging sapi, diiris seperti daging semur. Bahan lainnya 350 ml santan, dan bumbu 3 siung bawang putih, 5 bawang merah, kunyit, 1 sendok teh ketumbar halus, 2 kemiri, 1 batang sereh memarkan, 1 lembar daun salam. Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, kemiri. Tumis bumbu halus lalu tambahkan batang sereh dan daun salam. Setelah bumbu tumis terlihat terpisah dengan minyak..tambahkan sedikit air..lalu masukkan daging.

Rebus daging sampai empuk. Tambahkan air bila daging belum empuk. Bila air sudah asat dan daging empuk..masukkan santan dan aduk sampai mendidih agar santan tidak pecah. Tambahkan garam secukupnya. Opor siap disajikan.

Tata bubur di piring..lalu tambahkan kuah opor dan daging, taburi dengan pelengkap seperti kacang goreng, irisan telur dadar, taoge mentah atau udang goreng. Oya, kuah buburnya gak harus opor kok..mau kare juga boleh.. Umumnya sih kuah yang bersantan.

Itulah salah satu kuliner tradisi di Madura pada bulan Muharram. Bagaimana di daerahmu?adakah tradisi semacam ini?

 

 

You may also like

6 Comments

  1. Mbak, salam kenal, aku dari Jember 🙂 Pernah ke Sumenep sekali, hehe..btw, aku suka bgt bubur suro ini, tapi lbh suka pake suwiran ayam, tambah kacang putih sama wortel dan seledri, mau buat ahh.. sakalangkong mbak nggih 🙂

    1. Hai mbak Prita..salam kenal juga..wah Jember tretan dibik nih..😊iya mbak bubur suro emang bikin nagih..haha klo bikin diluar bulan suro gak mantep rasanya..jek loppae aterragi ka sumenep mon la massak tajinna hehe 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *